Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kasta Guru di Sekolah Negeri: Guru Honorer non-Serdik Paling Bawah, Selalu Minder, dan Bisa Dibuang Kapan Saja

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
21 Januari 2024
A A
Guru Honorer Non-Serdik, Penderitaan Guru Kasta Terbawah (Unsplash)

Guru Honorer Non-Serdik, Penderitaan Guru Kasta Terbawah (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Guru honorer non-serdik seperti saya pasti minder dan jalannya nunduk di hadapan guru ASN yang udah senior pula.

Selintas saya pernah mendengar ungkapan bahwa, “Semua guru itu sama.” Artinya, derajat dan tugasnya harusnya sama. Sama-sama pendidik dan harus dihormati, karena jasanya berkaitan dengan masa depan generasi bangsa. 

ADVERTISEMENT

Tapi pada kenyataannya, karena guru merupakan pekerjaan formal, maka ada tingkatan-tingkatan tertentu yang akhirnya menentukan marwah guru di kalangan guru yang lain. Di sini saya akan membagikan tingkatan marwah guru yang ada di sekolah negeri berdasarkan hasil pengamatan selama mengajar kuarang lebih 2 tahun.

Posisi terendah tentu saja guru honorer non-serdik

Berdasarkan pengamatan saya, posisi terendah dari tingkatan marwah guru di sekolah negeri adalah guru honorer non-serdik (sertifikat pendidik). Guru honorer non-serdik ini biasanya direkrut oleh sekolah untuk mengisi kekosongan formasi mengajar. Misalnya, di sekolah saya kekurangan guru sosiologi, sekolah akan merekrut guru honorer non-serdik sosiologi untuk mengisi kekosongan tersebut.

Karena hanya terkesan sebagai guru yang membantu dan ditambah tidak memiliki sertifikat profesional sebagai pendidik (serdik), guru honorer non-serdik ini bisa dikatakan nggak ada taringnya di sekolah. Biasanya hanya manggut-manggut menuruti guru-guru lainnya yang marwahnya lebih tinggi.

Saya adalah guru bagian ini, guru honorer non-serdik. Sehari-hari ya hanya lurus-lurus saja mengajar dengan rajin. Nggak ada keberanian untuk melawan, bolos, malas-malasan, dan memerintah. Jangankan memerintah, meleng sedikit dalam mengajar saja saya minder khawatir dinilai kurang serius dalam menjalankan tugas.

Lebih dari itu, kalau di sekolah negeri guru honorer non-serdik cenderung sangat sedikit. Di tempat saya mengajar, hanya ada kurang lebih 4 sampai 6 guru saja. Sebab, di sekolah negeri, rata-rata diisi oleh guru ASN. Sehingga, guru honorer non-serdik seperti saya ini sudah tak bermarwah, minoritas pula. Banyak mindernya deh pokoknya.

Guru honorer serdik

Jenis guru honorer di sekolah ada 2, yaitu non-serdik dan serdik. Keduanya memang sama-sama bukan ASN, tapi honorer yang serdik jelas lebih diutamakan posisinya daripada yang non-serdik seperti saya.

Baca Juga:

Daripada ASN Day, Kami para ASN Lebih Butuh Serikat Pekerja!

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

Misalnya dari segi jam mengajar. Jika terjadi perebutan jam mengajar antara non-serdik dan serdik, yang akan diprioritaskan untuk mendapatkan jam mengajar adalah guru honorer yang serdik. Sebab, mereka dianggap lebih berkompeten, karena telah memiliki sertifikasi sebagai pendidik daripada yang honorer non-serdik.

Fyi saja, gaji honorer dihitung berdasarkan jumlah jam mengajar. Semakin banyak jam mengajarnya, semakin besar gajinya. Kadang ironisnya, sudah gajinya kecil, masih rebutan jam mengajar pula. So, dari sini makin kelihatan kan betapa rendahnya marwah guru honorer non-serdik seperti saya ini. Xixixixi.

Guru ASN non-serdik

Tingkatan marwah guru yang lebih tinggi dari guru honorer jelas guru ASN. Menyandang status ASN bisa dikatakan sebagai guru yang sudah mapan. Pasalnya, guru ASN tidak lagi khawatir masalah gaji yang dipotong karena kinerjanya di sekolah, sebab yang menggaji sudah bukan sekolah, melainkan pemerintah pusat. 

Maka dari itu, guru ASN ini bisa dikatakan marwahnya sudah kokoh sebagai guru. Meskipun beberapa kasus seringkali ASN kalah marwah dengan guru honorer yang serdik. Tapi bagi saya, tetap saja posisinya sebagai guru ASN tak tergoyahkan.

Guru ASN serdik

Guru ASN yang serdik jelas marwahnya sudah di level yang berbeda di kalangan para guru. Sudah ASN, serdik lagi. Sebut saja sudah jadi guru beneran. Bisa dikatakan hidup dan kariernya sudah nyaman dan mantap.

Tantangan karier seperti apa saja bisa diterjang, karena kualifikasi administrasinya sebagai guru sudah lengkap. Guru-guru ASN yang sudah serdik inilah yang biasanya menempati posisi-posisi kunci di sekolah negeri, seperti menjadi Wakasek (Wakil Kepala Sekolah), Kepala Laboratorium sekolah, dan sejenisnya.

Kalau guru honorer non-serdik seperti saya papasan sama guru tingkatan ini, sungkem saya. Kalau nggak sungkem, minimal senyum sambil nunduk. Bukannya mereka yang intimidatif, tapi sayanya yang minder duluan. Level marwahnya sudah beda, tretan.

Guru senior, ASN, dan serdik

Puncak tertinggi marwah guru di sekolah negeri adalah guru senior yang ASN sekaligus serdik. Guru tingkatan ini marwahnya nggak bisa ditandingi sembarangan guru. Sebab, hanya waktu yang bisa menyaingi. 

Senior dalam hal ini pengalamannya dalam mengajar dan menjadi bagian dari sekolah selama puluhan tahun. Selain itu, pangkat golongannya biasanya sudah menyentuh minimal IV/B atau hampir mencapai pangkat puncak tertinggi secara kepegawaian.

Di sekolah tempat saya mengajar, ada guru senior tingkatan ini yang sudah mengajar lebih dari 25 tahun. Umur saya saja belum segitu. 

Tentu saja tingkatan marwahnya tak tertandingi oleh saya yang masih merintis karir seumur jagung ini. Meskipun demikian, kebanyakan guru-guru senior ini baik-baik dan mengayomi. Artinya, sifat keguruannya sudah mendarah daging untuk membimbing yang muda-muda seperti saya. Tapi tetap saja, saya minder sebagai guru honorer yang ASN saja tidak.

Tingkatan ini berdasar hasil pengamatan saya di kalangan guru. Di mata siswa, saya rasa semua guru memang sama saja. Barangkali yang berbeda adalah kedekatannya dengan mereka. 

Menurut saya, siswa tidak melihat marwah guru dari tingkatan-tingkatan seperti yang saya jelaskan di atas. Mereka cenderung melihat kenyamanan dan kemahiran guru dalam mengajar dan membimbing mereka. 

Hanya, kalau bagi guru seperti saya, tingkatan marwah di atas sangat berpengaruh ke psikologis dalam menjalani profesi ini. Apalagi sebagai guru, tentu saja harus sering berkomunikasi dengan guru lain sebagai teman kerja. Di titik itulah rasa minder mulai muncul, karena saya hanya guru honorer non-serdik yang sewaktu-waktu bisa dibuang begitu saja.

Penulis: Naufalul Ihya Ulumuddin

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA PMM Memang Bikin Guru Pintar, tapi sekaligus Bikin Siswa Bodoh karena Terlalu Sering Diabaikan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2024 oleh

Tags: asnguru asnguru asn serdikGuru Honorerguru honorer non-serdikguru honorer serdiktingkatan guru
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

Polri Memang Juru Selamat buat Pegawai KPK yang Tersingkir TWK terminal mojok.co

Polri Memang Juru Selamat buat Pegawai KPK yang Tersingkir TWK

30 September 2021
Wacana PNS Naik Gaji Jadi Rp9 Juta: Saran yang Perlu Dipertimbangkan agar Tepat Sasaran kenaikan gaji asn single salary ASN

Single Salary ASN Cuma Mimpi Jika yang Bilang Bukan Bu Sri Mulyani

13 September 2023
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

21 Mei 2025
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN guru pns

ASN Wajib Hindari 4 Godaan Ini agar Karier Kalian Tidak Hancur Lebur!

8 April 2025
PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa Mojok.co

PNS Pekerjaan Paling Overrated, Sebuah Peringatan Sebelum Kalian Kecewa

11 Januari 2024
Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam Mojok.co

Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam

7 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.