Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Rahasia Daffa Fried Chicken, Ayam Goreng “Pelosok” Penguasa Trotoar Indonesia

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
2 April 2023
A A
Menerka Strategi Daffa Fried Chicken, Ayam Goreng “Pelosok” Penguasa Trotoar Indonesia

Menerka Strategi Daffa Fried Chicken, Ayam Goreng “Pelosok” Penguasa Trotoar Indonesia (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ayam goreng tak bisa dimungkiri, adalah panganan favorit banyak orang. Bukan hanya dikonsumsi sebagai makanan pendamping nasi alias lauk pauk, dilahap langsung begitu saja pun, ayam goreng tetap terasa nikmat. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika banyak pengusaha kuliner memilih makanan kesukaan Upin dan Ipin tersebut sebagai sajian utama yang hendak mereka jajakan kepada para calon pembelinya.

Selain terhitung gampang diolah, ayam goreng membuka peluang kepada para pelaku usaha kuliner untuk berinovasi agar masakan tidak terasa membosankan. Biasanya, inovasi tersebut terlihat jelas dari beragam pilihan sambalnya. Namun tidak sedikit pula, pelaku usaha kuliner yang melakukan inovasi memasak ayam goreng dengan campuran tepung terigu untuk menciptakan efek renyah dan rasa yang lebih gurih.

Berbeda dengan ayam goreng biasa, masakan ayam goreng berbalut tepung ini seringkali disebut sebagai fried chicken oleh masyarakat Indonesia. Padahal, kalau diterjemahkan juga artinya tetap ayam goreng, nggak ada bedanya antara yang pakai tepung maupun tidak. Hal ini bisa jadi dikarenakan dampak kepopuleran franchise McDonalds dan Kentucky Fried Chicken (KFC) yang lekat dengan imej ayam goreng tepung. Berawal dari nama besar dua franchise restoran cepat saji tersebut, banyak pengusaha lokal yang turut menelurkan produk fried chicken dengan kearifan lokal. Salah satunya adalah Daffa Fried Chicken atau yang sering disingkat menjadi DFC.

Ayam goreng pelosok yang yahud

Walaupun kata orang Daffa Fried Chicken adalah “ayam goreng pelosok”, nyatanya DFC mampu berkembang cukup pesat hingga menguasai pangsa pasar ayam tepi jalan. Ya, konsep DFC ini memang lebih condong ke arah street food dengan menggelar dagangan lewat gerobak dorong ketimbang membuka outlet tempat makan.

Meski terhitung pemain anyar lantaran baru berdiri selama kurang lebih tiga belas tahun, keberhasilan DFC dapat ditilik dari banyaknya lapak DFC yang kini sangat mudah dijumpai manakala orang berlalu-lalang menyusuri panasnya aspal jalanan. Tentu saja, kesuksesan yang diraih saat ini tidak lepas dari usaha serta strategi bisnis yang diterapkan.

Pertama, menggotong konsep fried chicken gerobakan dan memposisikan diri sebagai ayam goreng pinggir jalan justru membuat DFC mampu memperluas pangsa pasarnya. Oke, McD dan KFC memang sudah menjamur di berbagai tempat dan banyak orang beranggapan harga makanan di sana tidaklah seberapa. Akan tetapi, bagi sebagian orang yang sebelumnya tidak pernah menyambangi restoran cepat saji modern, memesan makanan di meja kasir atau mesin otomatis layar sentuh kadang kala terasa menakutkan seperti momok.

Jujur saja, orang yang sudah sering ke mall saja terkadang masih bingung dan deg-degan kalau harus order ke gerai Starbuck, kan? Nah, kurang lebih, perasaan seperti itulah yang dipikirkan sejumlah orang yang enggan pesan fried chicken ala international fast food. Alhasil, untuk mengobati rasa penasaran mereka atas gurihnya ayam goreng crispy, fried chicken gerobakan menjadi jalan ninja mereka.

Harga murce adalah kunci

Kedua, harga yang murah menjadi andalan untuk menggaet konsumen baru. Sebagaimana yang sudah banyak orang tahu, pasar terbesar masyarakat Indonesia adalah golongan menengah yang juga menjadi segmen pasar DFC. Di sisi lain, golongan tersebut cenderung memiliki karakter sensitif terhadap harga. Mereka hobi membandingkan produk serupa dengan harga yang lebih murah khas kaum mendang-mending. Boleh dibilang, kualitas produk bukan merupakan prioritas mereka, yang penting harga masih terjangkau kantong. Apalagi, ini soal makanan yang istilah kata, numpang lewat di mulut dan perut saja.

Baca Juga:

Panduan Berhadapan dengan Rayuan Sakti Barista yang Berusaha Upselling  

Semua Bisa Meniru Mie Gacoan, tapi Tak Semua Bisa Menyamai Kesuksesannya

Seandainya mau bersikap objektif, tidak ada yang istimewa dari DFC ini selain harganya. Soal rasa, banyak fried chicken lokal lain yang lebih enak. Sambalnya pun hanya berupa sambal sachet. Namun sekali lagi, pertimbangan harga murah sudah tentu tak boleh dikesampingkan. Siapa, sih, yang dapat menolak sepotong fried chicken yang crunchy dengan hanya bermodalkan di bawah sepuluh ribu rupiah?

Cost leadership strategy

Ketiga, DFC ini sangat fokus dalam mengoperasikan usahanya dengan menekankan cost leadership strategy. Harga ayam DFC yang murah di poin sebelumnya, tidak terlepas dari penerapan strategi ini. Pemilihan gerobak sebagai alat bantu penjualan menjadi salah satu faktor utamanya. Secara logika, berdagang menggunakan gerobak akan jauh lebih menekan biaya ketimbang harus menyewa tempat untuk diubah sebagai warung makan.

Belum lagi, harus ada biaya interior, pemeliharaan tempat, dan gaji karyawan yang harus dikeluarkan bila membuka tempat makan. Dengan perhitungan matematis, semua variabel biaya tersebut akan mempengaruhi harga jual produk. Hal tersebut berbeda sekali dengan sistem franchise gerobak yang ditawarkan oleh DFC.

Kualitas tetap diutamakan

Keempat, DFC tetap memperhatikan kualitas kesegaran ayam goreng yang dijualnya. Para pelaku usaha DFC tidak menyetok ayam matang sebelum pembeli datang. Supaya ayam tetap hangat, penjual hanya akan menggoreng ketika pesanan datang. Dengan demikian, efek kriuk tepung yang dibalurkan akan tetap terjaga dan rasa juicy daging ayam di dalamnya lebih terasa.

Sebagai info tambahan, cukup banyak konsumen yang berpendapat bahwa pelayanan ramah para penjual DFC ini menjadi salah satu pendorong mereka setia membeli ayam goreng di gerai tersebut. Bahkan, ada pula yang mengaku pernah diberi bonus tahu kriuk ala DFC lantaran membeli ayam dalam jumlah tertentu.

Itulah tadi rahasia kesuksesan Daffa Fried Chicken, ayam goreng pinggiran yang sukses mendulang rupiah dari jalanan. Pastinya, titik yang dicapai saat ini sudah melalui proses jatuh bangun yang tidak terjadi secara instan. Konsistensi dan kerja keras menjadi kunci utama dalam membangun sebuah bisnis, bahkan jika itu berasal dari trotoar.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Fakta Cak Yunus, Fried Chicken Jawa dari Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2023 oleh

Tags: ayam goreng murahdaffa fried chickenstrategi
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Ricuh Strategi Upselling, Ini Jurus Jitu Menghindarinya  

Ricuh Strategi Upselling, Ini Jurus Jitu Menghindarinya  

24 Mei 2023
3 Rahasia yang Bikin Uniqlo Sukses di Industri Fashion

3 Rahasia yang Bikin Uniqlo Sukses di Industri Fashion

11 Juni 2022
5 Alasan Mobile Legends Masih dan Akan Tetap Laku di Indonesia

5 Alasan Mobile Legends Masih dan Akan Tetap Laku di Indonesia

16 Juni 2022
Cara Agar Dagangan Cepat Laris Gunakan Strategi Psikologis Ini Terminal Mojok

Cara Agar Dagangan Laris: Gunakan Strategi Psikologis Ini

26 Agustus 2022
Selisih Kecepatan Rata-rata Salat Tarawih di Desa Saya dan Tempat Saya Kuliah terminal mojok.co

Menerapkan Strategi Perang Sun Tzu dalam Perang Sarung

11 Mei 2020
Strategi Starbucks Mempertahankan Loyalitas Pelanggan Terminal Mojok

Strategi Starbucks Mempertahankan Loyalitas Pelanggan

13 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.