Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

Iqbal AR oleh Iqbal AR
23 Januari 2026
A A
Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

Share on FacebookShare on Twitter

“After I suffered this injury, there are days that are difficult, there are days that I want to give up. It’s hard to go through all of this.”

Ungkapan Neymar Jr. saat mengalami cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) dan meniscus pada Oktober 2023 seakan menegaskan kembali betapa mengerikannya cedera tersebut. Hidup dan karier seseorang bisa meredup, bahkan hancur akibat cedera ACL. Karier Neymar Jr. memang masih lanjut. Neymar nggak menyerah. Neymar Jr. bangkit. Namun pasca cedera itu, Neymar Jr. jelas berubah.

Sebab otot ACL memang sekrusial itu. Ia adalah otot ligamen yang menghubungkan tulang paha dan tulang kering, dan mempunyai fungsi menjaga stabilitas lutut. Kalau sampai otot ini robek, atau bahkan putus, ya selesai sudah. Mau nggak mau harus operasi, harus menjalani masa pemulihan panjang dan menyiksa. Kebayang gimana frustrasinya, kan? Neymar Jr. tahu betul gimana rasanya.

Lalu muncul beberapa pertanyaan di benak saya. Jika pemain sekelas Neymar Jr. saja bisa frustrasi ketika menderita cedera ACL, bagaimana dengan pemain lain? Bagaimana dengan pemain lain yang levelnya jauh di bawah Neymar? Bagaimana dengan orang-orang biasa , orang-orang di sekitar kita yang mengalami hal serupa?

Salah satu jawaban itu muncul ketika pada suatu sore, seorang kawan datang dengan membawa berita buruk tentang apa yang terjadi kepadanya. Kabar yang selama ini nggak pernah terpikirkan bakal terjadi di lingkungan terdekat saya. “Aku kemarin cek ke fisioterapis, ternyata ACL-ku kena.” ujar kawan saya yang membuat saya terkejut bukan main.

Nama kawan saya ini Wardianto, kami memanggilnya Anto. Sekarang dia adalah pegawai Bank BRI. Dia adalah kawan satu ekskul basket di SMP, dan sempat cukup rutin main basket dengan saya dan kawan-kawan lain beberapa tahun terakhir. Anto adalah pemain basket terbaik di antara kami. Permainannya di lapangan selalu memukau, meskipun hanya sebatas fun games. Lalu ketika dia bilang bahwa ACL-nya kena, kami tentu saja syok.

ACL-nya “hanya robek sebagian”, tapi terlalu berisiko kalau tetap dipakai berolahraga

Cedera ACL bermula ketika Anto mengalami benturan di lutut ketika mengikuti kompetisi basket internal kantornya tahun lalu. Anto mengira ini benturan biasa, nyeri biasa, tanpa sadar bahwa ACL-nya terancam. Beberapa hari kemudian, rasa sakitnya masih ada. Atas desakan orang rumah, Anto pergi ke sangkal putung. Sempat mendingan, tapi rasa sakit itu muncul lagi. Di situlah Anto sadar bahwa pergi ke sangkal putung adalah kesalahan, dan masalah lututnya lebih besar dari yang dia kira.

“Salahnya dulu tak bawa ke sangkal putung. Jadi makin parah ternyata.” tegas Anto. Nggak mau ambil risiko lagi, Anto pergi ke fisioterapis. Dan di fisioterapis inilah Anto tahu bahwa otot ACL-nya robek sebagian. Lebih tepatnya, Anto mengalami cedera ACL tingkat 2. Setelah didiagnosis bahwa ACL-nya robek, Anto langsung menerima bahwa kehidupannya, setidaknya siklus olahraganya, mau nggak mau harus berubah.

“Waktu ditangani fisioterapis saja udah sakit banget. Terus waktu pemulihan, itu berat banget, kayak takut buat ngapa-ngapain. Nggak bisa dipakai aktivitas berat. Dan yang pasti sempat nggak bisa dipakai olahraga. Padahal cuma robek sebagian, tapi ya emang berisiko, sih.” ujar Anto, yang kini lututnya sudah mendingan, dan perlahan bisa dipakai olahraga ringan.

Baca Juga:

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Real Madrid Ngapain Pusing Cari Pengganti Courtois? Kan Ada Camavinga

“Salahnya juga, pasca cedera itu tak biarin gitu aja. Aku nggak terapi, nggak pemulihan, nggak latihan penguatan. Itu yang salah, sebenarnya nggak boleh.” lanjut Anto.

Cedera ACL yang “hanya robek sebagian” membuat hidup Anto agak berubah. Dia sudah nggak bisa berolahraga seperti dulu. Namun, Anto masih cukup beruntung, sebab apa yang dialaminya nggak separah jika dibandingkan apa yang dialami oleh kawan saya yang lain, yang ACL-nya putus total, dan itu mengubah banyak hal di hidupnya, bahkan mengubah jalan hidupnya.

BACA JUGA: Alasan Terselubung Pemberitaan Virgil van Dijk yang Cedera Terkesan Berlebihan

ACL putus, pemulihan yang menyiksa, hingga akhirnya pensiun dini

Nasib Adjie Dharma Dewa lebih apes lagi. Adjie, yang lebih akrab dipanggil Jemba, adalah seorang vokalis band hardcore LIMBO. Namun, sebelum dikenal sebagai vokalis band LIMBO, Jemba adalah seorang kiper yang pernah memperkuat Arema U-21. Akibat apa yang terjadi kepada lututnya tahun 2019, kariernya di lapangan hijau terpaksa berhenti.

“Kejadiannya pas latihan sama Arema U-21. Pokoknya waktu itu mau balik badan, terus mau lari kembali ke posisi gawang, di situlah lututku kayak bunyi. Sakit banget rasanya. Cederanya di situ. Tapi aku nggak yakin kalau ACL-ku kena. Aku pikir cuma meniscus yang kena. Jadi, setelah cedera, aku cuma rutin ke fisioterapis, recovery 3 bulan. Soalnya diagnosis awal juga masih meniscus.” ujar Jemba.

Saat itu, Jemba masih yakin bahwa ACL-nya aman. Dia juga masih memaksakan diri ikut latihan dengan Arema U-21 pasca recovery, sebab dia masih pengin main di liga. Keadaan ini bertahan kurang lebih setahun. Namun selama setahun itu Jemba merasakan ada yang aneh di lututnya. “Lututku kayak goyang gitu rasanya, dan gampang sakit. Kayak linu gitu.” ujar Jemba.

Akhirnya, Jemba memutuskan untuk cek MRI, guna mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan lututnya. Setelah cek MRI, diketahui bahwa ACL-nya kena, putus total. Jemba syok, dan merasa kariernya berada di ujung tanduk. Dua pekan setelahnya, Jemba memutuskan untuk operasi. Operasi berjalan dengan lancar. Namun di fase pasca operasi inilah Jemba mengalami hari-hari terberatnya.

“Mbayar dewe, Bos!”

“Pasca didiagnosis dan menjalani operasi, aku kayak frustrasi dan putus asa. Soalnya hal yang paling ditakuti pemain ya cedera ACL ini. Kariernya bisa terancam, kan. Terus setelah operasi, aku juga masih harus menjalani recovery selama sekitar 8 bulan. Nggak bisa ngapa-ngapain. Harus terapi, latihan pemulihan dan penguatan otot. Menyiksa banget, lah. Nggak cuma fisik yang kena, mental juga ikut kena.” ujar Jemba.

Rasa frustrasi dan putus asa ini diperparah dengan keharusan Jemba membiayai sendiri operasinya. Pihak klub nggak mengcover biaya operasinya, dan Jemba harus mengeluarkan biaya yang nggak sedikit.

“Mbayar dewe, bos! Arema miskin, nggak gelem tanggung jawab,” ujar Jemba dengan nada kesal. “Waktu itu habis sekitar 15 juta, karena sebagian dicover BPJS. Kalau nggak dicover BPJS, habisnya ya jauh lebih banyak.” lanjutnya.

Fisik dan mental Jemba sudah hancur karena cedera. Lalu pihak klub dirasa lepas tangan atas apa yang dialaminya. Jemba kecewa berat. Hal ini membuat Jemba perlahan menyerah dengan sepak bola. “Setelah itu aku nggak pernah latihan lagi. Aku benar-benar putus asa. Bisa dibilang aku pensiun dini, lah.” ujar Jemba.

BACA JUGA: Jenis Cedera yang Sering Dialami Pelari, Jangan Dianggap Sepele

Pemulihan cedera ACL jadi fase yang paling berat, paling menyiksa

Dari cerita Anto dan Jemba, dan diperkuat dengan penuturan Neymar Jr. di atas, kita bisa mengerti bahwa fase terberat dari cedera ACL adalah fase pemulihannya. Fase pemulihan cedera ACL itu bukan hanya soal mengembalikan kembali lutut yang cedera. Fase pemulihan adalah fase di mana mereka harus bertarung mati-matian melawan rasa frustrasi dan putus asa.

Cedera ACL (dan pemulihannya yang berat serta menyiksa) seakan jadi bukti bahwa kehidupan orang bisa berubah setelah mengalaminya. Permainan Neymar Jr. sudah nggak seindah dulu. Kawan saya Anto juga sudah nggak bisa eksplosif di lapangan basket seperti dulu. Dan Jemba, terpaksa harus gantung sepatu, mengubur cita-citanya untuk jadi kiper profesional.

Maka sangat bisa dipahami jika Neymar Jr. bilang bahwa “there are days that I want to give up” saat dia mengalami cedera dan menjalani proses pemulihan cedera ACL. Sebab di kamar operasi dan ruang-ruang terapi, rasa frustrasi dan putus asa seakan menolak pergi.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Ketika Cedera Otot

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: ACL itu apacedera ACLcedera lututneymar jr
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Real Madrid Ngapain Pusing Cari Pengganti Courtois? Kan Ada Camavinga

Real Madrid Ngapain Pusing Cari Pengganti Courtois? Kan Ada Camavinga

11 Agustus 2023
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

Cerita para Penyintas Cedera ACL: Masa Pemulihan yang Menyiksa Raga dan Batin, hingga Terpaksa Harus Pensiun Dini  

23 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026
Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

18 Januari 2026
Tinggal di Apartemen Nggak Seindah Imajinasi Saya, 4 Tahun Sewa Apartemen Jaktim Bikin Saya Stres dan Akhirnya Pindah!

Tinggal di Apartemen Nggak Seindah Imajinasi Saya, 4 Tahun Sewa Apartemen Jaktim Bikin Saya Stres dan Akhirnya Pindah!

23 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

Jalan Colombo Jogja Adalah Neraka, dan Makin Membara Saat Masa Wisuda  

22 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=YRrBYMX1Juc

Liputan dan Esai

  • Memetik Makna Lain Kekalahan saat Para Bintang Muda Urung Bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan
  • 5 Fitur KAI Access yang Memudahkan Perjalanan dengan Kereta Api
  • Gudeg Jogja Lebih Superior ketimbang Bakmi Jawa, Wisatawan Termakan oleh Branding Wisata Kuliner yang (Bisa) Menyesatkan
  • Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki
  • Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026
  • Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.