Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Di Daratan Korea Tak Ada Google Maps, Hanya Naver yang Adidaya

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
3 November 2022
A A
Di Daratan Korea Tak Ada Google Maps, Hanya Naver yang Adidaya Terminal Mojok

Di Daratan Korea Tak Ada Google Maps, Hanya Naver yang Adidaya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Google telah menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar manusia, khususnya  pengguna aktif internet. Berkat Google, setiap jengkal kebutuhan kita bisa dilakukan dengan lebih mudah. Kalau kita perlu mencari tahu suatu hal, kita tinggal mengetikkan kata kunci di search bar Google. Kerja kelompok mahasiswa hingga diskusi para dosen pun dipermudah dengan Google Workspace. Dan tentu saja, ketika kita hendak menuju suatu tempat, mencari referensi lokasi nongkrong baru, hingga meminta bantuan ketika tersesat, selalu ada Google Maps dalam genggaman.

Itulah yang umum terjadi pada kita, masyarakat yang tinggal di Indonesia. Kondisi ini juga mungkin terjadi di sebagian negara di dunia. Namun, rupanya dominasi Google belum mampu “menundukkan” search engine lokal yang dimiliki oleh negara-negara tertentu. Selain Tiongkok, Korea Selatan termasuk dalam negara yang belum sepenuhnya dikuasai Google.

Korea Selatan punya Naver, mesin pencarian buatan anak bangsa yang digunakan secara luas di sana. Naver ini bagaikan pride-nya Korea Selatan. Pertama kali beroperasi pada 1999 dan didirikan oleh para eks-pegawai Samsung, Naver menjadi search engine yang paling banyak digunakan oleh pengguna internet Korea Selatan. Menurut survei yang dilakukan oleh Statista, sebanyak 56% masyarakat Korea Selatan menggunakan Naver sebagai search engine utama mereka. Sisanya, sebanyak 35% memakai Google, 6% menggunakan Daum, dan sebagian kecil lainnya menjadi pengguna Microsoft Bing, dll.

Sebenarnya, produk yang dimiliki Naver sebelas-duabelas dengan Google. Pertama, Naver Mail. Kalau kamu perhatikan, orang Korea umumnya menggunakan ekstensi .naver untuk alamat surel mereka. Jarang sekali ada orang Korea yang memakai ekstensi .gmail. Lalu, ada Naver Webtoon yang menjadi hiburan bagi pencinta manhwa. Selain itu ada Line, layanan perpesanan instan. Naver Webtoon dan Line sudah digunakan secara luas di Indonesia. Produk Naver yang mirip dengan Google lainnya adalah Papago, si mesin penerjemah. Dan yang akan kita bahas kali ini adalah produk Naver Jido atau Naver Maps.

Di Korea Selatan, Google Maps nggak laku, Gaes. Aplikasi navigasi yang populer di sana adalah Naver Maps. Ada pula kompetitor Naver Maps, yakni Kakao Maps. Namun, popularitas Naver Maps jauh lebih unggul dibandingkan pesaingnya.

Pertanyaannya, mengapa orang Korea Selatan menggunakan Naver Maps ketika sudah ada gempuran Google Maps? Mudahnya, Naver Maps jauh lebih mudah digunakan dan dekat secara emosional buat orang Korea Selatan. Ada beberapa fitur yang dimiliki Naver Maps yang nggak ada di Google Maps, misalnya jadwal kedatangan dan keberangkatan bus, kereta bawah tanah, serta transportasi massal lainnya. Produk ini juga diperkaya dengan informasi di stasiun atau halte mana sang penumpang harus transit, situasi di dalam bus—termasuk ketersediaan tempat duduk, pilihan alternatif bus dengan rute yang serupa, dan fitur penyedia informasi progres perjalanan.

Di dalam Naver Maps juga terdapat fitur Smart Around. Dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan, fitur ini akan merekomendasikan tempat baru kepada penggunanya berdasarkan riwayat pencarian atau kunjungan. Pengguna Naver Maps juga bisa melakukan reservasi secara langsung di dalam aplikasi tanpa perlu japri melalui aplikasi perpesanan.

Selain itu, Google Maps nggak begitu terpercaya di Korea Selatan. Salah satu alasannya karena pemerintah Korea Selatan menyimpan beberapa data perpetaan di server lokal dengan alasan keamanan nasional.

Baca Juga:

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

Naver Maps juga jauh lebih memahami geografi Korea Selatan. Naver Maps menyediakan informasi yang lebih komprehensif mengenai tempat wisata, restoran, hingga lokasi-lokasi lain yang dapat dikunjungi oleh umum. Nggak hanya itu, mengingat Naver Maps adalah aplikasi lokal, database yang dimiliki pun jauh lebih komplet dibandingkan Google Maps yang dipunyai oleh perusahaan luar Korea Selatan. Maka nggak heran jika Naver Maps dapat menyediakan lokasi-lokasi hidden gems yang sering kali terlewatkan bila dicari melalui Google Maps. Sudah kayak warlok, ya?

Kalau suatu saat kamu datang ke Korea Selatan, saya lebih menyarankan untuk memasang aplikasi Naver Maps. Fitur-fitur yang ada di dalamnya akan jauh lebih membantu dibandingkan Google. Ditambah lagi opsi bahasa Inggris juga telah tersedia di Naver Maps.

Namun, memang nggak menutup kemungkinan bagi orang Korea untuk migrasi ke Google Maps beberapa tahun ke depan. Saat ini pun telah terlihat bahwa mereka mulai sedikit demi sedikit menyambangi Google. Ini tampak dari mulai banyaknya orang Korea yang menggunakan YouTube padahal sebelumnya mereka lebih banyak memberdayakan Naver Video. Naver Maps pun terancam ditinggalkan penggunanya jika aplikasi tersebut dinilai nggak lagi relevan maupun kehilangan keunggulannya.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sisi Gelap Korea Selatan: Ketika Makeup Tebal Tak Mampu Menutupi Kebusukan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 November 2022 oleh

Tags: google mapsKorea SelatanNaver Maps
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Stereotip Selir Dinasti Joseon_ Dianggap Ambisius akan Kuasa hingga Dicap Pelakor terminal mojok

Stereotip Selir Dinasti Joseon: Dianggap Ambisius akan Kuasa hingga Dicap Pelakor

1 Desember 2021
Noryangjin, Surga dan Neraka bagi Mereka yang Mempersiapkan Diri untuk Jadi PNS di Korea Selatan

Noryangjin, Surga dan Neraka bagi Mereka yang Mempersiapkan Diri untuk Jadi PNS di Korea Selatan

17 Juni 2021
Percaya Estimasi Waktu Tempuh kepada Google Maps di Jakarta Sama kayak Investasi Bodong alias Sudah Pasti Kena Tipu!

Percaya Estimasi Waktu Tempuh kepada Google Maps di Jakarta Sama kayak Investasi Bodong alias Sudah Pasti Kena Tipu!

15 Agustus 2024
8 Drama Korea dengan Cerita Paling Nggak Masuk Akal Sepanjang Masa. Freak Abis!

8 Drama Korea dengan Cerita Paling Nggak Masuk Akal Sepanjang Masa. Freak Abis!

24 Februari 2024
Mengenal Baeksang Arts Awards, Ajang Penghargaan Terbesar Industri Perfilman Korea Selatan terminal mojok

Mengenal Baeksang Arts Awards, Ajang Penghargaan Terbesar Industri Perfilman Korea Selatan

13 April 2021
Mengenal Keun-jeol, Cara Memberi Penghormatan Tertinggi Ala Budaya Korea terminal mojok (1)

Mengenal Keun-jeol, Cara Memberi Penghormatan Tertinggi Ala Budaya Korea

24 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.