Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Cowok Korea Tak Semanis Drakor: KDRT Marak, Perempuan Tak Punya Ruang Gerak

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
28 September 2023
A A
Cowok Korea Tak Semanis Drakor: KDRT Marak, Perempuan Tak Punya Ruang Gerak

Cowok Korea Tak Semanis Drakor: KDRT Marak, Perempuan Tak Punya Ruang Gerak (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di drakor kita kerap melihat cowok-cowok Korea memperlakukan pasangannya dengan manis dan baik. Padahal kasus KDRT di Negeri Ginseng cukup banyak, lho.

Setiap kali nonton drama Korea, saya selalu menyempatkan diri buat ngepoin para pemerannya. Biasanya saya cari profil pemeran drakor di Google dan mengeduk informasi lain dari media sosial, khususnya dari X atau Twitter.

Rupanya, kebiasaan saya ini juga banyak dilakoni para penggemar drakor. Drakor yang sedang ongoing atau baru saja rampung dijamin bakal jadi hot topic di kalangan fans. Umumnya para fans bakal membicarakan fun fact drama, mengharapkan produksi season selanjutnya, hingga memuji karakter yang paling berkesan dari drama yang mereka saksikan.

Pasti kita pernah melakukan kebiasaan-kebiasaan itu, ya, khususnya yang nomor tiga. Kalau ada tokoh drakor gemesh atau ganteng, kita pasti jatuh cinta berjamaah. Kalau karakter drakor itu baik hati, sopan, dan bucin abis sama pacarnya tanpa menunjukkan tanda-tanda obsesif, kita akan langsung menandainya sebagai cowok green flag.

Keberadaan cowok drakor yang mendekati sosok pasangan ideal nan sempurna nggak jarang membuat kita jadi berharap untuk bisa punya pasangan yang serupa. Nggak mengherankan juga kalau banyak fans Indonesia yang didominasi kaum hawa ngebet banget pengin punya pasangan orang Korea.

Sayangnya, cowok drakor semacam itu hanya ada di dunia fiksi. Kamu mau cari cowok se-green flag Ahn Jeong Won Hospital Playlist atau segemesh Ki Seon Gyeom Run On di Korea? Sayang sekali, negara yang kamu impi-impikan itu justru menyajikan fakta yang sebaliknya.

Drakor isinya romantis, tapi aslinya Korea bikin nangis

Di balik laki-laki keren dan sempurna  di drakor romantis yang membuat kaum hawa meleyot dan klepek-klepek, ada fakta busuk tentang Korea Selatan. Manisnya hubungan laki-laki dan perempuan di drakor nyatanya nggak sesuai dengan dunia nyata, khususnya dalam rumah tangga.

Korea Selatan, negara yang selama ini ditampilkan sebagai tempat romantis dan hangat, justru menjadi tempat tumbuhnya sikap kejam para suami terhadap pasangannya. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) jadi fenomena yang menjamur, tapi tak kunjung diberantas di Korea Selatan.

Baca Juga:

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Rekomendasi 8 Drama Korea yang Wajib Ditonton sebelum 2025 Berakhir

Potret KDRT di Korea Selatan ini paling mirip ditampilkan di drama Lies Hidden in My Garden. Tokoh Chu Sang Eun (Lim Ji Yeon) menjadi korban KDRT oleh suaminya yang abusive. Chu Sang Eun yang nggak salah apa-apa, cuma diam dan bernapas, selalu disiksa dan dipukuli oleh suami temperamennya, sampai-sampai ia mengalami trauma.

Alasan KDRT marak di Korea Selatan

Lalu, apa latar belakang para suami di Korea Selatan menyerang istrinya?

Ada beberapa alasan yang menyebabkan angka KDRT di Korea Selatan melambung tinggi.

#1 Budaya

Dari publikasi bertajuk Domestic Violence and South Korean Women: The Cultural Context and Alternative Experiences Article in Violence and Victims yang ditulis oleh Kim et al. (2010), ajaran konfusianisme yang dianut oleh masyarakat Korea Selatan menjadi awal mula kenapa negara tersebut sangat patriarkis. Dalam konfusianisme, laki-laki adalah pemimpin di segala aspek keluarga. Kalau istri meninggalkan perannya dan melanggar norma tradisional, suaminya dianggap boleh-boleh aja “ngasih pelajaran” lewat kekerasan dan apa yang dilakukan si suami dianggap sah.

Kebanyakan istri korban KDRT, khususnya yang lingkungannya dikelilingi oleh pemegang teguh ajaran konfusianisme nggak akan melaporkan KDRT yang dialaminya. Soalnya, mereka takut laporan tersebut akan bikin malu keluarga dan berdampak ke status sosial keluarga. Selain itu, jika istri korban KDRT memilih untuk cerai, mereka juga akan jadi orang yang disalahkan karena perilakunya dianggap menyimpang dari ajaran konfusianisme. Ibaratnya, korban malah berbalik jadi pelaku.

#2 Latar belakang sosio-demografis

Selain budaya, rupanya karakteristik sosio-demografis juga berdampak signifikan ke tendensi melakukan KDRT. Menurut Kim, Oh, dan Nam (2016) dalam risetnya berjudul Prevalence and Trends in Domestic Violence in South Korea: Findings From National Surveys disebutkan bahwa laki-laki dengan karakteristik sosio-demografis yang rendah lebih cenderung melakukan kekerasan karena rasa rendah diri atau inferiority complex. Laki-laki yang pendapatan, posisi dan jabatan kerja, latar belakang keluarga, dan pendidikannya yang lebih rendah punya kecondongan untuk melakukan KDRT ke istrinya.

Lha, lu yang insecure kok istri yang jadi korban?

Jadi, (lagi-lagi) dalam ajaran Konfusian yang menetapkan pembagian peran yang saklek, laki-laki diwajibkan untuk menjadi pencari nafkah keluarga. Sebagai pencari nafkah utama, laki-laki yang nggak terima kalau istrinya jauh lebih tinggi jabatan, gaji, dan pendidikannya akan merasa nggak bisa memenuhi tuntutan dari ajaran yang diimaninya tersebut. Lalu, ia akan merasa depresi dan insecure yang meningkatkan kecenderungan melakukan KDRT.

Kondisi Korea Selatan sekarang

“Tapi kan Korea sekarang sudah modern. Emangnya ajaran Konfusianisme masih berlaku?”

Masih dari publikasi yang ditulis oleh Kim, Oh, dan Nam (2016), sebenarnya masyarakat Korea secara umum sudah mulai egaliter. Tapi, masih banyak orang Korea yang konservatif. Norma gender yang mengharuskan laki-laki sebagai pencari nafkah sekaligus lebih berkuasa dan perempuan sebagai ibu rumah tangga yang harus patuh masih kuat banget.

Pada 2001, Korea Selatan mendirikan Kementerian Kesetaraan Gender dengan tujuan mencegah KDRT dan melindungi korban. Di atas kertas pun kelihatannya pemerintah sana mengupayakan agar angka KDRT terus menurun dan kalau bisa sih dicegah. Tapi kenyataannya, masyarakat justru nggak merasakannya.

Kesetaraan gender di Korea Selatan pun belum merata. Masih banyak hak-hak perempuan yang belum terpenuhi. Parahnya lagi, Yoon Suk Yeol, presiden Korea Selatan yang saat ini berkuasa berasal dari partai konservatif dan mengaku bahwa ia anti-feminis.

Waktu kampanye, Yoon jor-joran banget untuk menarik suara dari para pria yang ogah kalau perempuan lebih unggul dibanding mereka. Yoon memanfaatkan reaksi anti-feminis yang semakin meningkat di Korea Selatan.

Setelah Yoon menang, advokasi untuk menuntut pemenuhan hak-hak perempuan dianggap tabu. Feminis jadi musuh masyarakat. Kata-kata “kesetaraan gender” di buku-buku pelajaran dihapuskan. Artinya, makin susah bagi korban KDRT untuk mendapatkan hak dan perlindungan. Sudah gitu, Kementerian Kesetaraan Gender diduga malah makin mempersulit perjuangan perempuan. Hadeeeh.

Jadi, ingat ya, nggak semua yang ada di drakor ini adalah gambaran sebenarnya. Drakor itu cuma fiksi yang didramatisasi, kok.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 10 Cowok Green Flag Paling Idaman di Drama Korea.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2023 oleh

Tags: cowok koreadrakorkdrtKorea Selatan
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

RUU PKS DPR MOJOK.CO

RUU PKS Dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2020 Oleh DPR, Ini 3 Alasannya

1 Juli 2020
10 Aktor Korea Ahjussi yang Tetap Eksis di Layar Kaca, Buktikan Usia Cuma Angka!

10 Aktor Korea Ahjussi yang Tetap Eksis di Layar Kaca, Buktikan Usia Cuma Angka!

16 September 2023
Susi dan Jeongsi, Dua Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Korea Selatan Terminal Mojok

Susi dan Jeongsi, Dua Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Korea Selatan

10 Februari 2022
3 Alasan Drakor Netflix When Life Gives You Tangerines Sayang Dilewatkan

3 Alasan Drakor Netflix When Life Gives You Tangerines Sayang Dilewatkan

14 Maret 2025
7 Istilah yang Terdengar Aneh dan Nyeleneh Saat Ngobrolin Drakor, Ada "K-Trauma" hingga "Jadi Umbi" Mojok

7 Istilah yang Terdengar Aneh dan Nyeleneh Saat Ngobrolin Drakor, Ada “K-Trauma” hingga “Jadi Ubi”

23 Februari 2025
If You Wish Upon Me Drakor Hangat, Sedikit Mengecewakan Terminal Mojok

If You Wish Upon Me: Drakor Hangat, Sedikit Mengecewakan

30 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Warga Karawang Terlihat Santai dan Makmur karena UMK Sultan, padahal Sedang Berdarah-darah Dihajar Calo Pabrik dan Bank Emok

12 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.