Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

Cafe Minamdang: Drakor Kocak soal Dukun Abal-abal dan Konflik Hukum

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
10 Juli 2022
A A
Cafe Minamdang Drakor Kocak soal Dukun Abal-abal dan Konflik Hukum Terminal Mojok

Cafe Minamdang Drakor Kocak soal Dukun Abal-abal dan Konflik Hukum (Instagram KBS Drama)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang udah nonton aksi Seo In Guk jadi dukun abal-abal di drakor Cafe Minamdang?

Setelah Our Blues dan My Liberations Notes tamat, agak sulit rasanya bagi saya untuk menemukan tontonan drakor on going yang saat ditonton ceritanya benar-benar bikin tersentuh. Bukan berarti nggak ada drakor yang bagus, tetapi ini tentang relate-nya cerita dalam drama dengan pengalaman pribadi. Our Blues dan My Liberation Notes adalah dua judul drama yang ceritanya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, makanya bukan hal sulit untuk bisa menjadikannya dua drakor terbaik tahun ini. Versi saya pribadi tentu saja.

Meski masih belum menemukan drakor on going yang vibes-nya sama kayak dua judul drakor di atas, beberapa judul drakor on going yang tayang di sejumlah platform saat ini tetap punya daya tarik tersendiri. Ada yang hanya berlandaskan satu genre, tidak sedikit juga yang menggabungkan dua bahkan lebih genre dalam satu drama. Berdasarkan pemantauan pribadi, saat ini drakor bergenre romance misteri cukup mendominasi.

Selain Why Her?, Link, dan Doctor Lawyer, akhir bulan Juni lalu kembali hadir satu judul drakor yang juga bergenre misteri. Lebih tepatnya menggabungkan antara genre misteri, komedi, dan romance. Drakor tersebut berjudul Cafe Minamdang. Dibanding tiga judul drama yang saya sebutkan di awal paragraf ini, Cafe Minamdang terasa lebih segar dengan kehadiran unsur komedi di dalamnya. Dalam satu episode, perasaan penonton bisa dibikin campur aduk. Kadang tegang dan penasaran, seringnya malah ngakak brutal. Terhibur banget melihat tingkah prik geng Minamdang.

Adalah Nam Han Jun (Seo In Guk), mantan profiler kriminal yang menjalankan aksi tipu-tipu jasa dukun berkedok kafe. Dalam melancarkan aksinya, Han Joon berpura-pura menjadi dukun sakti yang bisa memecahkan berbagai macam masalah kliennya.

Padahal dalam menjalankan bisnisnya itu, tidak ada campur tangan kekuatan magis sama sekali. Yang terjadi adalah Han Jun menggunakan pengalamannya sebagai mantan profiler kriminal dan didukung oleh adik perempuannya, Nam Hye Jun (Kang Mi Na), mantan pegawai BIN yang kemudian bertindak sebagai hacker andal. Dalam formasi lengkap, bisnis tipu-tipu Han Jun tersebut juga melibatkan Kong Su Cheol (Kwak Si Yang) agen detektif swasta dan Gyeong Jun (Baek Seo Hoo), anak dari klien pertama bisnis perdukunan Minamdang.

Di arah berlawanan, ada Han Jae Hui (Oh Yeon Seo), detektif di kepolisian yang sebenarnya punya hubungan di masa lalu dengan Han Jun. Inti cerita dalam drakor ini pun menyangkut kematian tak wajar kakak Jae Hui yang berprofesi sebagai seorang jaksa. Meski kasus tersebut sudah cukup lama berlalu, pelaku yang sebenarnya belum tertangkap. Kasus ini pun berhubungan dengan diberhentikannya Han Jun sebagai profiler kriminal di institusi kepolisian.

Terlepas dari unsur komedi yang memang sangat menghibur, satu hal yang juga menarik perhatian saya adalah konflik yang dihadirkan. Kematian kakak detektif Han Jae Hui ternyata melibatkan sejumlah nama petinggi dan konglomerat yang bisa “mengatur proses hukum” karena mereka punya kuasa dan uang.

Baca Juga:

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Rekomendasi 8 Drama Korea yang Wajib Ditonton sebelum 2025 Berakhir

Untuk melindungi aktor utama, orang yang tidak bersalah dikorbankan. Lebih jauh, orang yang ikut terlibat dan diindikasi bisa buka mulut, akan ikut dihabisi juga. Ngeri, kan, ya?

Selain itu, ada pula Shin Gyeong Ho. Keterlibatannya dalam kasus pembunuhan sang jaksa di drakor Cafe Minamdang memang masih samar-samar di-spill, tetapi untuk kasus pribadinya, dia sudah dua kali melenggang bebas dari jeratan hukum untuk dua kasus berbeda. Pertama, kasus pembunuhan. Kedua, kasus tabrak lari. Kenapa dia bisa bebas begitu saja? Tentu saja karena pengaruh uang. Dia bisa “membeli hukum” dengan uang yang dia punya, Gaes.

Melihat konflik ini, rasanya kok kayak nggak asing, ya? Oke, detail kasus hukumnya jauh berbeda, tetapi aparat hukum atau katakanlah penegakan hukum yang tunduk di hadapan konglomerat, seperti sesuatu yang pernah saya lihat terjadi di negara Wakanda sana. Dengan kuasa uang yang dipunya, konglomerat busuk mampu membuat hukum menjadi sekadar aturan di atas kertas.

Salah satu contoh kasusnya adalah seorang konglomerat yang juga terpidana kasus korupsi, berhasil melarikan diri saat proses hukum masih berjalan. Kasus tersebut tentu saja menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum sekaligus menguak bobroknya kinerja di lingkungan peradilan.

Narasi pemberantasan mafia hukum yang menjadikan konglomerat busuk sebagai “majikan” memang selalu mencuat, tetapi untuk bisa mewujudkannya, hanya mereka yang terlibat yang bisa memberi jawaban. Karena untuk keluar dari praktik kotor di dunia hukum tersebut, sama artinya dengan siap keluar dari zona nyaman.

Dalam drakor Cafe Minamdang, Han Jae Hui adalah “musuh” para petinggi karena sikapnya yang berintegritas tinggi. Karena dianggap menganggu, maka dia harus disingkirkan. Apakah dalam kehidupan nyata pun bisa terjadi seperti itu? Entahlah. Fenomena satu hari satu oknum rasanya bikin trust issue sama aparat penegak hukum.

Di Wakanda juga ada yang namanya tren keringanan hukuman untuk para koruptor. Salah satu pertimbangan yang meringankan hukuman seorang koruptor adalah masifnya cacian masyarakat luas kepada si koruptor. Ada pula anggota kepolisian yang bisa tetap aktif bertugas meski statusnya adalah mantan narapidana kasus korupsi. Ia tetap dipertahankan karena dinilai berprestasi saat bekerja di institusi kepolisian.

Syukurnya, hal-hal mengerikan di atas cuma terjadi di drakor dan di Wakanda. Kalau di Indonesia? Nggak, dong. Negara kita tercinta ini aman, kok. Semuanya selalu taat hukum. Iya, kan? Iya, kan?

Cafe Minamdang tayang di aplikasi merah setiap hari Senin dan Selasa. Recommended, Gaes.

Penulis: Utamy Ningsih
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Drama Korea yang Seharusnya Lanjut ke Season 2.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2022 oleh

Tags: cafe minamdangdrama koreaDukunkonflik hukum
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

Membayangkan Hidup di 4 Desa Paling Populer dalam Drama Korea, Paling Enak Tinggal di Mana?

Membayangkan Hidup di 4 Desa Paling Populer dalam Drama Korea, Paling Enak Tinggal di Mana?

29 Juni 2023
5 Karakter Drama Korea Paling Berkesan Tahun 2022 Terminal Mojok

5 Karakter Drama Korea Paling Berkesan Tahun 2022

31 Desember 2022
siwon bahasa indoneisa, kabinet kasih sayang

Kabinet Kasih Sayang untuk Indonesia yang Lebih Halu

27 Oktober 2019
10 Drama Korea Sageuk Terbaik Sepanjang Masa terminal mojok.co

10 Drama Korea Sageuk Terbaik Sepanjang Masa

26 Januari 2022
5 Tipe Respons Bos saat Dipamiti Karyawannya untuk Mengikuti Seleksi CPNS TERMINAL mojok.co

Ikut Tes CPNS Itu Bawa Otak, Bukan Bawa Jimat

10 Februari 2020
5 Drama Korea yang Bikin Berhenti Nonton bahkan Saat Episode Awal Terminal Mojok.co

5 Drama Korea yang Bikin Berhenti Nonton bahkan Saat Episode Awal

21 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Innova Reborn, Mobil yang Bisa Dianggap sebagai Investasi Terbaik sekaligus Mesin Penghasil Uang innova reborn diesel

Saya Akhirnya Tahu Kenapa Innova Reborn Diesel Dipuja Banyak Orang, Beneran Sebagus Itu!

7 Januari 2026
5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part Mojok.co

5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

8 Januari 2026
Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas Mojok.co

Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas, Semuanya Jadi Lebih Lancar

7 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Hal Unik yang Lumrah Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk Kota Jogja, dari yang Biasa Saja sampai yang Menyebalkan

8 Januari 2026
4 Wisata Semarang yang Bisa Bikin Kamu Kapok Jika Salah Momen Berkunjung

Jangan Ngaku Pengusaha Hebat kalau Belum Sukses Jualan di Semarang!

7 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme
  • Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup
  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.