Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Daerah Sukamiskin Bandung Bukan Berarti Warganya Senang Kemiskinan

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
9 November 2021
A A
Daerah Sukamiskin Bandung Bukan Berarti Rakyatnya Senang Kemiskinan terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Mengulik asal-usul nama suatu tempat memang seru. Apalagi nama yang sedang diulik memiliki kata yang unik dan kadang bikin otak kita traveling dan langsung melakukan metode cocokologi. Salah satunya adalah nama daerah Sukamiskin yang ada di Kabupaten Bandung. Dari namanya saja bikin kita bertanya-tanya apakah warga daerah tersebut menyukai kemiskinan?

Padahal nama Sukamiskin tidak berasal dari kata “suka” dan “miskin”, lho. Seperti yang kita ketahui, ketika masih dijajah oleh Belanda, masyarakat kita kesulitan dalam melafalkan kata dari lidah-lidah si londo itu. Nah, biasanya pelafalan warga pribumi lah yang menjadi acuan untuk menamakan sesuatu termasuk suatu daerah.

Nama daerah Sukamiskin, dari buku yang saya baca, berawal dari salah satu pondok pesantren tertua di wilayah Ujungberung. Pesantren itu sampai sekarang masih ada, namanya Pondok Pesantren Sukamiskin.

Ponpes itu didirikan sekitar tahun 1883 oleh K.H.R. Muhammad bin Alqo. Beliau merupakan pendatang dari Kalibata atau Batavia, dan anak dari seorang ulama bernama K.H. Alqo bin Daud. Oke, kita cerna dulu sampai sini biar otak kita nggak loading dan buffering.

Ibu dari K.H.R. Muhammad bin Alqo ini berasal dari Cibiuk, Limbangan. Konon katanya, K.H. Alqo bin Daud ini adalah keturunan kedelapan dari Syarif Hidayatullah. Namun, keterangan lain ada yang menyebut bahwa K.H.R. Muhammad bin Alqo ini adalah seorang saudagar yang selalu traveling menyusuri niaga dari Batavia ke wilayah Priangan Timur sampai ke Cirebon.

Nah, dalam masa traveling-nya itu, ia suka singgah di Ujungberung dan menginap di sebuah pesantren bernama Pesantren Arjasari yang konon katanya berada di sekitar Rumah Sakit Hermina, Cikadut, kalau di masa sekarang.

Kemudian, lantaran sering banget nginep di tempat itu, ia menjalin hubungan yang akrab dengan K.H.R. Muhammad Irsyad, pendiri Pesantren Arjasari. Dari dorongan beliau, Muhammad bin Alqo mendirikan pesantren miliknya sendiri yang berjarak kurang lebih 300 meter dari arah timur Pesantren Arjasari.

Nah, nama pesantrennya ini yang unik bin ajaib. Muhammad bin Alqo menamakan pesantren yang dibangunnya dengan nama “Suq Misk”. Kebayang kan gimana belibetnya lidah orang-orang pribumi pada saat itu? Zaman sekarang saja mau ngomong “thank you” jadi “tengkyu”.

Baca Juga:

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

Ternyata oh ternyata, Suq Misk ini punya arti juga, yaitu Pasar Kesturi. Buat yang nggak tahu, kesturi berarti minyak wangi dalam bahasa Arab. Tapi, nama itu bukan sekadar nama, Muhammad bin Alqo punya filosofi tersendiri dari nama ponpes yang ia bangun.

Ia berharap Ponpes Suq Misk ini bisa menjadi sumber keharuman yang semerbak memenuhi penjuru bumi untuk mengembangkan agama Islam di distrik Ujungberung Wetan khususnya, dan umumnya di Kabupaten Bandung itu sendiri.

Karena nama ponpes yang dibangun Muhammad bin Alqo ini belibet di lidah pribumi pada masa itu, alhasil orang-orang Sunda yang ada di wilayah tersebut mengucapkannya dengan nama Sukamiskin. Sialnya, makna Sukamiskin dengan Suq Misk ini jelas jauh banget dan nggak akan bisa bersatu, kayak aku dan dia.

Meskipun, Sukamiskin di Kabupaten Bandung kerap diartikan sebagai daerah yang senang dengan kemiskinan, ternyata sejarah yang dimiliki jauh dari kata miskin. Ya, semoga saja lidah-lidah kita ini nggak belibet kalau nyebutin nama tempat di wilayah orang lain. Kasihan nanti artinya jadi beda dan maknanya malah bikin ngakak.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2021 oleh

Tags: Bandungsejarahsukamiskin
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

Naik Jembatan Penyeberangan di Kota Bandung: Alih-alih Aman, Malah Bisa Celaka

Naik Jembatan Penyeberangan di Kota Bandung: Alih-alih Aman, Malah Bisa Celaka

16 Maret 2023
Sejarah Gunung Sindoro dan Misteri Suara Sinden di Jalur Pendakian

Sejarah Gunung Sindoro dan Misteri Suara Sinden di Jalur Pendakian

27 Mei 2022
10 Istilah Populer di Kampus Unpad yang Penting Diketahui Mahasiswa Baru Mojok.co

10 Istilah di Unpad yang Perlu Diketahui Mahasiswanya biar Nggak Dikira Kuper

7 Januari 2026
Studio Lokananta: Studio Musik Tertua yang Tetap Berdiri meski Dihajar Digitalisasi

Studio Lokananta: Studio Musik Tertua yang Tetap Berdiri meski Dihajar Digitalisasi

3 Juli 2022
Ridwan Kamil, ibu kota Jawa Barat pindah ke Cikarang saja (Unsplash.com)

Ridwan Kamil, Cikarang Bakal Cocok Jadi Ibu Kota Jawa Barat

16 Oktober 2022
Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

Jogja Memang Istimewa, tapi Mohon Maaf Bandung Lebih Nyaman untuk Ditinggali

26 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.