Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR (unsplash.com)

Fresh graduate gaji di bawah UMR menederita pas Lebaran. Sudah nggak dapat THR, malah diminta memberi ke THR ke para keponakan.

Setelah lebaran Idulfitri, saya dan keluarga besar berkumpul di rumah eyang. Kami semua lebur dalam suasana kehangatan di hari kemenangan. Meja ruang tamu telah dipenuhi berbagai jenis makanan. Mulai dari nastar, kue kacang, kue putri salju, rengginang, rempeyek, permen, wafer hingga astor. 

Semua tamu yang datang dipersilahkan untuk mencicipi cemilan dan makanan yang disajikan. Tak luput jua, opor mulai dihangatkan kembali karena rasa lapar sudah meraung. Waktu pun berlalu dengan cepat hingga semua keluarga benar-benar telah berkumpul.

Akhirnya, acara silaturahmi yang dinanti pun dimulai. Semua keluarga mengikuti acara dengan khusuk dan khidmat. Setelah rangkaian acara silaturahmi usai, tibalah pada acara yang dinanti, pembagian THR. Kami, para cucu, memasang senyum paling riang. Wajah berbinar layaknya seorang anak muda yang kasmaran. Inilah momen yang selalu dinanti oleh saudara-saudara dan saya. Sayangnya, semua itu berubah setelah saya menyandang status baru, fresh graduate. 

Fresh graduate dieliminasi sebagai penerima THR

Setelah menunggu antrian, tibalah giliran saya menerima uang THR. Tapi, bukannya amplop yang saya terima melainkan sebuah penolakan. Ya, penolakan mentah-mentah. Saya pun hanya tersenyum kecut sembari mengelus dada. Alasan kenapa saya “dieliminasi” menerima uang THR karena saya sudah bekerja. 

Mungkin, alasan ini masuk akal bagi kalian yang sudah memiliki pekerjaan dengan gaji UMR. Namun, bagi fresh graduate seperti saya yang gajinya masih di bawah UMR, dieliminasi sebagai penerima THR adalah malapetaka. Kenapa? Karena uang THR bisa sangat menunjang kondisi keuangan saya yang masih labil seperti masa remaja.

Kejadian itu pun tak saya ambil pusing. Saya kembali berkeliling rumah nenek untuk menemui beberapa saudara yang belum sempat disalami. Ternyata, hampir setiap kali bertemu dengan para keponakan, saya ditagih untuk memberikan THR. Wah, modar, Lur! Sudah tidak menerima THR, ini malah dipaksa buat ngasih THR. 

Gaji yang dianggap besar, padahal pengeluaran juga besar

Banyak yang mengatakan, gaji yang saya terima tergolong besar bagi seorang fresh graduate. Saya pun mengakuinya. Namun, perlu diketahui, lokasi tempat saya bekerja lumayan jauh. Lokasinya sekitar 17 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Jadi, penghasilan yang saya dapatkan sebagian besar mengalir untuk keperluan transportasi. 

Selain itu, ada juga pengeluaran lain yang tidak boleh saya lalaikan seperti memberi uang saku pada adik. Belum lagi, sebagai seorang yang memiliki hobi membaca, saya harus menyisihkan sebagian uang untuk membeli buku. Layaknya perut yang memerlukan makanan bergizi, otak pun perlu asupan bacaan yang bernutrisi.

Menurut saya, gaji yang dikantongi per bulan memang cukup besar, tapi pengeluaran saya tidak sedikit. Ini bukan pengeluaran karena gaya hidup hedon ya. Memang banyak biaya hidup saya dalam satu bulan. 

Mengadu nasib adalah jawaban paling tepat 

Sebagai seorang fresh graduate yang gajinya hampir menyentuh UMR, saya selalu berkelit dengan berbagai alasan diplomatis ketika ditagih THR oleh para ponakan. Mereka (para keponakan) saya janjikan uang THR di lebaran tahun selanjutnya. Kalau sudah seperti itu mereka akan diam dan mengangguk. 

Akan tetapi, alasan ini tidak berlaku bagi mereka para orang tua dari keponakan saya (kakak sepupu saya). Saya pun putar otak untuk memberikan alasan lain yang bisa diterima. Akhirnya, saya mengadu nasib dengan mereka. Tujuannya, agar kakak sepupu memaklumi jika saya belum bisa ngasih THR pada hari raya tahun ini. 

Cara di atas bahkan bisa mengembalikan keadaan. Kok bisa? Saya yang awalnya dipaksa untuk memberikan THR, akhirnya menerima uang THR juga. Kalian yang ada di posisi saya wajib mencoba cara adu nasib ini. Selain menggugurkan kewajiban memberikan THR, status kalian sebagai penerima THR bisa diaktifkan kembali. Hahaha.

Kalau lebaran kali ini, kalian dapat THR nggak, Geas? Pada dapet berapa sih? Bagi-bagi, dong!

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 5 Situs Lowongan Kerja yang Cocok untuk Fresh Graduate

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version