Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

Dekadensi Sepatu Brodo: It’s Evolving, Just Backwards!

Riyanto oleh Riyanto
4 Desember 2023
A A
Dekadensi Sepatu Brodo: It's Evolving, Just Backwards!

Dekadensi Sepatu Brodo: It's Evolving, Just Backwards! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Aku pernah menjadi fans brand sepatu Brodo di awal kemunculan mereka. Meski demikian, harus aku akui kalau makin ke sini, Brodo justru kehilangan sentuhannya. Entah berniat menyasar pasar yang lebih umum, entah ingin melebarkan bisnis dan nggak hanya jualan sepatu. Tetapi langkah itu justru membuat Brodo seolah kehilangan jati dirinya. Produk Brodo yang harus diacungi jempol adalah jajaran sepatu boots, vulcan, dan mentok ke varian Vantage. Selepas itu, semua produk sepatu Brodo terkesan nggak ada istimewanya sama sekali.

Brodo pernah menjadi brand sepatu yang sangat istimewa–bagiku

Awal mula ngefans berat dengan Brodo adalah sewaktu melihat sepatu Vulcan Hi Olive. Jarang ada yang berani bermain dengan kanvas hijau olive dengan sol hitam untuk membuat sepatu. Salah design sedikit saja jatuhnya akan norak. Meski begitu Brodo berhasil mendesain sepatu yang penuh kharisma dengan sentuhan klasik pada varian Vulcan Hi Olive. Setelah membeli sepatu itu, meski kecewa karena satu ring tali sepatunya copot setelah beberapa kali pakai, aku tetep nggak komplain karena memang sepatunya super keren.

Meski nggak fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai jenis celana, tetapi bodo amat. Tinggal pakai ripped jeans dan jaket hijau army, penampilan auto mirip anak-anak motor fuckboy kharismatik. Kalau pakai outfit seperti itu, minimal motornya ya Kawasaki W175 biar makin garang. Apalah dayaku yang cuma pake motor beat terbang.

Intinya adalah Sepatu Brodo Vulcan Hi Olive adalah puncak sebuah mahakarya dari brand lokal. Seenggaknya aku anggap seperti itu. Varian Vulcan lain juga oke, hanya saja nggak ada yang lebih standout daripada Vulcan Hi Olive. Dan aku cukup yakin, nama Brodo melambung tinggi juga karena sepatu hijau satu ini.

Varian Vulcan yang lain nggak segarang Vulcan Hi Olive. Justru memberikan kesan klasik bagi pemakainya. Kalau anak rebel dan ugal-ugalan bakal suka Vulcan Hi Olive, maka anak-anak pemuja outfit klasik, pasti bakal jatuh cinta dengan varian Vulcan yang lain. Intinya, varian Vulcan sangat membantu Brodo menjadi brand yang dikenal secara luas.

Varian vantage, peralihan dari ugal-ugalan ke ranah yang lebih elegan

Aku bisa bilang kalau varian vulcan ditujukan untuk mereka yang ingin tampak ugal-ugalan, berjiwa bebas, penuh ekspresi, dan brutal(?). Setelah kelar dengan sepatu jenis seperti itu, Brodo mengeluarkan varian Vantage. Berbeda dari Vulcan yang ugal-ugalan, Vantage justru terkesan lebih elegan. Dan hal itu sangat aku apresiasi. Meski ada perubahan, tetapi Brodo masih memiliki sentuhannya. Masih memiliki keunikan dibandingkan brand lain. Perubahan logo Brodo menjadi huruf B di sepatu, dan menambahkan corak cokelat di sol putih, juga membuat kesan elegannya lebih masuk. Jajaran Vantage menjadi sangat cocok untuk dipakai ke kantor, kuliah, atau bahkan acara-acara formal.

Perubahan yang cukup drastis, namun masih diterima dengan baik oleh para penggemarnya. Salah satu teman kerjaku membeli varian Vantage, dan menurutnya nggak ada masalah soal kualitas sama sekali. Nggak ada kasus ring tali sepatu copot seperti yang terjadi di kasusku. Mungkin kualitasnya memang sudah ditingkatkan. Atau memang sebenarnya kualitasnya sudah oke sejak awal, hanya saja aku apes dapat yang agak buruk kualitasnya.

Varian Vantage V2, awal mula kekacauan terjadi

Sukses dengan Vantage, Brodo merancang Vantage V2, yang celakanya justru menjadi kemunduruan. Kalau Vulcan cocok untuk mereka yang ugal-ugalan maupun yang berjiwa klasik, Vantage versi pertama cocok untuk yang ingin sedikit lebih elegan, nah Vantage V2 justru nggak jelas menyasar siapa. Dipakai ngantor kurang cocok, dipasangkan dengan outfit klasik terlalu modern, dan dipakai untuk ugal-ugalan juga rasanya terlalu gemoy. Nggak ada lagi corak cokelat di sol putih

Baca Juga:

Alasan Sneakers Lokal Aerostreet Bisa Memenangkan Hati Rakyat Indonesia, Bukan Sekedar Menang Harga dan Desain

Pantai Tirang Semarang, Pantai Overrated yang di dalamnya Serba Bayar, padahal Fasilitasnya Medioker!

Warna dari jajaran Vantage V2 juga nggak ada yang istimewa. Justru terkesan mati karena warna kalem kanvas nabrak dengan sol putihnya. Sejak varian ini muncul, perlahan-lahan aku mulai nggak ngefans lagi sama Brodo. Mereka mulai kehilangan sentuhan dalam mendesain sepatu yang memikat orang. Varian lama sudah sulit didapatkan. Varian baru juga nggak ada yang menarik. Berharapnya di varian berikutnya, Brodo muncul dengan jajaran sepatu yang kembali memikat mata.

Celakanya, hal itu nggak terjadi.

Ngapain ngeluarin sneaker?

Aku merasa aneh, masa tim R&D Brodo nggak ngerasa kalau banyak yang lebih suka produk mereka yang lama? Varian Boots, Vulcan, dan mentok Vantage, itu oke-oke. Kenapa nggak fokus di sana saja? Kenapa justru bikin kaos dan parfum?

Oke, parfum Flores dari Brodo bisa aku bilang sangat enak dan super berani memunculkan aroma nyentrik seperti itu. Kalau saja projection dan longevity parfum Flores dari Brodo itu nggak letoy–cuma bertahan dua jam–aku pasti beli lagi dan beli lagi. Kalau bisa memperbaiki kualitas parfum, okelah mau merambah ke sana. Tapi nyatanya parfum-parfum Borodo hampir letoy semua. Ditambah lagi, jajaran sepatunya malah kayak ditinggalkan. Oke, sepertinya mereka memang mau berkembang menjadi brand fashion yang jualan apa saja. Tapi apa gunanya jualan ini itu kalau produknya nggak istimewa?

Produk Brodo yang istimewa itu ya sepatu. Kalau sepatunya aja udah nggak istimewa kayak dulu, terus mau ngapain lagi? Bukannya mengembangkan varian yang oke kayak dulu, kini malah fokus bikin sneakers.

Ayolah, siapa saja tau kalau banyak pilihan sneakers yang lebih layak beli daripada milik Brodo. Orang beli produk Brodo–khususnya aku–karena memang naksir dengan keunikannya. Nggak ada produk sepatu lain yang kayak Vulcan maupun Vantage. Ya ada yang coba niru-niru, tetapi nggak ada yang semenarik produk milik Brodo. Kenapa justru meninggalkan yang menjadi daya tarik brand dan memilih jualan Sneakers yang super biasa aja itu?

Iya. Brodo memang berkembang. Eh, apa iya?

Brodo, mohon maaf sekali, bagiku sentuhan magis dari produk-produkmu semakin hilang. Aku paham, mereka memang selalu berkembang dan menciptakan sesuatu yang baru. Hanya saja menurutku, kalimat paling tepat untuk menggambarkan perkembangan brand ini adalah yang diucapkan PewDiePie. “It’s Evolving. Just Backwards!”

Penulis: Riyanto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 10 Sepatu Lokal Terbaik yang Perlu Dipertimbangkan untuk Dibeli

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: overratedsepatu brodosneakers
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

4 Makanan Viral Sepanjang Tahun 2022 yang Paling Overrated Terminal Mojok

4 Makanan Viral Sepanjang Tahun 2022 yang Paling Overrated

21 Desember 2022
Kalau Ada yang Bilang Jurusan Sastra Inggris Itu Overrated, Udah, Iyain Aja biar Cepet

Kalau Ada yang Bilang Jurusan Sastra Inggris Itu Overrated, Udah, Iyain Aja biar Cepet

16 Desember 2023
6 Drama Korea yang Overrated Terminal Mojok

6 Drama Korea yang Overrated

19 April 2022
Sepatu Pantofel Dijauhi ASN, Lebih Nyaman Pakai Sneakers Lokal (Unsplash)

Zamannya ASN Nggak Mau Lagi Pakai Sepatu Pantofel karena Nggak Nyaman untuk Kerja dan Memilih Memakai Sneakers Lokal

1 Juni 2024
Pantai Tirang Semarang, Pantai Overrated yang di dalamnya Serba Bayar, padahal Fasilitasnya Medioker!

Pantai Tirang Semarang, Pantai Overrated yang di dalamnya Serba Bayar, padahal Fasilitasnya Medioker!

14 Juli 2024
5 Aktor dan Aktris Korea yang Overrated Terminal Mojok

5 Aktor dan Aktris Korea yang Overrated

16 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.