Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Glimpse of Us dan Jahatnya Mencintai Pasangan Tak Sepenuh Hati

M. Guntur Rahardjo oleh M. Guntur Rahardjo
19 Juni 2022
A A
Glimpse of Us dan Jahatnya Mencintai Pasangan Tak Sepenuh Hati

Glimpse of Us dan Jahatnya Mencintai Pasangan Tak Sepenuh Hati (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Media sosial saya dipenuhi dengan satu nama: Joji. Penyanyi 88rising itu akhirnya kembali menampakkan diri dengan lagu terbarunya berjudul “Glimpse of Us”. Waktu itu, saya belum mendengarkan lagu terbaru beliau. Masih asik scroll sosmed sambil nyari ide untuk menulis. Lalu tiba-tiba saja banyak teman saya yang membuat status di WhatsApp yang kira-kira berisikan tentang overthinking karena lagu Joji itu.

Saya berusaha mencari tahu tentang apa yang terjadi dengan mendengarkan “Glimpse of Us” Setelah mendengarkan sampai habis, yang saya rasakan adalah… biasa saja.

Saya nggak kepikiran apa-apa, bahkan overthinking pun tidak. Lha saya jomblo je. Selain itu bahasa Inggris saya nol besar, jadinya saya mencari lirik dan terjemahan lagunya. Barulah saya paham makna lagu itu.

Jadi kira-kira, lagu ini menceritakan sosok pria bersama pacar barunya. Namun, pria ini masih belum bisa lepas dari mantannya. Bahkan ketika menatap sang pacar, dia justru malah berharap pacarnya sekarang ini adalah mantannya. Pantas saja teman-teman saya yang sudah taken pada overthinking. Dalam hati, mereka berdoa agar nggak ditanya sama pacar mereka begini, “HAYO, KENAPA KAMU DENGERIN “GLIMPSE OF US”? MASIH KANGEN MANTAN? OOOH GITU YA CARAMU YA, FINE.”

Sederhananya, lagu ini mengisahkan tentang orang yang gagal move on atau bahasa kerennya gamon. Gamon di sini mengarah kepada kegagalan untuk melupakan orang yang pernah menjadi kekasih kita. Atau menjadi pacar, menjadi support system terbaik, dan sebagainya. Wajar saja, sebab yang pernah ada itu selalu meninggalkan kesan yang amat membekas untuk diri sendiri. Ditinggalkan seseorang yang kita sayang, pastilah sangat sakit dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Nah, karena saya jomblo, yang pastinya netral dan nggak bias dalam memaknai lagu “Glimpse of Us”, saya bisa memetik pelajaran moral dari lagu ini. Kalau punya pacar mah, nggak bakal bisa. Udah ketakutan ditanyain soalnya.

Begini. Kalau emang nggak bisa move on, ditunggu dulu sampai move on. Pokoknya, jangan langsung memulai hubungan. Tetaplah untuk berdamai kepada diri sendiri. Tenangkan hati dan jangan dulu menerima yang baru. Mengapa begitu? Pertama, tidak semua yang baru akan menjadi penyembuh untuk hati yang telah rapuh. Kedua, cintamu itu tak sepenuh hati. Yang ada, malah kamu bikin orang lain hatinya remuk.

Baca Juga:

5 Rekomendasi Lagu yang Bikin Cepat Move On dari Mantan

3 Lagu Joji yang Lebih Galau ketimbang Glimpse of Us

Dan yang paling penting, jangan jadiin orang lain sebagai pelampiasan. Siapa sih yang mau jadi pelampiasan? Kayaknya dikejar harimau jauh lebih oke daripada dijadikan pelampiasan.

Sebenarnya, itulah yang diangkat oleh Joji melalui lagunya, “Glimpse of Us”. Tentang bagaimana seseorang menghadapi sosok yang baru namun nyatanya dia masih saja gagal. Bahkan dia membandingkan kekasihnya yang sekarang dengan mantannya. Cocok sekali untuk dikaitkan dengan mereka para kaum gamon.

Jadi, paham ya, lagu ini bukan buat menginterogasi pacar kalian, RA MASHOK!

Oke lanjut.

Teman-teman, gamon itu tidak salah. Bukan pula sebuah dosa atau aib. Itu adalah suatu hal yang wajar. Khususnya buat yang lagi sedang dalam fase baru putus cinta. Tidak apa-apa, namun jangan sampai kita malah mencari orang lain untuk melampiaskan rasa sakit. Bahasa kasarnya, mencari yang sosok baru, tapi tak sepenuhnya kita cintai. Pedih, Riii!

Sekali lagi, jika memang masih belum bisa lepas dari masa lalu maka jangan mencoba untuk mencari yang baru. Ada dua dampak yang bisa dihasilkan dari mencari sosok baru. Pertama, ia akan menjadi obat kesedihan kita, kemudian membuat kita berhasil melupakan sosok yang lama. Kedua, ia hanya sekedar menjadi tempat kita melampiaskan rasa sakit. Tempat di mana kita tidak sungguh-sungguh ingin bersamanya, hanyalah formalitas dan kepura-puraan semata.

Keduanya tetep jahat sih. Bukan tugas orang lain mengobati hati kita, apalagi jika orang tersebut benar-benar mencintai kita.

Bagi kalian yang relate dengan “Glimpse of Us”, saran saya, tenangkan diri dan tetaplah santai. Semuanya sudah telanjur. Nikmati semua perasaan dan kenangan masa lalu dengan baik. Menangislah jika mau dan lakukan apa pun yang membuat hati lega. Perlahan-lahan cobalah untuk melupakan itu semua. Tutuplah hati sampai benar-benar siap untuk menerima yang baru. Dan kalau kalian punya pacar tapi masih gamon, lebih baik terima kenyataan dan cintai pasangan kalian dengan lebih baik. Tidak ada orang yang berhak untuk disakiti. Kecuali koruptor, apalagi koruptor bansos.

Dan sebagai penutup, teruntuk temanku yang masih jomblo, mari kita lanjut kerja. Atau, tetaplah jadi badut buat dia yang lagi marahan sama pacarnya.

Penulis: M. Guntur Rahardjo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Taylor Swift dan Narasi yang Usang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Juni 2022 oleh

Tags: glimpse of usjojimove on
M. Guntur Rahardjo

M. Guntur Rahardjo

Mahasiswa pendidikan yang memiliki cita-cita mencapai kemandirian dan kesejahteraan hidup.

ArtikelTerkait

Heran Saya, Kenapa Harus Pacaran Online kalau Bisa Offline? terminal mojok.co dating online situs cari jodoh online

Move On dari Bayang-bayang Mantan: 5 Cara untuk Orang Baru Putus Cinta

3 April 2020
move on

3 Mindset Nih yang Perlu Kamu Terapkan Untuk Move On dari Mantan

11 September 2019
move on

Move On Dulu atau Cari Pengganti Dulu?

20 Juli 2019
Rekomendasi Tempat Berpikir dan Mencari Inspirasi Selain Nongkrong di WC terminal mojok.co

Cara Berdamai dengan Tempat yang Penuh Kenangan Bersama Mantan

13 Januari 2021
move on PDKT gagal cinta kandas mojok.co

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Orang yang Butuh Waktu Lama untuk Move On?

30 Agustus 2021
sinetron anak jalanan

Masyarakat Kampung Saya Susah Move On Gegara Tamatnya Sinetron Anak Jalanan

28 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.