Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Fresh Graduate Minta Gaji Kelewat Tinggi Harusnya Dikasih Pengertian, Bukan Dijadiin Konten!

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
25 September 2021
A A
7 Pengalaman Konyol Fresh Graduate yang Pertama Kali Bekerja di Perusahaan terminal mojok

7 Pengalaman Konyol Fresh Graduate yang Pertama Kali Bekerja di Perusahaan terminal mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam waktu yang berdekatan selama beberapa hari terakhir, ada tubir yang cukup ramai jadi bahan perbincangan di Twitter. Objeknya adalah pelamar kerja yang berstatus fresh graduate. Lulusan baru, apa pun pendidikan terakhirnya. Pemicunya adalah oknum HRD yang menjadikan fresh graduate sebagai konten shaming di berbagai platform media sosial.

Tubir sepanjang masa di kalangan HRD dan/atau khalayak soal fresh graduate ini nggak jauh-jauh dari kelakuan mereka—para pelamar kerja fresh graduate—yang sering kali minta nominal gaji di atas rata-rata. Bahkan, sampai dua digit. Belum lagi bawa-bawa almamater (lulusan dari kampus mana) saat proses interview. Sehingga, menimbulkan pertanyaan, “Belum ada pengalaman, kemampuan belum teruji, kok sudah minta gaji tinggi?” di kalangan sebagian HRD.

Di satu sisi, mungkin hal tersebut menjadi sesuatu yang membikin sebagian HRD mangkel. Namun, di sisi lain, saya pikir, HRD juga perlu melakukan probing saat melakukan proses seleksi karyawan. Agar bisa mengetahui alasan pelamar kerja yang berstatus fresh graduate, bisa sampai mengajukan gaji di atas rata-rata. Cocok atau tidak dengan kualifikasi sekaligus budget perusahaan, itu menjadi persoalan lain. Apalagi jika negotiable. Artinya, terkait gaji atau benefit yang diminta, masih bisa diajukan ke atasan: baik top management, finance, direktur, atau CEO jika diperlukan.

Oke. Kalaupun belum cocok karena overbudget atau ada pertimbangan lain, kan tinggal menyampaikan kepada pelamar kerja yang bersangkutan, Bapak/Ibu HRD sekalian. Bukan malah menjadikannya konten shaming di media sosial. Seakan-akan mereka layak dirujak secara massal. Nggak gitu cara mainnya, Bos.

Kalau mau sedikit berusaha dan niat, kandidatnya bisa diedukasi, lho. Bukan dikasih hukuman dengan cara di-bully secara online. Memang, nama dan identitas tetap disembunyikan. Namun, kalau sewaktu-waktu kandidatnya baca, gimana, hayo?

Ingat, Pak/Bu. HRD itu representasi perusahaan. Apalagi jika masih berkaitan dengan beberapa hal yang dikerjakan—atau menjadi deskripsi pekerjaan. Disadari atau tidak, suka atau nggak, HRD memang mesti punya kemampuan customer service tipis-tipis yang bisa diaplikasikan saat berkomunikasi dengan pihak internal atau eksternal, yang mana salah satunya adalah kandidat.

Apa pun persoalan yang dialami fresh graduate, selama masih dalam batas wajar atau atas nama ketidaktahuan, menurut saya akan lebih efektif jika diberi wawasan tambahan melalui edukasi. Bukan dengan cara di-bully atau dihakimi secara sepihak.

Mau minta gaji dua digit, kek. Nggak jadi atau tiba-tiba nggak minat karena ternyata lokasi kerja jauh dari tempat tinggal, kek. Selama bisa dikomunikasikan dengan baik, tidak serta merta menjadi dosa yang harus dipikul sendiri oleh para fresh graduate, Bos.

Baca Juga:

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

Ormawa Sepi Peminat, Mahasiswa Gen Z Lebih Pilih Magang dan Side Job, Salah Siapa?

Persoalannya, masih banyak fresh graduate yang belum tau tentang kompleksitas dari proses seleksi karyawan. Giliran nanya ke HRD-nya langsung, nggak dijawab atau jawabannya malah menggantung.

Pas request gaji ketinggian, malah dicerca. Harusnya nggak kayak gitu. Kasih info, dong. Range gajinya berapa untuk posisi tersebut. Cocok atau pasarannya berapa. Dapat allowance apa saja, dan seterusnya, dan seterusnya. Jadi, kandidat yang masih fresh graduate juga paham, berapa income yang sebaiknya diterima. Atau, boleh lah menyarankan untuk cek di internet atau beberapa platform terlebih dahulu. Jangan malah diam-diam menusuk melalui dunia maya.

Sudah semestinya HRD punya imej yang menyenangkan dan merangkul para karyawan. Menjadi jembatan antara karyawan dan perusahaan saat menghadapi suatu persoalan. Bukan malah menjadi sosok yang menyebalkan atau menyeramkan.

Ingat, Bapak/Ibu HRD yang terhormat. Para calon karyawan perusahaan, normalnya akan bertemu kalian terlebih dahulu untuk proses awal. Jika sejak awal saja sulit untuk memberi kenyamanan, kepercayaan, atau membina relasi. Ya, jangan heran kalau perusahaan yang malah kena imbasnya. Ingat kata kuncinya: representatif.

Gimana caranya kandidat merasa nyaman dan yakin bahwa, perusahaan tempat di mana ia sedang melakukan proses seleksi karyawan adalah pilihan yang tepat, ketika dari awal saja sudah kena omel HRD, dinyinyirin, dapat senyum sinis. Belum lagi dijadikan konten shaming di media sosial. Haduh, haduh, haduh.

Dan untuk para fresh graduate, saran saya, apalagi jika sudah menyinggung soal gaji, ada baiknya juga cari tahu berapa harga yang cocok untuk posisi yang diinginkan dan dari latar belakang pendidikan yang dimiliki. Bisa dicari di internet atau beberapa platform, kok. Paling nggak, bisa dapat gambarannya gitu. Biar nggak jadi konten shaming—mematok gaji terlalu tinggi—tapi, nggak terlalu rendah juga.

Nah, buat klean, entah para HRD atau senior yang ngetawain fresh graduate, saya jadi pengin nanya: emang kalian sebegitu yakinnya kalau dulu nggak berbuat hal yang bodoh kek gini?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2021 oleh

Tags: Fresh GraduategajiHRDkonten
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Kebiasaan Pemerintah Indonesia Minta Hapus Konten ke Google, Emang Bikin Malu! terminal mojok.co

Kebiasaan Pemerintah Indonesia Minta Hapus Konten ke Google: Emang Bikin Malu!

26 Oktober 2021
Kenapa, sih, HRD yang Menyebalkan Semakin Banyak?

Kenapa, sih, HRD yang Menyebalkan Semakin Banyak?

14 November 2023
Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo! UMP Jogja, gaji Jogja, frugal living ump jogja yogyakarta, bandung

Kenaikan UMP Jogja 2024 Itu Tak Ada Artinya, Tetap Nggak Bisa Beli Apa-apa

1 Maret 2024
Jangan Ngiler Gaji 2 Digit dan Posisi Manager! Fresh Graduate Perlu Tahu 3 Hal Berikut Terminal Mojok

Memangnya Kenapa Kalau Fresh Graduate Melakukan Negosiasi Sekaligus Punya Obsesi Gaji yang Tinggi?

13 Agustus 2023
Pelamar Kerja Jangan Bluffing CV kalau Nggak Mau Pusing Saat Interview terminal mojok

Pelamar Kerja Jangan Bluffing CV kalau Nggak Mau Pusing Saat Interview

13 Oktober 2021
Dear Ferdian Paleka, YouTuber yang Udah Ngerjain Transpuan terminal mojok.co

YouTuber yang Kontennya Nyampah Cukup Dihadapi dengan 4 Hal Ini

8 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.