Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cerita Unik tentang Tata Krama Ketika Tanya Jalan ke Orang

Adien Tsaqif Wardhana oleh Adien Tsaqif Wardhana
9 Oktober 2019
A A
tanya jalan

tanya jalan

Share on FacebookShare on Twitter

Penahkah kamu tersesat di jalan? Apa tidak tahu jalan? terus tanya jalan sama orang lain. Saya punya cerita unik agak lucu gimana gitu. Pernah suatu ketika saya mau berpergian ke daerah Grabag, Magelang. Saya berpergian juga agak nekat, karena saya pergi ke Grabag cuma mengandalkan Google Maps untuk menunjukan jalan ke tempat yang saya tuju, lebih parahnya lagi saya pergi cuma sendirian dan tidak hafal jalan ke tempat yang saya tersebut. Ya cuma mengandalkan dari aplikasi Google Maps itu tadi. Biasa lah generasi 4.0 kan serba digital, tanya jalan pun juga digital. haha

Ngalamat tenan iki!—batin saya, pas di tengah perjalanan HP saya tiba-tiba error. Tidak tahu apa penyebabnya tiba-tiba HP saya cuma hidup mati hidup mati sendiri cuma muncul logonya saja—bahasa canggihnya bootlop. Tetapi saya masih tenang, karena masih bisa tanya jalan sama orang lain. Saya kemudian tanya sama bapak-bapak yang baru menjemur tembakau di depan rumahnya, saya langsung saja tanya sama bapak-bapak itu tadi

“Badhe tanglet pakdhe. Nek ajeng ten Grabag niku medal pundi nggih?” (Mau tanya pakdhe, kalau mau ke Grabag itu lewat mana ya?)

“Ooo, lurus wae mas ono protelon mbelok ngiwo lurus terus sekitar 15 kilo luwih.” (Ooo, lurus saja mas, ada pertigaan belok kiri lurus terus sekitar 15 kilo lebih.)

“Nggih pakdhe, matursuwun” (Baik pakdhe, terima kasih.)

Saya langsung gas motor saya, saya mengikuti apa yang dikatakan bapak-bapak tersebut.

Di tengah jalan tiba-tiba perasaan saya tidak enak, lha ini udah 15 kilo lebih tapi kok tidak sampe-sampe ya, batin saya. Wah ini kayaknya salah jalan nih, tetapi perasaan saya saya sudah nurut apa yang dikatakan bapak-bapak yang saya tanyain jalan tadi. bokong saya juga sudah panas banget akibat perjalanan jauh dari Klaten.

Kemudian saya berhenti cari toko untuk istirahat sejenak, sekalian tanya sama si penajaga toko.

Baca Juga:

Kalio Disangka Rendang Adalah “Dosa” Terbesar Orang Jawa di Rumah Makan Padang

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

“Mbak, nek ajeng ten Grabag niku medal pundi nggih? Kulo ndek wau tanglet pakdhe-pakdhe, banjur diarahke mriki niku.” (Mbak, kalau mau ke Grabag itu lewat mana ya? Tadi saya tanya pakdhe-pakdhe diarahkan ke sini itu.)

“Niki ten daerah Selo, Mas. Nek ajeng ten Grabag puter balik melih mas sekitar 30 kilo luwih.” (Ini daerah Selo, Mas. Kalau mau ke Grabag puter balik sekitar 30 kilo lebih.)

“Lha ngendikone pakdhe-pakdhene ndek wau arah mriki niku mbak.” (Lha katanya pakdhe–pakdhene tadi di arahkan ke sini tuh mbak.)

“Njenengan diblasukke berarti, Mas.” (Kamu disesatkan berarti, Mas.)

“Lho kok saget, Mbak?” (Lho kok bisa, Mbak?)

“Iyo, Mas. Biasane nek tiang mriki nopo malih sing tiang sepuh niku nek ditangleti dalan yen sik tanglet mboten ngaggem toto kromo biasane diblasukke Mas opo dibalekke neh. Tapi yo ra kabeh wong sih, Mas.” (Iya, Mas. Biasanya orang sini apa lagi orang yang sudah tua itu misal ditanyai jalan kalau yang nanya tidak pake tata krama, biasanya disesatkan Mas atau dikembalikan lagi. Tapi ya tidak semua orang sih mas.)

“Kok yo koyo ngono banget to, Mbak.” (Kok seperti itu sih, Mbak.)

Saya langsung lemes, sudah jauh-jauh tapi malah diblasukke, rasanya mau nglabrak bapak-bapak yang memberitahu jalan tadi. Tetapi saya masih sabar. Saya pikir-pikir saya juga yang salah, karena saya tanya jalan sama bapak-bapaknya tadi tidak sopan. Kesalahan saya yang pertama, saya tidak matikan mesin motor. Kedua, saya tidak turun dari motor. Ketiga, saya tidak melepas helm. Keempat, saya langsung tanya, tidak pakai permisi.

Saya lemes banget lur, mau nglabrak bapak-bapaknya juga saya merasa salah. Wah, pokoknya saya sudah marah banget. Daripada saya tidak sampai-sampai ke tujuan, saya lebih baik saya melanjutkan perjalanan.

Cerita saya ini untuk pembelajaran semua orang. Cerita saya ini juga tidak hanya saya yang mengalami. Saya pernah membaca di grup Facebook, kalau ada orang tanya jalan juga malah disesatkan, ya karena tanya tidak pakai tata krama. Tidak cuma satu cerita yang sama dengan saya, banyak sekali kasus yang sama cerita saya ini.

Untuk pembelajaran saja, misal mau tanya jalan sama orang lain juga harus pakai tata krama, apalagi yang ditanyain lebih tua dari kita. Sama seperti yang saya katakan tadi, misal tanya jalan sama orang lain itu pertama, harus mematikan mesin kendaraan. Kedua, mencopot helm. Ketiga, turun dari kendaraan. Keempat, mengucapkan permisi terlebih dahulu sebelum tanya.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Adanya tata krama itu tujuannya untuk menghormati orang lain. Seperti pepatah orang Jawa “adigang, adigung, adiguna” artinya jadi orang itu menjaga kelakuan dan jangan sombong dengan posisi kita. Misal pangkat kita itu jendral, menteri, atau presiden tetapi harus tetap punya tata krama sama orang lain, walaupun kepada yang lebih rendah. (*)

BACA JUGA Lima Filosofi Sederhana Orang Jawa yang Bisa Mendamaikan Hati atau tulisan Adien Tsaqif Wardhana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2019 oleh

Tags: cerita unikgoogle mapsorang jawatanya jalantata kramatersesat di jalan
Adien Tsaqif Wardhana

Adien Tsaqif Wardhana

Mburuh di sejarahkita.com

ArtikelTerkait

kuburan

Orang Kota Kok Nggak Pada Takut Sama Kuburan Sih?

19 September 2019
Perbedaan Cara Menyajikan Teh Antara Orang Sunda dan Orang Jawa terminal mojok

Perbedaan Cara Menyajikan Teh Antara Orang Sunda dan Orang Jawa

18 Juni 2021
menikah secara rasional, orang sunda menikah dengan orang jawa

Teori Soal Kenapa Orang Sunda Tidak Menikah dengan Orang Jawa

8 April 2020
Kalau Tidak Pernah Nyasar di Labirin Sawojajar Malang, Anda Mungkin Orang Sakti mojok.co/terminal

Kalau Tidak Pernah Nyasar di Labirin Sawojajar Malang, Anda Mungkin Orang Sakti

9 Maret 2021
4 Jalan di Jakarta yang Jadi Arena Balap Liar dan Kebut-kebutan. Hati-hati kalau Lewat Sini

Sulitnya Nyetir di Jakarta: Salah Belok, Salah Jalur, Bisa Fatal!

23 September 2024
Arema Adalah Gerbang Perkenalan Saya dengan Bahasa Walikan dan Pisuhan Jawa Timur terminal mojok.co

Lima Filosofi Sederhana Orang Jawa yang Bisa Mendamaikan Hati

28 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

Sebagai Warga Pati, Saya Tidak Kaget Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK, karena Selama 24 Tahun Dipimpin 3 Bupati yang Terjerat Skandal

20 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.