Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Fast & Furious, Franchise yang Semakin Dipaksakan

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
21 April 2022
A A
Fast & Furious, Franchise yang Semakin Dipaksakan fast x

Fast & Furious, Franchise yang Semakin Dipaksakan (Steve Lagreca via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu, saya memutuskan untuk menyaksikan film Fast & Furious 9 sebagai bahan ngabuburit di rumah. Selama menonton, saya cukup terhibur dengan aksi-aksi menegangkan yang dilakukan oleh Dominic Toretto dan “keluarga”, serta humor-humor mengocok perut yang diselipkan di beberapa adegan.

Namun, saya tidak akan memberikan review secara panjang lebar mengenai film tersebut dalam tulisan ini. Di sini, dapat dikatakan saya akan membahas perihal sisi buruk yang cukup mengganggu dari franchise film yang pertama kali dimulai pada 2001 itu.

Mengapa saya menganggapnya “mengganggu”? Karena sejatinya, saya merasa Fast & Furious (FF) merupakan sebuah seri yang berpotensi jadi legenda dan dikenang baik oleh penonton, asalkan kisahnya tidak dipanjang-panjangkan seperti yang terjadi sekarang. Saya pikir saya bukanlah satu-satunya orang yang merasa bahwa kini konflik yang terjadi di serial tersebut semakin terkesan dipaksakan dan dalam hal tersebut, tak beda jauh dengan sinetron-sinetron Indonesia yang muncul di layar kaca.

Jika saya diminta untuk membuktikan bagian mana yang terkesan “dipaksakan”, saya akan mulai menjelaskan tentang konflik-konflik yang melibatkan Dom dkk. di beberapa seri terakhirnya. Dalam film Fast & Furious 5 atau biasa disebut pula Fast 5, Dom dikisahkan berseteru dengan seorang agen DSS (Diplomatic Security Service) bernama Luke Hobbs yang diperankan oleh Dwayne Johnson. Akan tetapi, perseteruan mereka tersebut boleh dikatakan mereda di bagian akhir film, di mana Hobbs membiarkan Dom dan para krunya kabur bersama uang yang mereka curi dari seorang politikus Brazil.

The Rock (Kachy Hutchins via Shutterstock.com)

Lalu, di film berikutnya, yaitu Fast & Furious 6, Hobbs malah dikisahkan meminta bantuan Toretto untuk menangani seorang penjahat berbahaya bernama Owen Shaw (Luke Evans). Shaw sendiri kemudian diketahui merupakan adik dari Deckard Shaw (Jason Statham), yang merupakan villain di film ketujuh. Di dua film berikutnya, yaitu Fast & Furious 8 atau disebut pula The Fate of the Furious, Owen Shaw kembali hadir—setelah di film keenam dikisahkan tewas—dan membantu Dom untuk menyelamatkan anaknya yang diculik oleh sang antagonis utama.

Coba tebak, siapa yang membantu Owen dalam menyelamatkan putranya Dom? Siapa lagi kalau bukan Deckard, sang penjahat yang di prekuelnya dikisahkan berjuang mati-matian demi bisa mencabut nyawa Dom dan para krunya.

Dari sedikit penjelasan tersebut, kalian sudah dapat melihat polanya, bukan? Selalu saja diceritakan bahwa Dominic Toretto dan rekan-rekannya berhadapan dengan seorang musuh, yang kemudian pada film berikutnya akan berubah menjadi sekutu dan seakan langsung cepat “akrab” bersama rombongan mereka. Hal yang cukup aneh dan kurang realistis, bukan? Bagaimana bisa kita hanya membutuhkan waktu singkat untuk berteman dengan seseorang yang pernah berniat membunuh kita?

Dom (Cubankite via Shutterstock.com)

Jika di kehidupan nyata, saya pikir kita tentu akan malas berteman dengan seseorang yang ternyata memiliki tabiat buruk. Seperti misalnya teman yang meminjam uang tetapi selalu mengelak jika diminta untuk mengembalikan. Dari kasus semacam itu saja, kita sudah akan berpikir dua kali bila mau “bersekutu” dengan mereka, apalagi bila sudah menyangkut bunuh-membunuh seperti dalam franchise ini, bukan? Nahasnya, “format” ini terus-menerus diulang oleh sang penulis cerita yang tampaknya juga sudah kebingungan akan membawa kisah Dom dkk. ke mana lagi berikutnya.

Baca Juga:

Indomaret: Satu-satunya Bisnis Franchise yang Nggak Cuma Jualan Halu, Bisa Dicoba buat Cari Cuan di 2025

4 Alasan Potensi Franchise Cilok Lebih Menggiurkan ketimbang Es Teh Jumbo  

Lantas, di film ke berapakah seri Fast & Furious seharusnya diakhiri? Menurut saya, akan lebih baik bila pihak studio mengakhiri kisah petualangan Dom dkk. di film kelimanya. Seperti yang telah saya tuliskan sebelumnya, film tersebut diakhiri dengan Dominic Toretto dan para krunya menjadi crazy rich mendadak setelah mencuri uang haram milik seorang politikus di negerinya Neymar. Dan demi menghindari kejaran pihak berwenang, mereka pun memutuskan untuk berpisah dan memulai kehidupan baru di tempat yang berbeda-beda.

Jika franchise ini diakhiri seperti itu, saya rasa penonton akan dibuat terpuaskan dengan akhir kisah pembalap jalanan yang selalu mengutamakan nilai-nilai kekeluargaan itu, di mana Dom dan teman-temannya kini telah hidup bahagia dan “pensiun” dari kehidupan jalanan yang serba cepat itu.

Opsi lainnya adalah dengan mengakhiri seri ini di film ketujuh yang juga bisa disebut Furious 7. Seperti yang diketahui, film tersebut menjadi film terakhir mendiang Paul Walker yang wafat karena mengalami tragedi kecelakaan mobil pada 30 November 2013. Pada bagian akhir film, James Wan, yang bertindak sebagai sutradara, sukses menciptakan sebuah tribute yang sangat mengharukan bagi aktor asal Amerika Serikat tersebut.

Mobil Paul (Danialkzm via Shutterstock.com)

Saya sampai detik ini masih mengingat jelas adegan terakhir di mana mobil yang dikendarai oleh Brian O’Conner mengambil “rute” yang berbeda dengan mobil yang dikendarai oleh Dom. Adegan itu seakan menjadi isyarat yang bagus untuk menunjukkan bahwa Paul Walker kini tak lagi berada di tengah-tengah kita dan sudah “berkelana” ke sebuah tempat yang berbeda. Dan jangan lupakan pula iringan lagu “See You Again” yang dibawakan secara sempurna oleh Charlie Puth dan Wiz Khalifa. Oh, Tuhan, betapa saya berharap adegan tersebut menjadi scene terakhir dari franchise ini.

Akan tetapi, pada kenyataannya petualangan Dominic Toretto masih tetap berlanjut hingga film ke-9. Bahkan, dari beberapa informasi yang saya baca, pihak studio juga tengah menyiapkan sekuel terbarunya yang akan menggandeng aktor pemeran Aquaman, Jason Momoa, sebagai sang antagonis utama. Dan sebagai seorang fans yang tidak punya kuasa apa-apa, saya hanya bisa memasrahkan nasib seri ini kepada mereka yang terlibat sembari mengharapkan film berikutnya tidak akan semakin membuat Fast & Furious menjadi sebuah franchise yang “dipaksakan”.

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dear Fans Manchester United, Belajarlah dari Kesombongan Kalian Selama Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2022 oleh

Tags: fast & furiousfranchise
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

Situbondo (Mungkin) Tidak Akan Pernah Punya Bioskop Lagi, Tidak Hari Ini, Tidak di Masa Depan

Situbondo (Mungkin) Tidak Akan Pernah Punya Bioskop Lagi, Tidak Hari Ini, Tidak di Masa Depan

5 November 2024
5 Franchise Restoran yang Jadi Comfort Food Saat Bepergian ke Luar Kota (Mojok.co)

5 Franchise Restoran yang Jadi Comfort Food Saat Bepergian ke Luar Kota

12 November 2024
Ide Bisnis Cuan 2023- Potensi Menguntungkan Franchise Indomaret! Simak Syarat dan Tahapannya (Unsplash.com)

Ide Bisnis Cuan 2023: Potensi Menguntungkan Franchise Indomaret! Simak Syarat dan Tahapannya

6 Oktober 2022
need for speed most wanted mojok

‘Need for Speed: Most Wanted’, Sekuel NFS Paling Memorable

1 Juli 2021
final fantasy VII remake mojok

Final Fantasy Adalah Gim RPG Terbaik Sepanjang Masa, No Debat!

10 Juli 2021
Nasi Padang Lauk Telur Dadar, Comfort Food Terbaik di Rumah Makan Padang warteg masakan padang

3 Alasan Nasi Padang Jadi Makin Murah Dibanding Nasi Warteg

26 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.