Meskipun fun to drive, Honda Mobilio sering dikeluhkan karena kaki-kaki mobil yang ringkih.
Nama Honda hampir selalu identik dengan satu kalimat sakral yang diamini banyak orang, “fun to drive”. Mulai dari Jazz, City, Civic, hingga Brio, Honda dikenal piawai meracik mobil yang ringan, responsif, dan enak diajak menikung. Pun, ketika Honda akhirnya terjun ke segmen Low MPV lewat Mobilio, ekspektasi publik juga sama. MPV keluarga yang tetap menyenangkan dikendarai.
Secara karakter berkendara, Honda Mobilio memang tidak mengecewakan. Mesin 1.5 i-VTEC-nya responsif, setirnya presisi, dan feeling berkendaranya jauh lebih menyenangkan dibanding MPV sejawatnya yang cenderung kaku dan mengayun.
Namun, di balik itu, ada satu keluhan yang terus muncul dari mulut ke mulut pengguna Honda Mobilio. Kaki-kaki Honda Mobilio gampang bermasalah, cepat bunyi, dan terasa ringkih. Kenapa bisa begitu?
DNA Honda Brio dibawa ke segmen MPV
Untuk memahami masalah kaki-kaki Mobilio, kita harus mundur ke filosofi dasarnya. Mobilio dibangun di atas platform Brio, yang sejatinya adalah platform mobil kecil. Platform ini memang punya kelebihan dari bobot ringan, efisiensi bahan bakar yang baik, serta handling yang lincah.
Akan tetapi, ketika platform tersebut dipanjangkan dan dipaksa mengangkut 7 penumpang, ada hal tak menyenangkan yang diterima.
Masalahnya lagi, kondisi jalan Indonesia tidak selalu ramah bagi siapa saja, termasuk Mobilio itu sendiri. Polisi tidur tinggi, lubang jalan menganga, sambungan beton tidak rata, hingga kebiasaan mobil diisi penuh alias overload. Akhirnya, kerja kaki-kaki Mobilio sering berada di luar skenario ideal yang dibayangkan insinyur terbaik Honda.
Dimensi dan konstruksi yang tipis
Penyebab utama keluhan kaki-kaki Mobilio adalah setelan suspensi yang cenderung empuk. Di satu sisi, ini membuat Mobilio nyaman di jalan kurang mulus, tidak terlalu memantul, dan enak dikendarai jarak jauh. Namun, efek sampingnya ball joint dan bushing bekerja ekstra. Komponen cepat aus. Alhasil, bunyi “gluduk” atau “kletek” lebih cepat muncul
Banyak mekanik independen sepakat kalau komponen kaki-kaki Mobilio relatif lebih kecil dan tipis dibanding MPV lain. Bukan berarti kualitasnya jelek lho ya, tetapi mungkin saja memang dirancang untuk efisiensi bobot, bukan buat durabilitas ekstrem seperti parts mobil dakar.
Beberapa komponen lain yang sering dikeluhkan seperti link stabilizer bunyi, bushing arm cepat getas, serta shock absorber terasa lemah di usia pakai tertentu. Ini bukan kasus yang ditemui di satu-dua unit, melainkan keluhan yang berulang dan konsisten di komunitas pengguna Mobilio.
Masalah kaki-kaki Mobilio juga diperparah oleh cara pakai yang sudah saya sebutkan di atas. Banyak pemilik membeli Mobilio dengan ekspektasi seperti Avanza atau Xenia. Terlanjur berekspektasi punya mobil yang biasa dipakai angkut berat, dipakai harian di jalan rusak, dan jarang diservis kaki-kaki.
Padahal Mobilio tidak sebakoh MPV sejawat. Ia lebih cocok untuk mobil keluarga perkotaan dengan jalan aspal, penumpang normal, bukan yang overload. Ketika Mobilio diperlakukan seperti mobil niaga, kaki-kaki jelas lebih cepat “keseleo”.
Apakah Honda Mobilio cacat desain?
Saya akan menjawabnya bukan. Mungkin juga Honda lebih memilih kenyamanan handling, efisiensi biaya produksi dengan menelan konsekuensi daya tahan kaki-kaki kalah dibanding MPV dari pabrikan lain. Terus solusinya gimana?
Beberapa langkah yang sering diambil pemilik Mobilio sih, ganti link stabilizer aftermarket yang lebih kuat. Menggunakan ban profil lebih tebal. Lalu lebih disiplin, rutin cek kaki-kaki, dan tidak menunggu sampai muncul bunyi parah.
Dengan perawatan seperti ini, siapa tahu Mobilio sebenarnya bisa tetap nyaman dan awet. Kan, Honda Mobilio itu MPV yang menawarkan rasa fun to drive yang jarang ditemui di kelasnya. Mobilio juga bukan Avanza, dan Honda memang tidak pernah berniat membuatnya seperti itu.
Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
