Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Alberto Dio Nainggolan oleh Alberto Dio Nainggolan
23 Februari 2025
A A
Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ditanya apa yang paling bikin pening pas kuliah, jawabannya pasti beda-beda. Ada yang bilang tugas yang numpuk kayak cucian kotor, ada yang bilang dosen killer yang hobi kasih nilai C, atau malah gebetan yang tiba-tiba nikah sama sepupunya.

Tapi nih ya, sebagai mahasiswa semester 8 yang udah kenyang makan mi instan dan kopi saset, saya nemuin tradisi gelap yang lebih bikin pening: karya ilmiah dan publikasi jurnal.

Sebenernya, wajar-wajar aja sih mahasiswa dituntut bikin karya ilmiah. Namanya juga kaum intelektual, agent of change, calon pemimpin masa depan (halah). Tapi yang bikin gregetan itu pas ketemu sama “tradisi gelap” yang udah jadi rahasia umum di kampus.

Kena mental gara-gara dosen

Jadi gini ceritanya. Di semester 7, saya lagi asik-asiknya magang sambil ngerjain tugas mata kuliah penelitian. Semangat sih masih menggebu-gebu, soalnya target lulus tepat waktu udah di depan mata. Eh tau-tau, muncul plot twist yang bikin kepala nyut-nyutan.

Ternyata, buat bisa nyusun skripsi, karya ilmiah kita HARUS dipublikasikan di jurnal SINTA. Oke, fine. Tapi tunggu dulu! Harga publikasinya bikin kantong mahasiswa menjerit: 600 ribu rupiah, sodara-sodara! Itu belum termasuk mi ayam yang harus dikorbankan demi nabung.

Nah, yang bikin cerita ini makin thriller adalah: ada oknum dosen yang dengan santainya minta namanya dicantumkan sebagai penulis pertama. Lah, padahal yang begadang sampai mata berkantung, yang bolak-balik revisi, yang nabung sambil puasa mi ayam siapa coba?

“Gimanapun ceritanya itu harus kamu publish, jangan lupa cantumkan nama saya sebagai penulis pertama. Saya tidak mau tahu urusan mempublish itu urusan mu,” begitu kata sang oknum dosen dengan nada yang bikin hati ini cenat-cenut.

Setelah diselidiki bak detektif swasta (sambil ngopi di warung kampus tentunya), ternyata ada udang di balik batu. Para dosen ini diwajibkan bikin penelitian sama LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat), dan bakal dapet royalti kalau berhasil publish. Nah loh! Jadi ceritanya kita ini kayak ghostwriter gratisan gitu?

Baca Juga:

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

Masalahnya, kalau nggak nurut, nilai kita yang jadi taruhan. Dilema kan? Kayak milih antara dikejar debt collector atau mantan yang minta balikan.

Yang lebih miris lagi, ini udah jadi semacam tradisi yang diturunkan dari generasi ke generasi, kayak resep rahasia burger Krabby Patty. Bedanya, ini bukan rahasia yang bikin seneng, tapi malah bikin stress berkepanjangan.

Semoga ada pencerahan

Jadi, ketika mahasiswa lain demo soal UKT yang mahal atau fasilitas kampus yang kurang memadai, mungkin perlu ditambahin satu tuntutan lagi: evaluasi oknum dosen yang hobi numpang nama di jurnal mahasiswa. Masa iya tradisi gelap begini dibiarkan terus kayak cicilan kartu kredit yang nggak dibayar-bayar?

Buat para mahasiswa yang lagi berjuang sama karya ilmiah, semoga artikel ini bisa jadi penghibur di kala pening. Dan buat para oknum dosen… well, semoga ada pencerahan ya, Bu, Pak. Masak iya mau terus-terusan jadi vampir akademik yang mengisap darah (dan duit) mahasiswa?

Yah, saya berharap artikel ini nggak bikin nilai skripsi saya anjlok. Masak ya jadi masalah sih, kan curhat doang.

Penulis: Alberto Dio Nainggolan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menghadapi Dosen Killer: Bekal Menghadapi Bos dan Pekerjaan di Masa Depan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2025 oleh

Tags: Dosenjurnal mahasiswajurnal sintakarya ilmiah
Alberto Dio Nainggolan

Alberto Dio Nainggolan

Alumni Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar, Angkatan 2021. Menyelesaikan perjalanan akademis dengan penuh dedikasi dan lulus pada tahun 2025. Kini siap melangkah ke dunia profesional dengan bekal ilmu dan semangat yang ditempa di tanah Siantar.

ArtikelTerkait

Jangan Jadi Dosen dan Guru: Gajinya Irit, Tanggung Jawab Selangit Mojok.co

Jangan Jadi Dosen dan Guru: Gajinya Irit, Tanggung Jawab Selangit

23 Februari 2024
Dosen Konservatif Seharusnya Banyak Belajar dari Dosen TikTok Mojok.co

Dosen Konservatif Seharusnya Banyak Belajar dari Dosen TikTok

13 Desember 2023
Dosen Memang Harus Pelit Nilai dan Perkuliahan Harus Ketat, Apalagi di Jurusan Keguruan

Dosen Memang Harus Pelit Nilai dan Perkuliahan Harus Ketat, apalagi di Jurusan Keguruan

18 April 2024
Alasan Saya Tetap Mau Jadi Dosen Muhammadiyah walau Tahu Hidupnya Bakal Susah Mojok.co

Alasan Saya Tetap Mau Jadi Dosen Muhammadiyah walau Tahu Hidupnya Bakal Susah

1 Juli 2025
Pak Nadiem, Tolong Bikin Aturan bagi Dosen untuk Balas Chat Mahasiswanya, dong!

Pak Nadiem, Tolong Bikin Aturan bagi Dosen untuk Balas Chat Mahasiswanya, dong!

8 Maret 2020
dosen balas chat

4 Golongan Dosen Berdasarkan Cara Mereka Membalas Chat

23 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.