Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Hai Pilu Membiru, Maaf Saya Mengaku Kualat

Dicky C. Anggoro oleh Dicky C. Anggoro
30 November 2019
A A
Hai Pilu Membiru, Maaf Saya Mengaku Kualat
Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang berkata, musik punya daya magis yang luar biasa untuk menghanyutkan jiwa, menggetarkan dinding emosi, dan menghancurkan bendungan air mata. Namun bodohnya, saya memungkiri kekuatan magis tersebut. Saya tidak pernah merasakan bahwa sebuah lagu mampu membawa jiwa saya terbang entah ke mana seperti yang selalu dibicarakan penghayat musik sejati.

Bertahun-tahun saya mendengarkan sebuah lagu hanya untuk berlalu di telinga. Sekalipun liriknya mengena dengan keadaan, oh mungkin sebuah kebetulan. Sebuah lagu bagi saya hanya menjadi penambah riuh di ruangan agar tidak terkesan sepi-sepi amat. Tidak lebih dan tidak kurang.

Di suatu sore, seorang teman mengirimkan sebuah tautan video musik karya Mas Kunto Aji yang sekilas berjudul Pilu Membiru Experience. Layaknya sobat skena lagu mendayu, teman saya gigih memaksa saya untuk mendengarkan video itu dengan jaminan, “Coba denger, pasti nangis kamu.” Tapi maaf, saya tidak tertarik. Saya tolak tawaran teman saya karena memang pada dasarnya saya nggak percaya hal begituan.

Berhari-hari video tersebut masih menganggur di waiting list saya tanpa pernah ada niatan sama sekali untuk menonton dan membuktikan jaminan ‘pasti nangis’ tersebut. Hingga pada suatu pagi, saya menyesal. Maaf Mas Kunto, saya mengaku kualat.

Pagi itu, seorang teman lagi-lagi memaksa saya kembali untuk mendengar dan menghayati video yang berhari-hari tidak pernah saya buka tersebut. Dan untuk pertama kalinya sepanjang saya hidup, saya mengalami sendiri daya magis musik yang tak pernah sekalipun saya rasakan. Ya, saya menangis. Tentunya setelah mengumpati teman saya karena telah menjatuhkan tembok kesongongan yang telah saya bangun bertahun-tahun.

Dengan mengangkat tema seputar kehilangan, kecemasan, dan mencoba ikhlas terhadap keadaan, Pilu Membiru digubah dengan komposisi video musik yang rasanya memenuhi semua syarat untuk bisa menjadi instrumen penyayat hati. Lagu minor, visual yang tampak tenang tapi kelam, ditambah narasi yang cukup menguliti jiwa, dan diakhiri dengan kontemplasi yang mampu dengan sigap menyelami dalamnya hati.

Lagu yang konon katanya digaungkan untuk kampanye kesehatan mental ini, memang sudah menunaikan tugasnya dengan sangat baik. Proyek ini digarap oleh Mas Kunto dengan menggandeng Adjie Santosoputro, seorang psikolog dan praktisi pemulihan batin. Saya salut kepada Mas Adjie karena dengan piawainya mampu menyisipkan komunikasi pemulihan jiwa lewat narasi lagu yang bahkan tidak saya sadari.

Pilu Membiru membuka pintu menuju gudang di dalam ingatan. Secara suka rela melakukan usaha kembali melayat ingatan di masa lalu, sekadar untuk memeriksa barang-barang yang telah usang akibat patah hati dan rasa kecewa. Membuat jiwa terpekur dalam gudang yang gelap tanpa menyuruhnya terjebak lebih dalam, lalu pergi keluar dengan membawa rasa lega dan senyuman.

Baca Juga:

Memaknai Pulang dalam Lagu ‘Mercusuar’ Milik Kunto Aji

Menunggu Kunto Aji bikin Lagu tentang Anak Tengah

Melalui daya adimanusia yang dibawa, ia mampu menyinggung bejana penuh berisi rasa cemas yang sudah lama diguyuri oleh rasa takut akan masa depan yang senantiasa menghantui. Ia menyentuh dengan sigap setiap keran di dasar bejana dan dengan sekali hempasan, seluruh rasa takut di dalamnya tumpah dalam bentuk tangisan.

Menangis, entah karena apa pun alasanya bukanlah suatu hal yang memalukan dan aib untuk dilakukan. Menangis adalah kewajaran yang manusiawi untuk mengekspresikan ketertekanan jiwanya. Yang menjadi tak sehat adalah jika hasrat untuk melepas segel emosi itu dipendam dalam-dalam dan bermetamorfosis menjadi bentuk yang kontraproduktif seperti kecemasan berlebihan ataupun depresi.

Rasanya, Pilu Membiru ingin mencoba menghapus stigma di masyarakat yang menganggap menangis adalah tanda lemahnya batin dan rapuhnya jiwa. Ia ingin mengampanyekan musik yang memiliki kekuatan dalam segala bentuk tekanan untuk melepaskan uap-uap yang sudah jenuh dalam bejana dan akhirnya mengembun dengan tenang melalui air mata.

Ia mengajak kita untuk lebih menghargai dukungan dari orang-orang di sekeliling kita. Menyadari bahwa sebuah support system selalu ada dan selalu peduli. Ia menyadarkan mereka yang sudah terjebak dalam ketidakpercayaan akan adanya dukungan yang pada dasarnya selalu siap sedia memberikan pundak dan telinganya bagi mereka.

Dan di akhir kontemplasi saya terhadap betapa magisnya daya sebuah lagu, saya mulai menyadari bahwa ia mampu melepaskan segala bentuk tekanan dengan cara yang sangat elegan.

BACA JUGA Menyembuhkan Luka Hati Dengan Mantra-Mantra Dari Mas Kunto Aji atau tulisan Dicky C. Anggoro lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 November 2019 oleh

Tags: Kunto AjiMantra-MantraPilu Membiru
Dicky C. Anggoro

Dicky C. Anggoro

Mahasiswa Apoteker yang gemar meracik kata-kata.

ArtikelTerkait

mantra kunto aji

Menyembuhkan Luka Hati Dengan Mantra-Mantra Dari Mas Kunto Aji

28 Mei 2019
Lagu-Lagu Healing Selain Mantra-mantranya Mas Kunto Aji MOJOK.CO

Lagu Healing Selain Mantra-mantranya Mas Kunto Aji

29 Oktober 2019
kunto aji

Menunggu Kunto Aji bikin Lagu tentang Anak Tengah

14 Juni 2020
Memaknai Pulang dalam Lagu 'Mercusuar' Milik Kunto Aji MOJOK.CO

Memaknai Pulang dalam Lagu ‘Mercusuar’ Milik Kunto Aji

29 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.