Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mau Cari Kos Putra Murah sekaligus Bersih di Sekitar UMS Solo? Cuci Muka Sana, Mimpimu Ketinggian!

M. Rafikhansa Dzaky Saputra oleh M. Rafikhansa Dzaky Saputra
24 November 2025
A A
Mau Cari Kos Putra Murah sekaligus Bersih di Sekitar UMS Solo? Cuci Muka Sana, Mimpimu Ketinggian!

Mau Cari Kos Putra Murah sekaligus Bersih di Sekitar UMS Solo? Cuci Muka Sana, Mimpimu Ketinggian!

Share on FacebookShare on Twitter

Cari kos putra di UMS itu sulitnya minta ampun, dan saya tidak sedang lebay sama sekali. Percayalah, saya sudah enam kali pindah kos dan entah berapa kali melakukan survei. Dari Gonilan, Menco, Mendungan, hingga Singopuran, semua pernah saya jelajahi. Saya hafal jalan tikus, gang sempit, sampai aroma got di tiap sudutnya. Itu saja sudah cukup jadi bukti betapa peliknya perburuan kos ini.

Sebenarnya, misi saya sederhana, mencari kos murah sekaligus bersih di UMS. Sesederhana itu. Sayangnya, dua kriteria ini seolah ditakdirkan jadi musuh bebuyutan.

Oke saya paham, murah mungkin relatif. Tapi bukankah bersih seharusnya jadi standar dasar tempat tinggal? Di sekitar UMS, bersih justru terasa seperti fasilitas tambahan yang hanya bisa dinikmati kalau kita sanggup bayar lebih. Nah, dari sinilah cerita dimulai. Tentang usaha mencari kos putra yang terjangkau dan layak huni. Serta menemukan fakta tentang kebersihan yang masih dianggap sepele oleh para pemilik kos.

Kos putra di UMS yang murah memang banyak, tapi yang juga bersih susah ditemui

Coba deh, buka situs Mamikos. Pilih lokasi di UMS, filter hanya untuk kos putra dengan harga maksimal 700 ribu. Setidaknya akan muncul kurang lebih 161 kos. Ada 17 kos harganya tepat di 700 ribu dan 144 kos dengan harga di bawah 700 ribu. Dari itu aja kita akan tau, nggak sulit kok cari kos putra di sekitar UMS. Yang murah? Bejibun. Yang bersih? Nah itu lain cerita.

Hampir semua kos di bawah 700 ribu menampilkan dinding kamar menghitam, kamar mandi berlumut, dan suasana yang seakan bikin kita ingin langsung vaksin tetanus aja. Itu baru data dari Mamikos ya, belum kos yang tidak masuk di layanan ini.

Kita ambil contoh dari kos kawan saya di daerah Menco. Dia dapat dari grup info kos di facebook. Harga sewanya cuma 500 ribu, tapi kondisinya mengenaskan. Kamar mandi luar keramiknya menghitam, airnya keruh, dan atap kamarnya bocor. Ujung lorong kosnya menjadi gudang motor bekas pemilik kos. Di sampingnya, kardus bekas menumpuk disertai bau pesing pipis tikus. Bahkan kamarnya sering kemasukan tikus sebesar iPhone 15 Pro Max. Ya wajar saja, dengan harga segitu, jangankan nyaman, buat mandi tanpa terpeleset lumut aja udah untung.

Inilah masalah utama dari kos putra, kebersihan masih dianggap sepele. Padahal, bersih harusnya menjadi kebutuhan dasar. Tapi, malah banyak kos bersih biasanya mematok harga lebih tinggi. Seolah kebersihan adalah kemewahan. Sementara bagi mahasiswa, selisih seratus ribu saja bisa jadi pertimbangan. Akibatnya, banyak yang memilih bertahan di kos kotor dengan prinsip “yang penting murah”.

Padahal, tempat tinggal berpengaruh sekali terhadap kualitas hidup kita. Bayangkan, pulang kuliah dalam keadaan lelah lalu disambut bau apek di lorong kos, Naudzubillahimindzalik.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Realitas kondisi kos yang nggak banget

Banyak kos putra di sekitar UMS tuh kondisinya bikin gelang kepala. Masalah yang muncul pun sama dan berulang seperti, bau pesing, noda lembab, tong sampah, dan lingkungannya yang becek. Bahkan ada teman saya harus berbagi teritori dengan ayam.

Ini serius! Dia ngekos di dekat pintu masuk Fakultas Teknik UMS dengan harga sewa 600 ribu per bulan. Pemilik kosnya memelihara belasan ayam jago untuk dijual, dan kandangnya disatukan dengan area kos. Bayangkan, dia tidur berdekatan dengan ayam-ayam kesayangan pemilik kos. Setiap kali turun hujan, aroma tai ayam pun sampai ke kamarnya.

Selain itu, dari enam kos yang saya tinggali, lima punya masalah serupa. Kualitas airnya buruk, warnanya keruh dan bau besi. Pernah saya komplain ke penjaga kos, tapi jawabannya, “Ya emang air di sini begini mas.” Saya jadi penasaran deh, apakah sumber air sumur di sekitar UMS itu memang buruk? Atau pipa dan tandon kos yang memang nggak pernah dibersihin hingga nimbulin karat?

Padahal air berbau besi ini berpotensi berbahaya lo kalau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dampaknya? Ya setidaknya sudah sering saya terkena diare karena mengonsumsi air di sini.

Belum lagi masalah lain datang dari fasilitas yang tak pernah diperhatikan. Kos saya di Mendungan dindingnya berjamur, cat mengelupas, kamar bocor, lemari penuh stiker dengan engselnya yang nyaris copot. Kos saya di Jalan Duwet bahkan punya kamar mandi dalam yang temboknya tidak sampai langit-langit, membuat bau pesing ikut bergaul dengan udara kamar.

Lalu, kos saya di Menco, tong sampahnya sering dibiarkan penuh berhari-hari, pemilik kos malas mengurus, sementara penghuni lain tak peduli kebersihan. Mirisnya, harga sewa naik tiap tahun, tapi kualitas hidup penghuninya nggak ikutan naik.

Asumsi pemilik kos: kami “tahan banting” terhadap kotor

Inilah akar masalah yang paling ngeselin buat saya. Ada semacam keyakinan absurd di kepala sebagian pemilik kos. Mereka memandang cowok itu makhluk super tangguh. Kami dianggap bisa bertahan di segala medan, tak terkecuali dengan kondisi kos yang mengenaskan. Protes dikit jawabannya malah bikin sakit hati, “Lah cowok kok rewel to, Mas”, seolah-olah kami ini bukan manusia, tapi mutasi baru dari X-Men yang kebal terhadap jorok dan bau nggak sedap.

Saya pernah mengalaminya sendiri. Toilet luar di kos saya pernah meluap karena hujan deras. Bau septic tank menyebar sampai ke kamar. Ketika dilaporkan, pemilik kos hanya menjawab, “Namanya juga kos cowok mas, nanti juga surut sendiri.” Bagi saya, kalimat itu seperti bentuk pembenaran seolah kos putra memang pantas jorok!

Pemilik kos sebenarnya bukan tak mampu memperbaiki, tetapi karena sudah tertanam anggapan bahwa cowok pasti bisa bertahan hidup dengan kondisi seperti itu, mereka akhirnya memilih tidak peduli.

Saya juga sempat berbincang dengan salah satu pemilik kos di Gumpang, sebut saja Pak Agus. Ketika saya tanya kenapa kos cowok jarang dirawat, ia menjawab, “Cah lanang biasane nrimo opo anane mas. Orang tuanya juga nggak rewel. Kalau cewek beda, mereka lebih teliti, wong tuwane akeh njaluke, suka banding-bandingin, jadi fasilitasnya harus dijaga.” Parah, kan? Dari situ saya makin yakin, masalahnya bukan soal kemampuan, tapi kemauan. Selama pemilik kos masih percaya cowok pasti tahan banting, kebersihan akan terus diabaikan, dan jorok akan tetap dianggap wajar.

Pesan untuk mahasiswa rantau UMS

Buat kalian para mahasiswa baru UMS, khususnya kaum putra yang akan memulai petualangan mencari kos. Dengarkan baik-baik pengalaman pahit ini. Saya tidak akan memanis-maniskan kenyataan. Kalau budget kos bulanan kalian nggak lebih dari 700 ribu per bulan, jangan banyak berharap bisa menemukan kos yang benar-benar bersih. Kalian hanya akan menghadapi realitas kamar pengap, air bau besi, dan kasur setipis matras pendaki. Kombo sempurna untuk menguji kesabaran dan daya tahan tubuh.

Kalau kalian masih punya sedikit ruang untuk berpikir panjang, saya beri saran yang lebih praktis. Lebih baik mencari teman, minimal dua atau tiga orang. Carilah kontrakan, satu rumah kecil saja di daerah Gonilan atau Menco. Banyak kok kontrakan dengan harga 10 juta per tahun. Saya juga sempat mengontrak di sana. Dibagi tiga, jatuhnya malah lebih murah dan lebih manusiawi. Dengan mengontrak rumah, kalian bisa mengontrol penuh kebersihan dan fasilitas sesuai

Jangan biarkan label “cowo itu tahan banting” malah bikin kalian menerima lingkungan yang sebenarnya nggak layak ya. Ingat, ini bukan lagi soal siapa yang kuat bertahan, tapi siapa yang lebih peduli sama dirinya sendiri. Percuma kuliah tinggi-tinggi kalau tiap hari harus tidur di kamar bocor dan mandi di tempat yang jadi sarang kecoa. Eits, tapi ingat juga, kalian harus jaga kebersihan. Bersih-bersih kos itu wajib. Selain karena malu kalau temen kalian mampir ke kos, ini juga demi kualitas hidup kalian ya, guys. Jadi, pikirkan baik-baik.

Penulis: M. Rafikhansa Dzaky Saputra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA UIN Solo, Kampus yang “Nasibnya” Mengenaskan, Nggak kayak UMS dan UNS

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 November 2025 oleh

Tags: harga kos putra daerah kartasuraharga kos putra daerah UMSkos putra umsums solo
M. Rafikhansa Dzaky Saputra

M. Rafikhansa Dzaky Saputra

Nama saya M. Rafikhansa Dzaky Saputra lahir di Salatiga, 12 Maret 2003. Saya adalah seorang conten creator. Berbekal latar belakang tersebut, saya memiliki keahlian dalam pengelolaan konten, dokumentasi visual, desain dan lain-lain. Juga seroang Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta yang pernah berkeliaran di LPM Pabelan dan akrab dengan nasihat bahwa "sukses itu harus jadi PNS"

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Lulus S2 dan Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, padahal Peluang Jadi Akademisi di Surabaya Nggak Kalah Menarik Mojok.co

Lulusan S2 Masih Dituntut Merantau ke Jakarta oleh Keluarga, Seolah-olah Nggak Ada Harapan Jadi Akademisi di Surabaya

10 Maret 2026
Vespa Matic Dibenci Banyak Orang, Hanya Orang Bodoh yang Beli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

11 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

14 Maret 2026
Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi
  • User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol
  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.