Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri

Ayu Lestari Sipayung oleh Ayu Lestari Sipayung
12 Mei 2025
A A
Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri (Unsplash)

Depok, Adik Tiri Jakarta Selatan yang Kini Punya Gaya Sendiri (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Depok, sebuah kota yang mungkin dulu dianggap sebagai daerah pinggiran dan adik tiri Jakarta Selatan. Namun kini, ia berkembang menjadi kota mandiri dengan karakteristiknya sendiri. 

Dulu, banyak orang mengenal Depok hanya sebatas kota satelit. Kini, keunikan dan pesonanya tak kalah menarik, atau bahkan lebih menarik. Mulai dari budaya, ekonomi, hingga kemacetannya yang semakin mirip sang kakak.

Depok, dari kota pinggiran menjadi kota mandiri

Sampai beberapa tahun yang lalu, banyak yang mengenal Depok sebagai “kota transit” saja. Khususnya yang bekerja di Jakarta Selatan secara khusus, dan Jakarta secara umum.

Namun, seiring waktu, kota ini bisa menata diri dan tumbuh menjadi salah satu kota metropolitan. Penduduknya juga kian padat seiring waktu. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di sana terus meningkat setiap tahunnya. Sawangan menjadi daerah dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi dengan 3,85%.

Pertumbuhan ekonomi Depok juga tak bisa dianggap remeh. Berbagai pusat perbelanjaan, bisnis, dan perkantoran kini semakin banyak dan besar. 

Margonda Raya, misalnya, telah menjadi pusat aktivitas ekonomi yang tak kalah sibuk dibandingkan kawasan Jakarta Selatan seperti Blok M, Kemang, atau Senopati. Mal-mal besar, kafe, restoran, dan pusat hiburan tumbuh subur di sini, membuatnya semakin hidup.

Budaya yang semakin berwarna

Keragaman budaya di sini sangat kental. Meskipun secara geografis berdekatan dengan Jakarta Selatan, Depok memiliki sejarah dan budaya yang cukup unik. 

Dulu, kota ini adalah bagian dari Kerajaan Pajajaran sebelum akhirnya berkembang menjadi wilayah dengan pengaruh Belanda yang kuat. Bahkan, nama Depok sendiri konon berasal dari singkatan dalam bahasa Belanda, “De Eerste Protestantsche Organisatie van Christenen,” yang berarti komunitas Kristen pertama.

Baca Juga:

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

Seiring berjalannya waktu, Depok menjadi melting pot berbagai budaya dari seluruh Indonesia. Pendatang dari berbagai daerah menetap di sini, menciptakan perpaduan budaya yang beragam. 

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya rumah makan Padang, warung Sunda, hingga kedai kopi modern yang berjejer di sepanjang jalan kota ini. Mirip dengan Kemang yang selalu ramai dengan aktivitas seni dan budaya.

Kemacetan yang semakin menguji kesabaran

Salah satu ciri khas Jakarta Selatan yang kini mulai menular ke Depok adalah kemacetan. Jalan Margonda Raya, yang dulu lengang kini berubah menjadi salah satu jalan paling macet di Jabodetabek, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja. 

Bahkan, kemacetan di Depok sering menjadi bahan lelucon di media sosial. Seolah-olah kota ini sedang berusaha menyaingi Jakarta Selatan dalam hal kesemrawutan lalu lintas.

Penyebabnya? Selain jumlah kendaraan yang terus meningkat, infrastruktur jalan yang kurang memadai dan pembangunan yang terus berlangsung menjadi biang keladinya. Belum lagi proyek-proyek pembangunan seperti tol, flyover, dan pelebaran jalan yang sering menambah parah kondisi lalu lintas. Mirip dengan kemacetan di sekitar kawasan SCBD atau Kuningan.

Gaya hidup yang mulai meniru Jakarta Selatan

Meski dikenal sebagai kota penyangga, gaya hidup masyarakat Depok kini tak jauh berbeda dengan warga Jakarta Selatan. Nongkrong di kafe, hangout di mal, dan bersepeda di akhir pekan sudah menjadi bagian dari keseharian warga Depok. 

Bahkan, beberapa kawasan di Depok seperti Beji dan Cinere sudah memiliki apartemen modern yang mirip dengan kawasan elite di Jakarta Selatan. Selain itu, tren bersepeda, jogging, dan olahraga outdoor juga semakin populer di kalangan anak muda Depok. 

Kawasan Universitas Indonesia (UI), misalnya, menjadi salah satu spot favorit untuk berolahraga sambil menikmati udara segar. Tak heran jika kota ini dikenal sebagai kota mahasiswa, dengan ribuan pelajar dari seluruh Indonesia yang menimba ilmu di kampus-kampus ternama seperti UI, Gunadarma, dan Politeknik Negeri Jakarta.

Masalah sosial yang ikut menghantui

Sayangnya, perkembangan pesat ini juga membawa dampak negatif. Selain kemacetan, Depok kini menghadapi berbagai masalah sosial. Misalnya seperti meningkatnya polusi udara, tingginya angka kriminalitas, dan masalah lingkungan. 

Sungai-sungai yang dulu jernih kini berubah menjadi saluran pembuangan. Lahan hijau semakin berkurang akibat pembangunan yang tak terkendali.

Namun, meski begitu, kota ini tetap punya pesona tersendiri. Kota ini masih menyimpan banyak ruang hijau yang bisa dinikmati, seperti Taman Wiladatika, Setu Babakan, dan area kampus UI yang rindang.

Depok dan identitasnya yang kian kuat

Depok mungkin masih dianggap sebagai adik tiri Jakarta Selatan. Tapi, kota ini semakin menunjukkan karakternya sendiri. Dengan perkembangan ekonomi, keragaman budaya, dan gaya hidup yang semakin modern, ia kini bukan lagi sekadar kota pinggiran. 

Suatu hari nanti, Depok akan berhenti menjadi bayang-bayang Jakarta Selatan dan berdiri sebagai kota besar dengan identitas yang sepenuhnya mandiri. Hingga saat itu tiba, ia akan terus berkembang, dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang membuatnya begitu unik.

Penulis: Ayu Lestari Sipayung

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 3 Daerah di Kota Depok yang Sebaiknya Jangan Ditinggali, Semuanya Macet Tanpa Obat!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2025 oleh

Tags: depokJakartajakarta selatanJawa Baratkampus UIkemangSCBDSetu BabakanTaman WiladatikaUniversitas Indonesia
Ayu Lestari Sipayung

Ayu Lestari Sipayung

Sosok tenang yang memilih 'bersuara' lewat tulisan. Gadis muda yang percaya bahwa tinta dan papan ketik adalah teman terbaik untuk menceritakan apa yang tak sanggup diucapkan lisan.

ArtikelTerkait

Naik KRL Jakarta Kota-Nambo, Tua dan Capek di Perjalanan Mojok.co malang

Naik KRL Jakarta Bikin Badan Sehat, tapi Kondisi Mental Saya Jadi Gawat

21 Februari 2024
Pengalaman Naik Bus Kramat Djati Jakarta-Palembang: Berasa Jadi Anak Tiri karena Pesan Tiket Lewat Aplikasi

Pengalaman Naik Bus Kramat Djati Jakarta-Palembang: Berasa Jadi Anak Tiri karena Pesan Tiket Lewat Aplikasi

26 Maret 2024
10 Kosakata Bahasa Sunda yang Sebenarnya Kasar, tapi Nggak Disadari Banyak Orang Mojok.co

10 Kosakata Bahasa Sunda yang Sebenarnya Kasar, tapi Nggak Disadari Banyak Orang

4 Juni 2024
Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung (Pexels)

Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung

5 Maret 2025
4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta Mojok.co

4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta

27 Oktober 2025
Kota Bandung Tak Mungkin Selamat dari Kemacetan Meski Jadi Lautan Flyover (Unsplash.com)

Kota Bandung Tak Mungkin Selamat dari Kemacetan Meski Jadi Lautan Flyover

9 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
6 Alasan Perantauan seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo Mojok.co

6 Alasan Sederhana yang Membuat Perantau seperti Saya Begitu Mudah Jatuh Cinta pada Solo

12 Januari 2026
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.