Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Dari Wingko Babat hingga belikopi, Satu per Satu yang Jadi Milik Lamongan Pada Akhirnya Akan Pindah ke Tangan Semarang

Muhammad Farih Fanani oleh Muhammad Farih Fanani
30 November 2025
A A
Lamongan Megilan: Slogan Kabupaten Paling Jelek yang Pernah Saya Dengar, Mending Diubah Aja Mojok.co Semarang

Lamongan Megilan: Slogan Kabupaten Paling Jelek yang Pernah Saya Dengar, Mending Diubah Aja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau wingko Babat, saya sudah menyerah. Biarkan saja Semarang mennggakui makanan Lamongan itu berasal dari daerah mereka. Tapi, izinkan saya memberikan sedikit data dan fakta yang sebenarnya untuk Anda. 

Dari namanya saja, wingko Babat adalah sebuah makanan bernama wingko yang berasal dari daerah bernama Babat. Babat merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan. Lokasinya sangat strategis, ada di sebelah barat pusat kota Lamongan. Biasanya dipakai sebagai lokasi transit transportasi umum dari Tuban, Jombang, dan Bojonegoro.

ADVERTISEMENT

Saking strategisnya Babat, sampai-sampai, oleh-oleh ini mudah ditemukan oleh para pelancong di Jawa Timur yang melintasi kota-kota di sekitarnya. Namun, di zaman ini, siapa yang masih kenal kalau wingko itu berasal dari Babat Lamongan? Sedikit sekali.

Menurut catatan sejarahnya, wingko Babat memang pernah mengalami migrasi dari Babat ke Semarang. Pembawanya adalah penciptanya sendiri, Loe Lan Hwa dan suaminya The Ek Tjong. Ia diketahui mengungsi ke Semarang karena situasi politik di tahun 1944 yang semakin memanas.

Di sana, wingko Babat lebih mudah menemukan pasarnya. Alasannya tentu, karena Semarang adalah kota yang jauh lebih maju ketimbang Babat. Dari sana wingko Babat secara perlahan mulai dikenal sebagai makanan khas Semarang.

Meski begitu, kini sudah mulai banyak informasi yang secara tegas menjelaskan bahwa asal-usul makanan ini bukanlah dari Semarang, melainkan Lamongan.

Lupakan Wingko Babat

Sedikit demi sedikit orang-orang mulai tahu kalau wingko adalah makanan khas Lamongan. Tapi, baru-baru ini, warga Lamongan dikagetkan dengan sebuah fakta baru kalau kuliner Lamongan yang lain tampaknya pelan-pelan akan kembali pindah ke tangan Semarang.

Beda dengan sebelumnya yang merupakan kuliner tradisional yang legendaris, kuliner yang saya maksud ini adalah sebuah brand kopi besar yang sangat terkenal: belikopi. Brand kopi ini punya ratusan cabang di seluruh penjuru negeri.

Baca Juga:

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

Satu hal yang membuat orang suka dengan kopi ini adalah karena harganya yang terjangkau. Sementara brand kopi lain kini sudah mulai nggak masuk di kantong para pejuang rupiah yang diganjar dengan gaji UMR.

Saya adalah penikmat belikopi. Beberapa waktu yang lalu, hampir tiap hari saya mampir di belikopi, dan hampir semua cabang di Jogja, sudah pernah saya datangi. Saya suka dengan perpaduan harga dan kualitasnya. Ini membuktikan kalau kuliner enak itu nggak harus mahal.

Semua karena Persela Lamongan

Itu alasan pertama. Alasan keduanya cukup emosional, yaitu karena belikopi adalah official sponsor dari tim kesayangan saya sejak kecil: Persela Lamongan. Meski kini sedang berada di Liga 2 dan sedang berjuang untuk naik ke Super League, Laskar Joko Tingkir akan selalu punya tempat di hati saya.

Jadi, rasa suka saya terhadap belikopi itu bisa dibilang merupakan turunan dari kecintaan saya terhadap Persela Lamongan. Ini adalah salah satu bentuk dukungan saya terhadap Persela, di saat tim kabupaten ini tengah diganjar hukuman bermain tanpa suporter di kandang sendiri oleh PSSI.

Bentuk dukungan itu berlangsung sejak tahun 2022 hingga sekarang. Sampai pada akhirnya, owner belikopi sendiri, Fariz Julinar Maurisal, memutuskan untuk menyudahi perannya sebagai CEO Persela dan pindah ke PSIS Semarang.

Pindahnya Fariz ke PSIS, tentu sekaligus membawa gerbong sponsornya. Tepat satu minggu yang lalu, PSIS Semarang melalui akun Instagram resminya mengumumkan bahwa belikopi akan menjadi official sponsor mereka.

Saya tidak tahu apakah belikopi akan tetap bersama dengan Persela musim depan. Namun, mundurnya owner mereka dari Persela bisa menjadi sinyal kalau dia dan brand besarnya itu akan meninggalkan Lamongan.

Kabar baik dan kabar buruk

Ini bisa jadi kabar buruk, sekaligus kabar baik. Kabar buruknya adalah bahwa Persela harus berjuang untuk mencari sponsor baru mereka, dan ini mungkin akan menjadi proses yang sulit. Karena faktanya, sponsor besar Persela lainnya, yaitu Lyly Bakery, juga adalah milik owner belikopi (yang kini pindah ke PSIS Semarang).

Kabar baiknya, kalau belikopi mulai mengklaim mereka berasal dari Semarang, ini akan menjadi daya gebrak yang cukup progresif. PSIS Semarang punya basis suporter yang cukup banyak ketimbang Persela Lamongan.

Kalau mayoritas suporter PSIS memilih untuk mendukung tim mereka dengan menjadi pelanggan setia belikopi (kayak saya dulu), maka keuntungan brand kopi ini akan meningkat drastis dibanding ketika mereka mengambil pasar warga Lamongan.

Sebagai penggemar Persela, saya sangat mendukung dan ikhlas jika bapak CEO memilih untuk meninggalkan kotanya dan beralih ke kota yang lebih maju. Ini adalah sebuah pilihan yang mudah. Meninggalkan hal-hal yang baik untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi.

Semua hal baik tentang Lamongan mungkin di kemudian hari akan menjadi kenangan yang manis oleh orang-orang yang memutuskan untuk merantau dan meninggalkan kota ini. Semua pendukung Persela berharap timnya bisa naik kasta secepat mungkin, siapapun CEO-nya dan apapun sponsornya.

Semoga tak ada lagi milik Lamongan yang pindah ke Semarang

Jalan Persela masih panjang. Masih banyak orang yang cinta dengan tim ini. Saya berharap ada pengusaha lain yang mau mengakuisisi tim kami. Berharap semoga bantuan finansial dari luar bisa menjadi pendorong agar Lamongan naik kasta.

Akan sangat menarik kalau laga big match antara Persela dan Persib kembali terulang di tanah Joko Tingkir. Akan sangat menyenangkan kalau pemain sekelas Tom Haye dan Eliano Reijnders bisa merumput di Stadion Surajaya.

Tapi apa pun itu, lupakan masa lalu. Kini Lamongan harus mulai berbenah. Tujuannya, agar emas-emas yang lahir di kota ini tidak pergi mencari kehidupan yang lebih baik di kota lain yang lebih maju.

Kalau tidak segera berbenah, pelan-pelan mereka semua akan pergi, dan kami tidak punya kekuatan untuk mengejarnya kembali. Ini bukan hanya tentang perginya belikopi, tapi ini tentang fakta bahwa Kota Lamongan kian hari kian nggak mbetahi untuk ditinggali.

Penulis: Muhammad Farih Fanani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lamongan Adalah Daerah dengan Pusat Kota Terburuk yang Pernah Saya Tahu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 November 2025 oleh

Tags: lamonganpersela lamonganSemarangwingko babat
Muhammad Farih Fanani

Muhammad Farih Fanani

Muhammad Farih Fanani, full time berpikir, part time menulis. Instagram @mfarihf.

ArtikelTerkait

Hal-hal yang Lumrah di Jogja, tapi Tidak Biasa di Semarang Mojok.co

Hal-hal yang Lumrah di Jogja, tapi Tidak Biasa di Semarang

29 Maret 2025
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
Culture Shock Orang Pati yang Minum Es Gempol Pleret di Solo

Culture Shock Orang Pati yang Minum Es Gempol Pleret di Solo

27 Mei 2023
Bus Jepara-Semarang: Dulu Jumawa, Sekarang Berduka (Pixabay.com)

Bus Jepara-Semarang: Dulu Jumawa, Sekarang Berduka

2 September 2023
4 Tipe Mahasiswa yang Cocok Kuliah di Kota Semarang, Nggak Sembarang Orang Sanggup  Mojok.co jogja

4 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Lanjut Kuliah di Semarang, Nggak Sembarang Orang Sanggup Menghadapi Kota Ini

29 Mei 2024
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Sebaiknya, Setiap Jalan Berlubang di Lamongan Diisi dengan Lele, Itung-itung Memperkuat Branding Lamongan sebagai Kota Pecel Lele

22 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.