Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Diet kok Milih Jalan Tersiksa, Situ Sehat?

Puji M. Arfi oleh Puji M. Arfi
27 Januari 2021
A A
Diet kok Milih Jalan Tersiksa, Situ Sehat Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Banyak yang bilang kalau diet itu susahnya melebihi minta ampun ke pacar, jalan yang harus ditempuh penuh duri dan beling. Duh, jadi orang kok drama banget, sih? Ini tuh hidup, bukan cerita si Komo. Hmmm…

Banyak orang yang salah memilih jalan untuk memulai diet, terus mencoba, sampai pada akhirnya tentu saja berujung gagal. Hahaha. Senang banget ya lihat orang gagal diet. Eh, maaf. Tersinggung hanya untuk orang-orang baperan, jadi jangan tersinggung, ya. Menurut saya, baperan merupakan salah satu sifat orang yang lagi diet terus nggak kurus-kurus. Jelas, karena mungkin dia lagi kelaparan, maklum saja kalau baperan.

Ada banyak jenis diet yang kita ketahui melalui internet dan tentu selalu kita coba satu per satu. Jujur saja deh, kamu pernah mencobanya, kan? Dari hasil diet tersebut, banyak orang yang berhasil menurunkan berat badan sehingga mendapatkan tubuh yang ideal menurut mata masyarakat dunia maya. Coba jujur, pernah diet supaya kelihatan cantik atau ganteng ketika pajang foto di media sosial, kan?

Perbuatan semacam itu lazim saja jika dilakukan, toh tujuan diet selain karena ingin sehat juga ingin enak dipandang oleh orang lain. Ada banyak tujuan ketika seseorang sudah memilih jalan diet, dimulai dari alasan yang paling klise: supaya mudah cari ukuran baju atau alasan kesehatan, hingga alasan terselubung yang tersimpan jauh di sudut hati: biar gampang cari jodoh. Sudahlah, jangan muna, sesungguhnya kalori menyukai perbuatan orang-orang yang muna. Iya, kalori, karena kita lebih takut sama kalori, bukan sama Tuhan.

Lalu, saat sudah diet dan ternyata hasilnya tetap sama seperti biasanya (baca: melebar), harus gimana? Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, tentu saja rebahan akan membuat kita semakin lebaran. Hiks.

Hasil diet yang gagal, akan membuat kita stres, nggak enak tidur, kepikiran doi (eh), dan nggak enak makan. Hingga pada akhirnya berujung pada ajang balas dendam, yakni putus asa dan makan apa saja yang kita inginkan sepuasnya. Alhasil, berat badan akan semakin bertambah, dan bahkan lebih berat dari sebelum diet. Duh, bukannya turun, malah semakin nambah. Situ sehat?

Stres yang disebabkan gagal diet tentunya akan menjadi dilema bagi kita, sebab pikiran kita menginginkan keberhasilan diet, namun perbuatan kita sehari-hari malah sebaliknya. Jadinya gagal lagi, deh.

Kenapa saya menulis keresahan di atas? Karena saya sudah lebih dulu mengalaminya. Jangan dibayangin betapa tersiksanya saya saat itu. Terus menerus gagal melakukan diet bikin saya jadi dilema. Saya sering teriak dalam hati, “Kapan saya glow up?” Hahaha~

Baca Juga:

5 Alasan Beli Motor Bekas Lebih Cerdas daripada Motor Baru

5 Tips Makan Seblak biar Lambung Aman Nggak Jadi Korban

Akhirnya, Tuhan menjawab doa setengah memaksa saya setelah beberapa tahun kemudian. Apakah saya glow up? Tentu saja nggak. Walaupun nggak glow up, saya bisa menurunkan berat badan dari awalnya 97 kilogram hingga 75 kilogram. Wow, apakah saya bangga? Tentu saja saya bangga, sebab saya bisa melewati semuanya dan boleh dibilang berhasil.

Melihat perubahan saya, tentu saja orang-orang yang awalnya bilang saya nggak mungkin kurus langsung kaget. Mereka bertanya pada saya, “Kok bisa?” Dalam hati saya hanya menjawab, “Kok bisa matamu angel, Cok!” Lantas, pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah apakah saya menjalani diet selama itu dengan tersiksa dan berdarah-darah? Berikut saya akan coba mengulas tips diet tanpa tersiksa.

#1 Kalori oh kalori

Dalam hal ini, seperti kebanyakan tips, pastinya semua jenis diet menekankan pada pengurangan kalori di dalam tubuh. Untuk bisa mengurangi kalori, tentu saja kita harus mengeluarkan kalori lebih banyak daripada memasukkannya. Percayalah, nggak semua yang memasukkan itu nikmat, bisa jadi berujung penyesalan.

Ada banyak cara mengeluarkan kalori dari dalam tubuh, salah satunya dengan berolahraga. Olahraga apa saja, yang penting jangan lima jari, kalau itu yg keluar bukan kalori, tapi… sudahlah. Apakah untuk mengeluarkan kalori dari tubuh harus dengan cara berolahraga? Ada nggak sih orang yang kurus tanpa melakukan olahraga? Tentu saja ada. Namun, barangkali orang tersebut paham berapa jumlah kalori yang ia butuhkan setiap hari. Itulah pentingnya pemahaman tentang kalori.

Menurut saya, kalau mau cepat glow up, mendingan olahraga, deh. Selain membantu menurunkan berat badan, kita juga bisa bertemu teman-teman seperjuangan yang mungkin sependeritaan. Selain itu, kita juga punya kesempatan ketemu jodoh yang mungkin juga sedang berusaha untuk glow up.

Ketemu pasangan yang bisa diajak glow up bareng itu romantis banget. Bisa saling support dan berbagi tips. Yang harus kamu pastikan, kamu nggak ditinggal setelahnya. Hahaha. Sialnya, saya nggak ketemu orang yang bisa diajak kayak gitu. Hmmm, wajar laaah. Tampang juga di bawah rata-rata gini.

Selain kalori yang keluar, perhatikan juga kalori yang masuk. Pastikan makanan yang masuk ke mulutmu adalah makanan yang empat sehat lima sempurna. Ada banyak jenis makanan, yang harus kita lakukan adalah menyeleksinya sebelum sampai ke dalam mulut.

Tentukan makanan yang rendah kalori, kemudian tentukan porsinya. Ingat, yang berlebihan itu nggak baik. Bahkan untuk urusan perut, agama sudah mengaturnya sedemikian rupa. Ingat-ingat ini, semua makanan nggak akan membuatmu gendut, asalkan nggak dimakan berlebihan. Setelah memilih makanan dan porsinya, pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah harus makan berapa kali dalam sehari?

Ini yang sering kali disalahpahami orang. Dalam benak beberapa orang, diet adalah nggak makan atau mengurangi jatah makan kita dalam sehari. Saya pernah terjebak di jalan buntu ini. Dulu, saya pikir diet itu hanya makan sekali sehari. Ternyata saya salah besar. Hasil dari diet yang seperti itu hanya akan membuat saya balas dendam ketika nggak sanggup lagi melakukannya. Hasilnya? Lagi-lagi berat badan bertambah. Sialan!

Dalam hal makanan, sebagai pemula, makanlah sebagaimana jadwal makan pada umumnya, yakni tiga kali sehari. Hanya saja, perhatikan jenis makanan dan porsinya. Nikmati makanan yang kita pilih dan jangan mengeluh. Jangan berpikir kita akan kelaparan karena kita pasti akan makan tiga kali sehari.

Jangan nggak makan sampai sakit-sakitan, ya. Tetap makan diimbangi dengan berolahraga. Lihatlah perubahan tubuh kita dalam beberapa bulan ke depan. Kalau nggak ada perubahan? Yowis, mungkin itu takdirmu. Wqwqwq~

#2 Harapan membunuhmu

Sebagaimana yang sudah tertulis di atas, apa sih motivasi kita untuk diet? Langsung saja jawab dengan mantap, BIAR GLOW UP. Karena semua jawaban kita selain itu, selain terdengar klise, juga bertele-tele yang pada akhirnya akan tertuju pada jawaban akhir: glow up.

Apa pun motivasi yang kita pilih, pastikan kita bisa mempertahankannya hingga tercapai. Itu yang disebut konsisten. Yang harus kita ingat, motivasi yang baik akan melancarkan jalan kita nantinya. Hanya saja, jalanmu menuju hatinya yang susah. Hiks…

Setelah itu, berekspektasilah sesuai kemampuan kita. Misalnya, kita punya motivasi diet biar bisa jadi pacar Pevita Pearce. Dietnya mungkin saja akan berhasil, tapi jadi pacarnya Pevita? Ya tetap saja mustahil. Nyadar woi, langit masih luas, bumi masih bulat, dan kamu masih tetap buriq. Awokwokwok.

Makanya, berekspektasilah sesuai kemampuan dan kenyataan supaya jika seandainya nggak tercapai kita nggak terlalu kecewa. Jika kita sudah punya ekspektasi yang wajar, tetaplah konsisten menjalaninya. Nikmatilah penantian. Dietlah dengan santuy tanpa merasa tersiksa. Sebab, usaha akan tetap membuahkan hasil, walaupun buahnya kecil.

Jika hasilnya nggak memuaskan, lakukanlah evaluasi dan tetap percaya: takdir tetaplah takdir.

BACA JUGA Diet Itu Bergantung pada Niat, Bukan Fasilitas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2021 oleh

Tags: dietTips
Puji M. Arfi

Puji M. Arfi

Alumni S-2 Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Saat ini bekerja sebagai penjual nasi goreng

ArtikelTerkait

Tips Jualan Pulsa biar Nggak Buntung karena Diutangi Pelanggan terminal mojok

Tips Jualan Pulsa biar Nggak Buntung karena Diutangi Pelanggan

18 Juni 2021
6 Tips Skincare buat Sobat Misqueen Terminal Mojok

6 Tips Skincare buat Sobat Misqueen

21 Desember 2022
Tips Sederhana Membersihkan Kipas Angin biar Debunya Nggak Menumpuk dan Anginnya Tetap Sejuk terminal mojok

Tips Membersihkan Kipas Angin biar Tetap Sejuk

15 Juli 2021
4 Tips Punya Kolam Koi Meski Belum Punya Rumah Sendiri terminal mojok (1)

4 Tips Punya Kolam Koi Meski Belum Punya Rumah Sendiri

4 November 2021
5 Tips Merawat Motor yang Jarang Dipakai

5 Tips Merawat Motor yang Jarang Dipakai

27 Juni 2023
10 Tips untuk Pemilik Rental Mobil agar Mobilnya Nggak Dibawa Lari

10 Tips untuk Pemilik Rental Mobil agar Mobilnya Nggak Dibawa Lari

7 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.