Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Genuk Kecamatan Paling Meresahkan di Kota Semarang, Isinya Cuma Masalah!

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
28 Juli 2024
A A
Genuk Kecamatan Paling Meresahkan di Kota Semarang, Isinya Cuma Masalah! Mojok.co

Genuk Kecamatan Paling Meresahkan di Kota Semarang, Isinya Cuma Masalah! (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Status Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah menjadikan Semarang sebagai kota modern yang terus menggeliat. Namun, ada harga yang dibayar untuk itu, kota ini nyatanya penuh dengan masalah kultural maupun struktural. Persoalan kemiskinan, ketimpangan, kriminalitas, banjir, dan penataan kawasan yang buruk jadi persoalan yang menghantui. Kecamatan Genuk Kota Semarang yang berada di sisi timur kota menjadi salah satu cerminannya. 

Asal tahu saja, Genuk merupakan kecamatan yang berbatasan langsung Kabupaten Demak. Saya melihat, Genuk punya banyak beban sebagai salah satu daerah yang dilewati Jalur Pantura di Jawa Tengah. Namun, Pemkot Semarang justru menganaktirikannya, seolah nggak mau ambil pusing dengan persoalan-persoalan yang dihadapi daerah pinggiran itu. 

Tidak heran kalau persoalan yang dihadapi Genuk masih sama saja dari tahun ke tahun. Kondisinya tidak ada perbaikan, bahkan semakin buruk saja. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan bagi warga setempat maupun warga setempat maupun pendatang yang melintas. 

Kecamatan Genuk langganan banjir

Persoalan pertama yang menjadi keresahan warga lokal dan warga yang melintasi daerah Genuk adalah banjir. Banjir di sini sudah jadi fenomena rutinan setiap tahun. Bahkan, banjir bisa terjadi sepanjang tahun kalau memang intensitas hujan sedang tinggi-tingginya. 

Perpaduan antara sistem irigasi dan drainase yang buruk, penataan rumah warga yang keliwat mepet satu dengan yang lain jadi penyebab banjir. Belum lagi kebiasan buang sampah sembarang. Asal tahu saja, setiap tahunnya, sekitar 174.000 hektar area Genuk harus diselimuti banjir. Anehnya, persoalan tersebut menahun dan nggak kunjung menemui solusi. 

Ketika banjir melanda Genuk, maka secara otomatis jalur pantura yang termasuk di dalamnya juga akan tergenang oleh banjir. Ini yang membuat area ini langganan macet dan kecelakaan. Jalanannya pun jadi cepat rusak karena terus-terusan terkena genangan air.

Sebaliknya, ketika musim kering. Daerah Genuk ini seperti kota kering yang berdebu dan panas. Melalui jalan sepanjang area Genuk-Kaligawe, pengendara motor rasanya bisa seperti dipanggang di tengah hembusan angin panas dan semprotan knalpot tronton. Tobat deh lewat jalan ini. Hal itu karena kawasannya ini juga jarang ditanami pohon-pohon rindang sebagai penyeimbang suhu panas saat musim kering.

Pedagang pasar di Genuk bikin jalanan ruwet

Masalah lainnya adalah soal para pedagang pasar Genuk yang lebih sering memenuhi bahu jalan ketimbang menggunakan pasar yang sudah disediakan. Mulai dari Pasar Induk Genuk, pasar desa di Bangetayu, dan beberapa pasar tumpah lainnya membuat jalanan di daerah Genuk ini sering jadi langganan macet. Kondisi itu tentu sangat menyebalkan, terlebih ketika pagi dan sore hari saat volume pengguna jalan meningkatkan karena jadi waktu pergi dan pulang kerja.

Baca Juga:

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

Keberadaan pedagang liar itu sebenarnya sudah beberapa kali ditertibkan, tapi acapkali kembali lagi. Entah harus bagaimana lagi menangani kondisi tersebut. Selain meresahkan pengguna jalan, keberadaan para pedagang liar ini juga merugikan para pedagang resmi yang ada di dalam pasar. Dagangan mereka jadi kurang laku karena pembelinya sudah kadung mampir ke para pedagang liar di pinggiran jalan.

Rawan tindakan kriminal

Masalah paling meresahkan di Kecamatan Genuk, Semarang adalah kriminalitas. Daerah ini memang kerap terjadi pencurian atau permalingan di Genuk sangat tinggi. Pembegalan juga sering terjadi apalagi ketika malam hari. Melalui area Genuk di atas jam 11 malam itu bikin resah. Kalau sendirian, sebaiknya urungkan niat kalau nggak mau motor atau nyawa melayang.

Selain maling dan begal, Genuk terkenal sebagai arena tawuran oleh para gangster. Tawuran biasanya dilakukan oleh perkumpulan gangster yang berasal di beberapa daerah di Kota Semarang. Kabar terbaru, pada bulan Mei lalu terjadi perang gangster dengan membawa senjata tajam. Mereka saling bacok hingga ada yang dilarikan ke rumah sakit. Kabarnya tawuran tersebut bermula saling adu argumen di media sosial.

Pada 2023, Genuk sempat ramai karena tawuran pelajar yang para pelakunya masih berusia di bawah 17 tahun. Penyebabnya sama, yaitu saling adu argumen dan saling menantang satu sama lain. Beruntungnya aksi tawuran itu tidak sampai ada yang meninggal. Kalau sampai meninggal kan ya kasihan aja gitu. Masa depan masih panjang, kok ya mokat gara-gara tawuran yang nggak ada kerennya blasss.

Sejumlah masalah di Genuk, Kota Semarang itu masih lestari hingga saat ini. Kondisi itu meresahkan warga setempat dan siapa saja yang melintas. Kalau dibiarkan, saya kok membayangkan kecamatan ini menjadi seperti Terminal Grey yang ada di anime One Piece ya, alias daerah yang remuk redam. Benar-benar perlu aksi nyata untuk mengatasinya. 

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Babakan Ciparay, Kecamatan Jahanam di Kota Bandung yang Bakal Menguji Kesabaran Kalian

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2024 oleh

Tags: genukGenuk Semarangkecamatan genukkota semarangSemarang
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

3 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Tuntang, Kabupaten Semarang (Unsplash)

3 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Tuntang, Kabupaten Semarang

21 Agustus 2022
Pengalaman Tinggal di Semarang Utara, Terjebak Dalam Kos Selama Tiga Hari karena Banjir Setinggi Perut

Pengalaman Tinggal di Semarang Utara, Terjebak Dalam Kos Selama Tiga Hari karena Banjir Setinggi Perut

22 Maret 2024
3 Kafe ala Korea di Semarang, Seru buat Nongkrong dan Kulineran

3 Kafe ala Korea di Semarang, Seru buat Nongkrong dan Kulineran

21 Mei 2023
Depok Semarang Ruwet, tapi Masih Bisa Dimaafkan, Tidak Seperti Depok di Daerah Lain Mojok.co

Depok Semarang Ruwet, tapi Masih Bisa Dimaafkan, Tidak Seperti Depok di Daerah Lain

17 Oktober 2025
Jangan Ngaku Mahasiswa UNNES Semarang kalau Masih Asing dengan 3 Gang Ini Mojok.co

Jangan Ngaku Mahasiswa UNNES Semarang kalau Asing dengan Gang-gang Ini

1 Oktober 2025
Kabupaten Pati dan “3 Dosa” yang Membuat Saya Malas Pulang (Unsplash)

Rindu Pulang ke Kabupaten Pati, tapi Jalan Rusak, Banjir Rob, dan Pengendara Ugal-ugalan Bikin Malas Mudik

16 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup Mojok.co

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

24 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.