Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Review Film Conclave, “Menelanjangi” Vatikan di Momen Sakral

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
4 Maret 2025
A A
Review Film Conclave, "Menelanjangi" Vatikan di Momen Sakral Mojok.co

Review Film Conclave, "Menelanjangi" Vatikan di Momen Sakral (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Konflik puncak Conclave yang menampar penonton

Konflik makin memanas pada momen istirahat. Dicertiakan, salah satu suster di tempat makan membahas isu perselingkuhan seorang kandidat kuat. Konflik terus berlanjut dan menyerang beberapa kardinal yang menjadi kandidat paus baru. Puncaknya adalah bocornya kasus korupsi dan penyogokan.

Hal tabu dalam tradisi gereja Katolik banyak ditabrak. Termasuk membongkar data paus sebelumnya pada masa sede vacante. Konflik lintas agama juga membuat suasana semakin mencekam. Bom bunuh diri di Roma menjadi puncak cerita dan konflik.

Konklaf berakhir ketika 2/3 lebih suara memilih Benitez. Sosok yang mengutamakan perdamaian antar agama. Mungkin kalian bernafas lega setelah hantaman drama selama 2 jam. Namun, terpilihnya Benitez melahirkan konflik puncak yang tidak disangka-sangka yang membuat penonton termenung setelah menonton film ini.

Kekuatan sinematografi dan aktor yang tepat

Conclave meninggalkan kesan yang luar biasa. Selain alur cerita yang disusun dengan apik, sinematografi film tidak kalah hebatnya. Modernitas dan nuansa klasik ala Vatican disempurnakan dengan pengambilan gambar yang dramatis.

Film dengan latar tempat terbatas seperti Conclave biasanya akan menjemukan. Namun, Edward Berger selaku sutradara berhasil mengemas cerita rumit dalam tempat terbatas. Pemilihan aktor senior yang tepat makin menyempurnakan cerita yang cenderung memeras otak.

Saya harus angkat topi pada semua aktor, terutama Ralph Fiennes. Membawakan intrik duniawi dengan kemasan sakral bukanlah hal mudah. Apalagi dengan tetap patuh pada protokol standar sebagaimana dalam tembok Vatican. Kombinasi cerita, sinematografi, dan para pemeran memang layak diganjar Oscar. Tapi, lebih dari itu, kombinasi ini mendapat penghargaan lebih besar: kontroversi dan polemik.

Apakah film Conclave mengguncang iman?

Segenap kontroversi yang timbul dari film Conclave ini mengerucut pada satu masalah: bagaimana gereja dan umat Katolik memandang film ini? Konklaf yang dibayangkan sakral dibongkar dalam film. Politik kepentingan, korupsi, hingga skandal mewarnai proses pemilihan pemimpin tertinggi gereja Katolik.

Sebenarnya urusan duniawi dalam konklaf bukan hal baru. Sudah banyak pernyataan dari para kardinal perkara ini. Terutama perkara politik antar kardinal. Paus bukan hanya posisi suci, tapi juga jabatan duniawi. Posisi Vatican yang kompleks dalam relasi global membutuhkan pemimpin yang siap menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga:

Memahami Konklaf, Proses Rahasia Pemilihan Paus yang Sakral dan Penuh Mitos

5 Film Nominasi Oscar 2023 yang Tayang di Disney+, Ada Animasi hingga Dokumenter

Conclave justru membantu kita, para penontonnya, memahami misteri di balik tembok Vatikan. Sekaligus menunjukkan betapa lemahnya manusia. Meski mengemban jabatan suci sebagai wakil Tuhan di bumi, pemangkunya tetap saja manusia biasa yang tidak sempurna. 

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Kenia Intan  

BACA JUGA 5 Drakor Netflix yang Nggak Menye-menye, Cocok untuk Penonton Usia Matang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2025 oleh

Tags: conclavefilm nominasi oscarkonklafoscar
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Memahami Konklaf, Proses Rahasia Pemilihan Paus yang Sakral dan Penuh Mitos

Memahami Konklaf, Proses Rahasia Pemilihan Paus yang Sakral dan Penuh Mitos

25 April 2025
5 Film Nominasi Oscar 2023 yang Tayang di Disney+, Ada Animasi hingga Dokumenter

5 Film Nominasi Oscar 2023 yang Tayang di Disney+, Ada Animasi hingga Dokumenter

9 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

Trowulan, Tempat Berlibur Terbaik di Mojokerto, Bukan Pacet Atau Trawas

12 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.