Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Dayeuhkolot, Pusat Pemerintahan Bandung yang Terlupakan

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
29 November 2021
A A
Dayeuhkolot, Pusat Pemerintahan Bandung yang Terlupakan terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Dayeuhkolot adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung yang menghubungkan ibu kota Jawa Barat dan ibu kota Kabupaten Bandung. Dayeuhkolot berjarak 9 kilometer dari Kota Bandung, dan 18 kilometer dari Soreang. Selama ini, macet dan banjir merupakan hal yang paling diingat oleh warga Bandung Raya jika membicarakan kecamatan satu ini.

Gimana nggak macet, sebagai wilayah yang menghubungkan Kota Bandung dan wilayah Bandung Selatan, volume kendaraan yang melewati Dayeuhkolot terus bertambah padahal pelebaran jalan di kawasan ini nggak bertambah secara signifikan. Apalagi kalau musim kemarau tiba, wah wilayah ini bakal terasa sangat gersang, panas, dan penuh debu lantaran sedikitnya jumlah pepohonan yang ada dan begitu banyak truk besar yang melintas.

Sementara itu, setiap musim hujan tiba, sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Sungai Citarum—yang saat ini keadaannya sudah sangat rusak—Dayeuhkolot selalu kebanjiran. Tentu saja hal ini berimbas pada lumpuhnya transportasi antara Kota Bandung dan wilayah Bandung Selatan. Kegiatan ekonomi masyarakat pun jadi terganggu gara-gara banjir langganan ini. Kamu tentu sering mendengar berita soal wilayah ini kebanjiran tiap tahunnya, kan?

Namun, tahukah kamu kalau dulu Dayeuhkolot merupakan pusat pemerintahan Bandung sebelum akhirnya dipindahkan ke wilayah Kota Bandung?

Sebelum bernama Dayeuhkolot, wilayah tersebut bernama Karapyak yang berarti rakit penyeberangan yang dibuat dari batang bambu. Barulah saat ada pemindahan pusat pemerintahan Bandung, wilayah Karapyak berganti nama menjadi Dayeuhkolot. Nama Dayeuhkolot bukan sekadar nama tanpa arti, lho. Dayeuh dalam bahasa Sunda artinya “kota”, sedangkan Kolot artinya “tua”, sehingga bisa diartikan Dayeuhkolot sebagai “kota tua” dalam bahasa Sunda.

Kenapa pusat pemerintahan Bandung saat itu dipindahkan dari Dayeuhkolot?

Ada dua alasan utama yang melatarbelakangi pemindahan pusat pemerintahan Bandung saat itu. Pertama, letak pusat pemerintahan Bandung saat itu terlalu menjorok ke arah selatan sehingga diputuskan untuk dipindahkan ke tengah-tengah Bandung. Kedua, Dayeuhkolot kerap dilanda banjir setiap musim hujan datang karena berbatasan langsung dengan Sungai Citarum. Perpindahan pusat pemerintahan Bandung ini tentu saja melibatkan Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Herman Willem Daendels, dan Bupati Bandung saat itu, Wiranatakusumah II.

Saat ini, Dayeuhkolot berkembang menjadi daerah yang cukup padat lantaran banyak permukiman warga yang dibangun di sana. Mulai dari perumahan kecil hingga perumahan besar ada di sana. Di daerah ini juga ada salah satu kampus terbesar di Bandung Raya, yakni Telkom University. Pabrik dan kawasan industri juga banyak dibangun di daerah ini.

Baca Juga:

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Itulah sedikit sejarah mengenai Dayeuhkolot. Saya jamin, nggak semua orang Bandung tahu tentang hal ini. Perlahan namun pasti Dayeuhkolot tumbuh menjadi salah satu pusat perekonomian warga Kabupaten Bandung seiring dengan bertambahnya jumlah sekolah, kampus, perumahan, apartemen, dan pabrik yang dibangun di wilayah ini. Tentu saja masih banyak PR dan tanggung jawab yang harus dikerjakan pemerintah khususnya pemerintah Jawa Barat dan pemerintah Kabupaten Bandung untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di wilayah ini. Semoga saja di masa depan wilayah ini bisa bebas dari masalah kemacetan dan banjir. Let’s make Dayeuhkolot great again!

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 November 2021 oleh

Tags: DayeuhkolotJawa BaratKabupaten Bandung
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Kiaracondong Bandung Memang Terkenal karena Lampu Merah Terlama, tapi Punya Banyak Kelebihan untuk Ditinggali

Kiaracondong Bandung Memang Terkenal karena Lampu Merah Terlama, tapi Punya Banyak Kelebihan untuk Ditinggali

6 Maret 2024
Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung (Pexels)

Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung

5 Maret 2025
20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda Mojok.co

20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda

22 Januari 2026
Panduan Singkat Jadi Mahasiswa Rantau di Kota Bogor Terminal Mojok

Panduan Singkat Jadi Mahasiswa Rantau di Kota Bogor

23 Maret 2022
Indramayu mojok.co

Suka Duka Mahasiswa Asal Indramayu, dari Dianggap Norak Sampai Ngaku dari Cirebon

4 Juli 2020
4 Kesamaan Bekasi dengan Yogyakarta Jakarta

Saya Sepakat kalau Bekasi Gabung DKI Jakarta

1 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.