Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Gayung Bentuk Love: Sering Dihina, tapi Justru Paling Fungsional

Yosua Lucky Oktavianus oleh Yosua Lucky Oktavianus
16 Desember 2020
A A
Gayung Bentuk Love: Sering Dihina, tapi Justru Paling Fungsional terminal mojok.co

Gayung Bentuk Love: Sering Dihina, tapi Justru Paling Fungsional terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau pengin membicarakan soal basah membasahi tubuh saat mandi, abaikan dulu soal pertarungan sengit: manakah yang lebih menyegarkan tubuh antara mandi pakai gayung atau pakai shower? Pasalnya, perdebatan tersebut nggak akan berdampak apa-apa. Khususnya, kalau ternyata di kamar mandi rumahmu cuma ada bak mandi, nggak ada showernya. Kalau gitu, ngapain harus diperdebatkan?

Berbeda dengan gayung. Ada atau tidak ada bak mandi di kamar mandimu, kamu masih bisa memanfaatkannya dengan meletakkan timba kecil di bawah pancuran air. Itu artinya, gayung adalah benda yang ada di hampir seluruh kamar mandi Anda sekalian. Bukankah begitu, Saudaraku sekalian?

Alat buat memindahkan air dari bak mandi ke tubuh kita ini memang tampak sepele. Namun, percayalah, ia lebih bermanfaat daripada rapat DPR yang ujung-ujungnya bikin sakit hati rakyat. Beneran, deh! Coba bayangin, di dunia ini nggak ada gayung, pasti ribet, deh!

Dulu, orang-orang menggunakan gayung yang terbuat dari batok kelapa. Batok ini dibelah menjadi dua, kemudian dikeringkan, dan diberi bambu ujungnya untuk memudahkan mengambil air dari dalam gentong.

Dengan perkembangan zaman, akhirnya terciptalah gayung dari berbagai macam bahan. Kebanyakan yang ada di rumah orang-orang, ia terbuat dari plastik. Bentuknya pun bermacam-macam. Ada yang berbentuk bulat, kotak, berbagai karakter kartun, ataupun love.

Setelah saya mencoba berbagai jenis gayung selama hidup saya, ternyata gayung berbentuk love adalah bentuk gayung yang paling fungsional dan estetik. Jadi, bodo amat kalau banyak yang bilang kalau gayung model ini justru identik dengan orang miskin. Apalagi, stigma ini muncuk hanya karena bentuknya yang tampak kampungan. Tunggu dulu, kampungan? Kampungan dari mananya, sih? Bentuk estetik kayak gini kok dibilang kampungan. Nggak paham saya sama masyarakat!

Tentu pendapat saya ini beralasan. Mari saya jabarkan satu-persatu.

Pertama, karena fungsinya lebih baik dari gayung bulat biasa. Gayung berbentuk love ini memudahkan kita saat menuangkan air. Pasalnya, ia punya salah satu ujung dengan sudut lancip. Sementara mayoritas orang Indonesia, menggunakan tangan kanan sebagai kendali utama. Sehingga, sudut lancip tersebut sudah pasti berada di bagian bawah. Dan sudut itulah yang sering digunakan untuk menuangkan isinya. Nggak mungkin, dong, kita menuangkannya ke arah berlawanan?

Baca Juga:

4 Hal yang Biasa di Jerman, tapi Luar Biasa di Indonesia

5 Dosa yang Sering Dilakukan Saat Mandi

Nah, fitur ini tidak dimiliki oleh gayung bulat yang tidak bersudut dan sering kali bikin isinya tercecer saat dituangkan. Apalagi saat kumur-kumur, tuh. Hmmm, pasti sering belepotan kalau pakai gayung bulat, kan?

Kedua, gayung berbentuk love adalah gayung yang membantu kita untuk mencintai orang terdekat bahkan diri kita sendiri. Pasalnya, saat kita mandi dan melihat bentuk cinta, bisa jadi kita akan teringat akan cinta dan kasih sayang dari orang-orang sekitar. Ya, biasanya kalau di kamar mandi pikiran kita bisa kemana-mana dengan stimulus di ruangan tersebut yang terbatas, kan?

Bayangkan, kita menuangkan air dari gayung berbentuk love ke tubuh kita. Sebuah adegan simbolis yang mengajak kita untuk pelan-pelan mencintai diri kita sendiri, bagaimanapun proses yang harus kita lalui sekarang.

Ketiga, gayung berbentuk love juga menambah estetika kamar mandi kita. Apalagi kalau warnanya matching sama lantai, tembok, dan bak mandinya. Masak perintilan di kamar mandi bentuknya kotak dan bulet-bulet doang. Kadang, perlu ditambahkan sentuhan yang berbeda biar lebih mantap dipandang mata. Supaya kamar mandi jadi lebih estetik dan nggak menjemukan.

Jadi, kalau masih ada yang ngecengin gayung berbentuk love adalah gayung kelas menengah ke bawah, itu adalah suatu kesalahan fatal. Pasalnya, gayung ini fungsinya lebih baik daripada yang lain. Gitu.

BACA JUGA Mandi Pakai Gayung vs Mandi Pakai Shower, Mana yang Lebih Unggul?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Desember 2020 oleh

Tags: gayunggayung lovemandi
Yosua Lucky Oktavianus

Yosua Lucky Oktavianus

Aaya ini orang random, suka makan nasi goreng, dan sering diejek badannya gendut, tapi padahal saya ini kembarannya Beckham, follow ig saya di @selepaskerja kalau nggak follow ya gapapa.

ArtikelTerkait

mandi pakai shower atau gayung mojok

Mandi Pakai Gayung vs Mandi Pakai Shower, Mana yang Lebih Unggul?

12 September 2020
3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Mandi Pakai Shower meski Ada di Kamar Mandi Terminal Mojok

3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Mandi Pakai Shower meski Ada di Kamar Mandi

26 April 2022
Ribetnya Urusan Mandi di Jepang Terminal Mojok

Ribetnya Urusan Mandi di Jepang

3 Maret 2022
Penjelasan Ilmiah Kenapa Handuk Laki-laki Lebih Basah ketimbang Perempuan Setelah Mandi

Penjelasan Ilmiah Kenapa Handuk Laki-laki Lebih Basah ketimbang Perempuan Setelah Mandi

11 Oktober 2022
Hal-hal Nggak Biasa di Jerman yang Bikin Orang Indonesia Kaget: Mulai dari Selai Berry buat Cocolan Ayam sampai Anjing yang Jadi Penumpang di Metro

4 Hal yang Biasa di Jerman, tapi Luar Biasa di Indonesia

7 September 2023
Kebiasaan Mandi dan Gosok Gigi yang Unik Orang Korea Terminal Mojok

Kebiasaan Mandi dan Gosok Gigi Unik Orang Korea

11 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Sejak 2020 Hingga Kini, Honda Beat Deluxe Merah-Hitam Jadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan dalam Membangun Bisnis Warung Madura

20 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.