Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Glukol: Lem Kertas Digdaya yang Tak Tergerus Zaman

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
17 Januari 2022
A A
Glukol: Lem Kertas Digdaya yang Tak Tergerus Zaman

Glukol: Lem Kertas Digdaya yang Tak Tergerus Zaman (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pada satu titik, kita pasti pernah kerepotan gara-gara Glukol.

Manusia suka bernostalgia dan mengenang sesuatu. Ngomongin hal-hal lawas, peristiwa yang sudah lewat, kenangan, yang kadang tak bisa lepas dari keberadaan benda sehari-sehari yang ada di sekitar kita. Kadang hal besar, benda bersejarah, bisa juga sesuatu yang mengubah hidup. Namun, nostalgia dan kenangan bisa saja timbul dari hal remeh dan kadang lengket. Contohnya lem kertas.

Salah satu lem kertas yang lumayan bisa membawa nostalgia untuk banyak orang adalah lem kertas Glukol. Lem yang punya wadah putih bertutup merah ini, masih digunakan oleh banyak orang hingga hari ini. Ia adalah lem kertas yang sudah menjelajah berbagai zaman. Dari bungkusnya saja kita bisa tahu, lem ini pasti legend banget. Ia punya logo sederhana nan lawas, kalau tak boleh dibilang biasa saja. Hanya ada tulisan GLUKOL besar sebagai penanda keberadaannya. Lalu sebuah tulisan kecil berwarna hitam yang berbunyi, “Lem Kertas” di bagian atasnya.

Retro, mungkin istilah yang tepat untuk menggambarkan sosok lem ini. Kalau kata anak-anak sekarang vintage abiezzz. Punya beragam ukuran botol, pun punya banyak kegunaan. Ia mungkin dikenal sebagai lem kertas, tapi kegunaan dan khasiatnya tak hanya itu saja. Untuk para pencinta lintingan, ia adalah perekat dan penjaga kestabilan garet (kertas pembungkus rokok DIY). Sekarang banyak lem khusus untuk rokok, namun eksistensinya tak jua pudar. Terutama di kalangan pecinta ngelinting lawas.

Selain terkenal sebagai lem untuk membuat prakarya di sekolah, ia juga kerap menjadi saksi vandalisme. Biasanya Glukol dicampur air, kemudian digunakan untuk menempelkan kertas di jalanan. Memang ada yang menggunakan lem kayu, namun zaman dahulu Glukol lah yang menjadi tokoh utamanya. Mulai dari poster pilihan lurah khas padi dan jagung ala Orde Baru, jasa sedot WC, joki skripsi, hingga karya seni jalanan berbentuk poster.

Ia memang diciptakan untuk memudahkan kita menempelkan sesuatu. Namun, ia juga sangat lihai merepotkan para penggunanya. Selain tutupnya yang mudah lepas, ia juga punya bentuk wadah yang lebih cocok disebut sebagai toples. Tak seperti lem kekinian yang tinggal tekan, anti-dlewer, lebih cair, dan mudah pengaplikasiannya. Menggunakan lem ini, berarti kita harus siap kotor. Meski kotor itu baik, tak selamanya itu semua menyenangkan. Lem kertas kekinian tak perlu alat bantu untuk mengambilnya. Glukol tidak begitu. Ia adalah segala hal yang berlawanan dari kemudahan.

Selain lidi, kadang kita juga perlu jari. Kenyataannya, jari memang selalu menjadi kawan setia untuk lem satu ini. Setelah lidi hilang, atau ada sudut dan manuver tertentu yang sulit dilakukan dengan lidi, jari adalah solusinya. Apalagi saat lem sudah tandas tinggal sedikit di bagian bawah. Jari telunjuk pada akhirnya yang berperan besar menjadi pengeruk sisa-sisa. Belum lagi saat harus menunggu kering, ia adalah bukti nyata dari menunggu yang menjemukan.

Entah kenapa, lem satu ini punya waktu pengeringan yang terbilang lama. Meski tak terlalu cair—cenderung kental mirip lemak kambing dan ingus Ogre—ia justru terasa lebih mudah terserap kertas. Ya, mungkin itu juga karena waktu pengeringannya yang lama. Intinya, ia hadir dengan banyak kekurangan, tentu untuk ukuran teknologi zaman sekarang.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Tapi, soal daya rekatnya, saya tak berani meragukannya. Salah satu prakarya saya sejak SD masih awet hingga sekarang. Sementara itu, hasil prakarya lain yang menggunakan lem kekinian itu, sudah rusak di sana sini. Ia memang digdaya, kuat, perkasa, meski sangat merepotkan. Semua dibuktikan oleh waktu, tak ada yang instan dan semua perlu proses. Sebab, tak ada hasil baik yang didapat secara instan.

Ia memang benda remeh temeh, kecil, dan tidak terkenal. Namun, Glukol berhasil mengajari saya dan kita semua bahwa menjadi penting itu wajib, meski nggak dikenal. Maklum ia hanya lem, bukan selebgram dan wakil presiden. Eh, bentar, memang siapa wakil presiden kita?

Penulis: Bayu Kharisma Putra
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: glukollemprakarya
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026
Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan Mojok.co

Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan

19 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Bakpia Kukus Kuliner Jogja yang Palsu dan Cuma Numpang Tenar (Unsplashj)

Dear Wisatawan, Jangan Bangga Berhasil Membawa Oleh-oleh Bakpia Kukus, Itu Cuma Bolu Menyaru Kuliner Jogja yang Salah Branding

21 Februari 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co

Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan
  • Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru
  • Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite
  • Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access
  • Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah
  • Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.