Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lainnya Mana?

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
19 Agustus 2023
A A
Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lain pada ke Mana?

Film Horor Indonesia Isinya Hantu dari Jawa, Hantu dari Daerah Lain pada ke Mana? (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perhatiin nggak sih kenapa film horor Indonesia kok kebanyakan mengangkat kisah hantu dari Pulau Jawa aja? Kenapa jarang menghadirkan sosok kuyang dari Kalimantan, begu ganjang dari Sumatra Utara, atau suanggi dari Papua?

Animo masyarakat Indonesia terhadap film horor terbilang masih cukup tinggi. Bukan hanya horor yang berasal dari mancanegara, tayangan yang mengusung keberadaan entitas astral dari Nusantara pun terlihat padat peminat. Tak heran, banyak rumah produksi dalam negeri yang gencar menelurkan karya film bertema makhluk gaib.

Fenomena ini kemudian terasa menggelitik sejumlah penggemar film, terutama ketika sederet rumah produksi tersebut seolah enggan mencoba keluar dari zona nyaman dengan membuat karya lain di luar tema mistis. Lihat saja, dominasi film horor Indonesia begitu kental di bioskop. Sialnya, nuansa kengerian yang dihadirkan terasa seragam sehingga kadang membuat penonton jenuh.

Sebenarnya oke-oke saja berkecimpung di ranah tontonan horor. Hanya saja, bukan kuantitas semata yang digempur, melainkan kualitas dan variasi ceritanya. Kebosanan masyarakat akan film horor Indonesia salah satunya disebabkan gencarnya penggunaan hantu dari Pulau Jawa di sejumlah film yang sudah tayang. Padahal Indonesia sejatinya tidak hanya kaya akan ragam budaya, tetapi juga kaya akan jenis entitas makhluk dari dimensi lain yang tersebar di berbagai pulau.

Film horor Indonesia kebanyakan mengangkat kisah hantu di Pulau Jawa karena alasan operasional

Latar belakang utama pemakaian hantu lokal dari Jawa pada kebanyakan film horor Indonesia tampaknya menjurus pada masalah operasional. Sebagaimana yang banyak orang tahu, mayoritas rumah produksi besar berada di Jawa. Begitu pula dengan pemain film yang punya kredibilitas menjanjikan pun berdomisili di Pulau Jawa.

Mengingat tujuan utama dari kebanyakan pembuatan film horor adalah profit, tentu produser film mempertimbangkan ongkos produksi yang akan digunakan untuk membuat satu film tersebut. Jika memutuskan untuk mengangkat cerita setan di luar Pulau Jawa, akan ada biaya tambahan untuk melakukan observasi mengenai keberadaan, ciri khas, dan dampak sosok gaib tersebut dalam kehidupan manusia.

Penggambaran makhluk halus luar pulau pastinya tidak boleh sembarangan. Bukan karena takut hantunya ngamuk, tapi lebih kepada meminimalisir protes netizen seandainya sosok yang dipertontonkan di film kurang representatif. Hal-hal seperti ini tentu membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya ekstra. Jika biaya membengkak, bisa jadi film tersebut justru merugi alih-alih mendulang untung.

Belum lagi, ongkos yang dibutuhkan guna memboyong seluruh kru film ke luar pulau Jawa selama masa syuting juga tidak sedikit. Kan aneh misalnya mengangkat kisah hantu dari Pulau Kalimantan, tapi pengambilan gambarnya di Pulau Jawa.

Baca Juga:

Banyuwangi: Ditinggal Ngangeni, Ditunggui Bikin Sakit Hati

Nonton Film Horor di Mall “Mati”: Pengalaman Unik di Mall Hermes Place Polonia Medan

Intinya, ada pengorbanan dan usaha lebih yang harus dikerahkan. Lain halnya bila memakai hantu lokal dari Jawa yang sudah familier seperti genderuwo, wewe gombel, lampor, dll. Nggak butuh riset khusus untuk menghadirkan figur keduanya di layar lebar.

Mengadaptasi bacaan seram dari platform di dunia maya yang sudah viral

Alasan selanjutnya kebanyakan film horor Indonesia mengangkat kisah hantu Jawa adalah mengikuti apa yang tengah disukai pasar. Bukan rahasia lagi kalau sebagian film horor Indonesia yang diproduksi merupakan adaptasi bacaan seram dari berbagai platform di dunia maya.

Jauh sebelum meledaknya utas KKN di Desa Penari di Twitter yang kental dengan budaya Jawa Timur, ada Keluarga Tak Kasat Mata di Kaskus yang berlatar belakang di Kota Pelajar dan juga diangkat ke layar lebar. Jelas, entitas astral yang diangkat kedua penulis tersebut berasal dari Jawa.

Dua cerita mistis bombastis berupa karya tulis tersebut seolah memberikan jaminan jika kisah mistis berlatar belakang kebudayaan Jawa akan meraup kesuksesan yang sama jika disajikan dalam bentuk film. Pemikiran ini, tak hanya diamini oleh para produsen film. Para penulis cerita horor juga seakan latah tak mau keluar jalur dengan berfokus pada sosok astral di Pulau Jawa. Hanya segelintir yang berani keluar pakem mengangkat kisah mistis dari pulau lain.

Pengaruh film horor Indonesia yang sukses sebelumnya

Sikap latah dan main aman tersebut nyatanya tidak hanya terjadi pada utas yang dianggap viral. Film horor Indonesia dan mancanegara yang sukses menyita perhatian pun seolah menjadi patokan bagaimana film horor lokal seharusnya ditampilkan. Misalnya, ketika orang-orang tengah demam teror boneka Anabelle, produsen horor lokal mengekor rumus tersebut dan mengadaptasinya dengan menghadirkan figur boneka terkutuk. Sayangnya, lagi-lagi setting film berada di Pulau Jawa, khususnya ibu kota.

Belakangan ini, produser film horor Indonesia tampaknya tergiur mengulang kesuksesan film horor jadul ketimbang mengorek entitas astral yang belum banyak diketahui orang. Makanya membuat remake jauh lebih menggoda lantaran calon penonton akan penasaran untuk membandingkan hasil film remake dengan pendahulunya.

Beberapa judul seperti Bayi Ajaib, Pengabdi Setan, Pocong Mumun, Si Manis Jembatan Ancol, dan sejumlah film horor yang dibintangi aktris legendaris Suzzanna cukup laris di pasaran. Meskipun sejumlah film remake tersebut tidak sama persis dengan versi aslinya, tokoh mistis yang diangkat tetap saja serupa dan tidak jauh-jauh dari penggambaran sosok astral dari Jawa.

Sebenarnya, sebagian penonton tidak keberatan dengan maraknya film horor Indonesia yang masih berkutat pada hantu mainstream asal Pulau Jawa. Sayangnya, keputusan tersebut kurang diikuti dengan totalitas eksekusinya. Contohnya, penggunaan logat dan kosakata bahasa Jawa yang tanggung dan malah terdengar wagu. Pun, menyia-nyiakan potensi eksistensi keanekaragaman cerita mistis dari berbagai penjuru pulau di tanah air patut dipikir ulang.

Bukankah mengangkat sesuatu yang baru dan beda biasanya berpeluang menggebrak pasar dan menjadi standar baru dalam bidang perfilman?

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Keanehan para Ulama di Film Horor Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2023 oleh

Tags: cerita hantuFilm HororFilm Horor Indonesiahantupulau jawa
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Apakah Merantau ke Luar Pulau Jawa Masih Menjanjikan?  

Apakah Merantau ke Luar Pulau Jawa Masih Menjanjikan?

23 Agustus 2024
Cerita-cerita tentang Hantu dan Bagaimana Kita Menuduhnya Sebagai Tokoh Paling Antagonis

Cerita-cerita tentang Hantu

5 November 2019
setan sableng tv takut hantu channel youtube hantu misteri mojok

Tonton Channel-channel YouTube Ini, Dijamin Nggak Takut Setan Lagi

29 April 2020
Insidious: The Red Door: Ceritanya kok Mirip kayak 2 Film Awal? Ini Film Apa Tugas Kuliah, Bos, kok Copy Paste? insidious

Insidious: The Red Door: Ceritanya kok Mirip kayak 2 Film Awal? Ini Film Apa Tugas Kuliah, Bos, kok Copy Paste?

13 Juli 2023
setan

Film Ghost Writer: Meminta Bantuan Setan Merupakan Alternatif Untuk Menamatkan Naskah Novel yang Nggak Kelar-Kelar

18 Juni 2019
7 Rekomendasi Film Horor Komedi Indonesia Terbaik untuk Kalian yang Muak sama Horor Jelek Banyak Jump Scare

7 Rekomendasi Film Horor Komedi Indonesia Terbaik untuk Kalian yang Muak sama Horor Jelek Banyak Jump Scare

24 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
Vespa Matic, Motor Paling Tidak Layak untuk Dibeli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor

1 Maret 2026
Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Layak Diperebutkan, Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi Mojok.co

Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi

28 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.