Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Daripada Memelihara Ayam Sendiri, Mending Serahkan Saja pada Ahlinya

Firdaus Al Faqi oleh Firdaus Al Faqi
31 Oktober 2020
A A
beternak ayam serahkan pada ahlinya mojok

beternak ayam serahkan pada ahlinya mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau dihitung-hitung, ayah saya sudah beternak ayam sekitar tiga sampai enam bulan. Dalam prosesnya, ada senang dan juga ada susahnya. Senangnya, kalau emang lagi gabut dan nggak tahu mau ngapain, yaudah, saya ke kandang aja untuk liatin tumbuh kembang peliharaan satu ini. Dan yang susahnya, jujur, ini ayah saya yang mengalami.

Nggak tahu kenapa, sejak ayah saya memelihara ayam, blio sering batuk-batuk. Kayaknya sih gara-gara serbuk dari makanan ayam yang biasanya dicampur konsentrat. Ayah saya mungkin nggak kuat dengan itu. Akhirnya, saya dan ibu bilang, kalau coba aja berhenti pelihara ayam, siapa tahu itu gara-gara serbuk campuran makanan ayamnya yang bikin batuk.

ADVERTISEMENT

Lantaran agak keras kepala, ayah saya masih mempertahankan hewan peliharaannya. Blio tetap memelihara dan tetap merawatnya seperti merawat saya, anaknya sendiri. Kalau agak bandel dipukul, kalau nurut yaudah blio hepi-hepi aja. Ayah melanjutkannya dengan memakai masker sewaktu mencampur adonan pakan. Lama-kelamaan, ternyata masih aja batuk.

Ibu saya yang jarang mau kalah, akhirnya bilang lagi, mending coba berhenti dulu. Nanti lihat perkembangannya. Kalau batuknya nggak berhenti, berarti batuk biasa. Tapi, kalau batuknya berhenti, berarti benar, asal muasal terjadinya batuk adalah si serbuk adonan pakan ayam.

Ayah menyetujui, saya juga setuju. Dan, ternyata benar, ayah saya sembuh. Dengan berat hati saya bilang, kalau ayah memang nggak kuat sama serbuk adonan pakan ayam itu. Walaupun demikian, ayah saya ngotot masih mau pelihara ayam, nggak tahu mau gimana, pokoknya pelihara.

Dari hasil ngototnya blio, ndilalah ada teman dekatnya yang nawarin ayah saya untuk ngisi kandang ayamnya yang lagi kosong. Si teman ayah saya ini, setelah dicek langsung, punya kandang ayam gede yang sekarang lagi nggak produktif gara-gara banyak perusahaan yang nggak pakai jasanya lagi untuk pelihara ayam. Katanya gara-gara pandemi ini. Nah, karena sekarang kandangnya kosong, akhirnya si pemilik kandang ini cari-cari orang yang kira-kira bisa modalin dia untuk bisa pelihara ayam lagi.

Si pemilik kandang ini hanya punya kandangnya saja, modal ia tak punya. Nah, karena ada yang beginian, tanpa pikir panjang, ayah saya langsung saja mengiyakan. Pertimbangannya ya tadi, ayah tetap ingin pelihara ayam, nggak mau batuk, dan ya tentunya ada penghasilan tambahan. Selain itu, enaknya, di kandang yang udah kami cek, peralatannya udah lengkap banget. Pokoknya tinggal pakai aja gitu.

Akhirnya, yaudah. Kesepakatan dibuat. Untuk kali ini, kami sepakat untuk pelihara ayam potong. Selain karena banyak dikonsumsi, ayam ini juga cepat tumbuhnya. Muternya duit jadi nggak terlalu lama. Dan ya, hasilnya untuk per bulan, cukuplah kalau dibuat biaya hidup sehari-hari.

Baca Juga:

Rumah Saya Perlahan Kehilangan Rasa Nyaman Akibat Kandang Ayam yang Datang Belakangan

Tetangga yang Nggak Niat Mengurus Hewan Peliharaan Wujud Kehidupan Tanpa Adab: Kalau Nggak Niat Pelihara, Mending Nggak Usah

Dan enaknya lagi, saya udah nggak perlu capek-capek bersihin kandang plus tai ayam, cium bau menyengat dari kandang ayam, memberi makan, dan sebagainya. Setelah beberapa bulan melakukan ini, kami cukup puas. Alhamdulillah, orangnya jujur dan memang ngerti banget sama ayam. Tau sendiri kan perawatan untuk ayam potong itu gimana. Salah dikit, ayamnya stres. Kaget dikit, ayamnya insecure. Repot.

Kalau gini enak. Kandang dengan peralatan lengkap udah ada, tempatnya jauh dari perumahan warga jadi bisa dibilang aman dari tuntutan-tuntutan, orangnya juga udah ahli dan bisa dipercaya, duit buat modalin—walaupun sedikit—juga ada, jadinya, yaudah. Tinggal taruh duit di sana, udah bisa jalan sendiri.

Mungkin kalau pembaca ada yang punya kelebihan duit, terus kepingin beternak biar ada penghasilan tambahan, mungkin bisa pakai cara ini. Tapi, ingat, pertama-tama, cari orang yang bisa dipercaya, dan memang ini yang susah, tapi saya yakin pasti ada. Terus orang yang punya kandang begituan, cari aja di desa yang agak jauh dari perkotaan dan yang kira-kira di desa tersebut masih banyak lahan kosong. Setahu saya, kebanyakan ahlul peternak yang punya kandang besar ada di tempat-tempat yang begitu.

Kalau udah nemu, yaudah, tinggal bikin kesepakatan aja. Mau taruh modal berapa, pembagian hasilnya gimana, dan keperluan-keperluan lain yang memang perlu disepakati. Tanyain juga ntar, pasarnya kemana, nanti dijual gimana. Pokoknya yang penting-penting jangan sampai nggak ditanyain, biar agak tenang naruh modal.

Jangan lupa bikin perjanjian hitam di atas putih. Buat jaga-jaga aja, nggak masalah kan? Nah, kalau udah, ya tinggal berdoa aja semoga hasilnya bagus dan harga pasar lagi naik sambil melakoni hobi atau apa gitu pokoknya ada kerjaan dan nggak gabut-gabut banget. Tiap minggu atau dua minggu sekali, jadwalin aja untuk cek ayam-ayamnya. Anggap aja liburan sederhana.

Tapi, jujur, walaupun sederhana, yang kayak gini beneran asyik. Pas waktu ke lokasi kandang, ya tinggal duduk dan liatin aja ayam-ayam yang kerjaannya makan, tidur, bikin telek, dan duduk-duduk aja.

Mungkin sih, yang kayak gini kayaknya nggak modern banget. Biasanya kan yang diminati sekarang kan nganu saham. Tapi ya bodo amat lah, saya nggak ngerti begituan. Saya ngertinya hanya gini, cara sederhana yang juga menenangkan.

BACA JUGA Alasan Kita Sebaiknya Memberikan Rating dan Review Produk Saat Belanja Online dan tulisan Firdaus Al Faqi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Oktober 2020 oleh

Tags: ayampakanternak
Firdaus Al Faqi

Firdaus Al Faqi

Sejak lahir belum pernah pacaran~

ArtikelTerkait

telur ayam usaha ternak ayam mojok

Komentar Ayah atas Tulisan Saya tentang Larangan Usaha Ternak Ayam

13 Mei 2020
bapak kos melihara ayam pengalaman aneh anak kos ayam jago sabung ayam mojok

Pengalaman Absurd Punya Bapak Kos yang Hobi Pelihara Ayam

22 April 2020
Membedah Alasan Kenapa Makanan Indonesia Timur Nggak Begitu Terkenal dan Kalah dengan Kuliner Lainnya

Membedah Alasan Kenapa Makanan Indonesia Timur Nggak Begitu Terkenal dan Kalah dengan Kuliner Lainnya

13 Januari 2025
Review Jujur Ayam McD Kimchi Nggak Ada Rasa Kimchinya Terminal Mojok

Review Jujur Ayam McD Kimchi: Nggak Ada Rasa Kimchinya Sama Sekali!

8 November 2022
kenduri ingkung mojok

Menggugat Mekanisme Pembagian Ingkung dalam Kenduri yang Tidak Adil

25 Januari 2021
Ayam dan Keseruan Menikah dengan Orang Magelang (Unsplash)

Ayam Jago dan Keseruan Menikah dengan Orang Magelang

12 Mei 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak Mojok.co

5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak

27 Agustus 2026
4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Keresahan dosen UIN saat melihat mahasiswanya sendiri memvonis kampusnya “tidak Islam-Islam amat”

27 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.