Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Cuci Motor: Aktivitas Paling Sia-sia yang Pernah Dilakukan Manusia

Makmur oleh Makmur
30 Januari 2021
A A
Cuci Motor: Aktivitas Paling Sia-sia yang Pernah Dilakukan Manusia terminal mojok.co

Cuci Motor: Aktivitas Paling Sia-sia yang Pernah Dilakukan Manusia terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya heran sama orang-orang yang banyak pusing. Terutama jika hal itu tak sepantasnya untuk dipusingin. Seperti misalnya soal kebersihan motor. Memangnya apa yang perlu dipusingkan jika motor saya kotor? Toh, itu urusan saya kok. Saya sendiri yang pake itu motor. Dan saya nyaman-nyaman ajah. Kenapa mesti banyak yang pusing dan nyuruh saya segera cuci motor?

Persoalan bersih tidaknya motor di kampung saya (di pojok paling selatan Sulawesi) — mungkin di kampung kalian juga — adalah persoalan yang pelik. Banyak yang menganggap kebersihan motor sebagai sebuah prestasi tersendiri. Bersih tidaknya motor jadi tolok ukur kepribadian seseorang. Kita bisa dicap malas, jorok, dsb. jika lalai pada kebersihan motor. Banyak yang rela menyisihkan waktunya untuk cuci motor, hanya karena takut diberi stigma negatif seperti itu.

Siapa bilang mencuci motor itu gampang?

Mencuci motor adalah aktivitas yang cukup berat dan ribet. Pasalnya mencuci motor memerlukan kesabaran dan ketabahan. Motor tidak sama seperti piring atau gelas yang gampang dicuci. Tinggal digosok dan dibilas selesai. Motor memerlukan kerja ekstra dan super teliti. Motor terdiri dari berbagai bagian yang berbeda-beda untuk dibersihkan. Beberapa bagian lebih susah dibersihkan daripada bagian yang lainnya. Misalnya bagian bawah dan di sekitaran mesin itu lebih susah dibanding bagian jok dan dasbor depan. Selain itu, kesusahan juga tergantung juga pada jenis motornya. Motor yang terlalu banyak variasi kapnya itu lebih susah, sebab bagian mesin dan bagian bawahnya susah dijangkau.

Tapi balik lagi, mau motor apapun. Mau matic, mau dua tak, mau pake gigi, tetap saja yang paling bertanggung jawab pada bersih tidaknya adalah pemiliknya. Jika bukan pemiliknya siapa lagi? Tapi, apakah beberapa orang memang adalah pemilik motor yang lalai? Tidak bertanggung jawab? Tidak pandai bersyukur diberi rezeki memakai motor? Mungkin beberapa pemilik motor tidak sedurjana itu. Mungkin ada alasan lain kenapa motor mereka jarang dibersihkan.

Jika pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka saya akan jawab begini. Saya jarang cuci motor karena saya anggap mencuci motor itu hal yang absurd. Mencuci motor seperti kegiatan mengangkat batu ke atas gunung oleh Sisifus dalam Mitologi Yunani, yang sesampai di atas, batu itu jatuh lagi ke bawah, dan diangkat lagi, lalu jatuh lagi, begitu seterusnya. Motor tidak akan pernah mencapai titik di mana dia akan abadi dalam kebersihan. Ia akan selalu kotor dan kotor. Ia fana seperti semua makhluk di semesta ini.

Mencuci motor juga menjadi sangat susah di saat-saat tertentu. Seperti di saat musim hujan dan di saat motor itu bukan lagi sebuah kebanggaan. Pertama, di saat musim hujan, mencuci motor adalah hal bodoh, yang terkadang bisa dikatakan sia-sia. Apalagi jika jalanan di dekat rumah (tempat tinggal) banyak yang berlubang dan berlumpur, motor jadi sangat rawan untuk kotor lagi. Kedua, di saat motor itu bukan lagi sebuah kebanggaan, motor seperti ini akan sering dicampakkan dan diabaikan kebersihannya, baik di saat musim hujan atau musim salju. Baik dia punya banyak kap atau tidak. Dia tetap dipakai, tapi urusan kebersihannya tidak lagi jadi pertimbangan. Motor seperti ini sudah tidak lagi memiliki ikatan emosional atau posisi status sosial di mata pemiliknya. Yang tersisa darinya hanyalah nilai pakai (asal bisa dipakai, bisa digas).

Hak menentukan nasib motor sendiri

Hubungan motor dengan pemiliknya memiliki kompleksitas tersendiri. Pergulatan antara pemilik dengan motornya adalah sesuatu yang pelik dan ribet untuk ditafsirkan. Kita tidak bisa menilai hubungan seseorang dengan motornya hanya dengan melihatnya dari permukaan. Kita perlu menelusuri kondisi psikologis, sosio-geografis, dan ekonomis dari si pemilik, serta memahami anatomi motornya. Sesuatu yang tentu bukan barang yang gampang. Perlu penelusuran fakta yang mendalam dan memakan waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan sebuah kesimpulan.

Lebih lanjut, hubungan motor dengan pemiliknya seperti hubungan sebuah keluarga. Memiliki konflik internal dan masalah tersendiri. Seperti kata Leo Tolstoy dalam Anna Karenina, “Setiap keluarga yang tidak bahagia, tidak bahagia dengan caranya sendiri.” Mungkin juga dengan pemilik motor, punya cara tersendiri untuk bahagia dan tidak bahagia dengan motornya. Hubungan motor dengan pemiliknya juga bisa dilihat dalam terma nasionalisme. Setiap pemilik motor, yang tidak dalam proses cicilan, memiliki kedaulatan atas motornya. Ia aktif dan bebas dalam merawat dan memakai motornya. Terserah si pemilik, apakah akan jadi otoriter eksploitatif terhadap motornya, ataukah jadi seorang yang progresif.

Baca Juga:

Jakarta Menurut Perantau Jogja: Tempat yang Bagus buat Nyari Uang, tapi Nggak Enak Buat Hidup

3 Hal Menyebalkan yang Ada di Warung Bakmi Jawa, Bikin Makan Jadi Nggak Nikmat dan Nyaman

Maka dari itu, sebaiknya janganlah kita terlalu pusing dengan motor orang lain. Daripada kita pusing pada motornya, lebih baik kita memahami dan mengerti kehidupan pemiliknya. Terlalu banyak hal yang perlu diperhatikan sebelum menilai. Dan sungguh hal yang sia-sia jika kita terlalu terpaku dengan kebersihan motor orang lain sampai menyuruhnya segera cuci motor. Sebab sebagaimana kata pepatah, untukmu motormu, dan untukku motorku. Cuci motor atau tidak yang jelas berani kotor itu… baik.

BACA JUGA Mempertanyakan Kepedulian Pemilik Mobil yang Hobi Cuci Mobil di Pinggir Jalan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: cuci motorKebersihan
Makmur

Makmur

Seseorang yang berniat menjadi orang baik.

ArtikelTerkait

kebersihan toilet

Kenapa Toilet Cewek Itu Jauh Lebih Jorok Dari Toilet Cowok sih?

11 Mei 2019
Menormalisasi Jajanan Kaki Lima yang Nggak Higienis Adalah Hal Goblok terminal mojok

Menormalisasi Jajanan Kaki Lima yang Nggak Higienis Adalah Hal Goblok

2 Desember 2021
Setelah Cuci Motor Kok Sering Hujan: Selain Saya, Siapa Lagi yang Mengalami?

Setelah Cuci Motor Kok Sering Hujan: Selain Saya, Siapa Lagi yang Mengalami?

6 Januari 2020
4 Kesalahan Umum Saat Membersihkan Kamar Mandi terminal mojok

4 Kesalahan Umum Saat Membersihkan Kamar Mandi

23 Desember 2021
Cuci Motor: Aktivitas Paling Sia-sia yang Pernah Dilakukan Manusia terminal mojok.co

Siapa Bilang Mencuci Motor Adalah Pekerjaan yang Paling Sia-sia? Situ Aja yang Males

9 Februari 2021
Cuci Motor di Musim Hujan Sia-sia karena Bakal Kotor Lagi? Nggak Gitu Logikanya, Bos mojok.co/terminal

Siapa Bilang Cuci Motor di Musim Hujan Itu Sia-sia?

12 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026
Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara- Beli Mahal, dapatnya Bangkai (Wikimedia Commons)

Tragedi Nasi Rames Sancaka Utara: Membayar Tiket Eksekutif demi Uji Nyali Makan Nasi yang Sudah Almarhum

29 Maret 2026
WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

27 Maret 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.