Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cara Bertanya dengan Pertanyaan Berbobot di Kelas

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
1 Februari 2021
A A
Cara Bertanya dengan Pertanyaan Berbobot di Kelas terminal mojok.co

Cara Bertanya dengan Pertanyaan Berbobot di Kelas terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika dosen mengajukan kalimat pamungkas, “Ada yang mau bertanya?”, biasanya kelas mendadak hening, sepi, dan senyap seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Hal ini biasanya disebabkan adanya tiga kemungkinan. Yang pertama mungkin mahasiswanya memang sudah mengerti semua dengan materi tersebut sehingga tak perlu bertanya lagi. Yang kedua, mungkin mahasiswanya nggak mengerti sama sekali dengan materinya, sehingga bingung mau bertanya apa. Dan yang ketiga, mahasiswanya pengin bertanya, tapi nggak tahu cara bertanya dan takut atau malu kalau pertanyaan yang diajukannya itu receh alias nggak berbobot.

Sebenarnya nggak perlu malu untuk bertanya di dalam kelas. Toh, biasanya si dosen ini justru senang kalau ada yang bertanya. Beberapa dosen memang ada yang ingin agar mahasiswanya itu kritis dalam menganalisa masalah sehingga mereka mengharapkan sebuah pertanyaan yang berbobot. Namun, beberapa dosen juga kadang memiliki kesabaran setabah hujan di bulan Juni untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya nggak layak ditanyakan.

Meski begitu tak sedikit mahasiswa yang masih ragu dengan pertanyaan yang akan diajukannya itu. Bayang-bayang ketawa jahat dan sorak-sorak teman sekelas itu selalu menghantui sehingga enggan untuk mengajukan pertanyaan tersebut. Lantas bagaimana sih cara bertanya agar pertanyaan yang kita ajukan itu berbobot dan tidak malu-maluin. Mari simak beberapa tips cara bertanya di bawah ini sebelum mengajukan pertanyaan.

#1 Jangan tanyakan pertanyaan yang sudah ada di materi

Tak sedikit mahasiswa yang sering menanyakan pertanyaan yang sebenarnya jawabannya sudah ada di materi yang dijelaskan. Hal paling penting bertanya aja dulu, nggak peduli mau masuk akal atau nggak pertanyaannya. Pokoknya aktif di kelas.

Namun, kalau tidak teliti dan asal bertanya dulu, apalagi tanpa menyimak materi yang disajikan, itu bisa saja membangun image bahwa si penanya ini sebenarnya nggak nyimak materi. Sebelum bertanya, ada baiknya kita pelajari terlebih dahulu materinya. Minimal kita baca dulu semua materi yang ada. Lalu sekiranya ada teori atau pernyataan yang masih ambigu, bisa ditanyakan.

Malu bertanya memang sesat di jalan, tapi bertanya tanpa berpikir dahulu itu juga menyesatkan. Nggak masalah bertanya sesuatu kalau memang kita nggak paham, tapi paling tidak jangan malu-maluin diri sendiri. Kalau sudah ada jawabannya untuk apa ditanyakan? Kan kurang kerjaan banget, ya.

Kejadian semacam ini tuh hampir sama kayak info lomba gitu, sudah jelas-jelas tertera syarat dan ketentuannya, tapi masih saja ada orang-orang nggak punya akhlak yang keranjingan bertanya soal syarat dan ketentuannya. Hadeh.

#2 Berusaha mencari jawabannya dulu

Tak sedikit mahasiswa yang gegabah untuk bertanya. Mereka langsung mengajukan pertanyaan tanpa mau berusaha terlebih dahulu. Ada kosakata baru, langsung bertanya tanpa mau mengeceknya dulu di KBBI. Ada nama tokoh yang tidak dikenal, langsung tanya riwayat di tokoh ini beserta silsilah hidupnya tanpa mau buka Wikipedia.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Padahal sekarang ini kita sudah dibantu adanya Google yang bisa menolong kita untuk menjawab segala masalah yang ada. Nah, apa susahnya gitu loh, sebelum bertanya hal itu cari dulu minimal di Google. Kalau penjelasanya dirasa kurang masuk akal dan masih belum mengerti juga, nggak masalah ditanyakan ulang. Namun, setidaknya dalam bertanya itu kita ada perjuangannya dulu. Jangan apa-apa minta disuapin saja.

#3 Menggunakan pembanding

Dalam mengajukan pertanyaan tidak ada salahnya kita menggunakan pembanding (komparatif). Misalnya si dosen menjelaskan tentang teori milik si A untuk menyelesaikan sebuah masalah. Nah, nggak ada salahnya kita mencoba mengajukan perbandingan dengan menggunakan teori milik si B. Bisa juga kita membandingkan masalah yang ada di materi yang dibahas dengan kehidupan nyata yang sering kita temui.

Dengan membandingkan dua hal untuk sebuah masalah yang sama, kita akan menemukan sudut pandang baru. Tanyakan pada dosen, kalau menggunakan pendekatan yang lain gimana menurut pandangan beliau. Kalau ditanya begini kan, dosennya juga jadi ikutan mikir kan, ya. Kalau bisa memberi pertanyaan yang sulit, kenapa harus yang mudah? Hehehe.

#4 Menggunakan pendekatan prediktif dan imajinatif

Dalam mengajukan pertanyaan tak ada salahnya kalau kita menggunakan pendekatan prediktif. Kita bisa mengajukan pertanyaan dengan memprediksikan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi dari apa yang sudah dijelaskan.

“Kalau dengan teori seperti ini apa yang akan terjadi?”

“Kalau orang-orang masih melakukan kebiasaan buruk seperti ini apa yang akan terjadi sepuluh tahun yang akan datang pada lingkungan kita?”

Nah, kurang lebih seperti itulah bentuk pertanyaan-pertanyan prediksi yang bisa kita ajukan. Biasanya dosen akan melempar pertanyaan itu ke teman-teman yang lain dulu sebelum menjawab pertanyaannya. Sehingga ini bisa dijadikan ajang berpikir berjamaah sekelas. Nantinya akan seru kalau setiap mahasiswanya memiliki jawaban masing-masing yang berbeda.

Untuk imajinatif ini juga tak ada batasan. Kita bisa mengimajinasikan apa yang ada di pikiran kita. Nggak masalah kita menghubungkan materi yang ada dengan imajinasi kita. Namun, dengan catatan, imajinasi kita itu masih relate dengan materi yang diajarkan.

Kalau kita memang belum mengerti, nggak ada salahnya kita bertanya. Nggak peduli teman yang lain mungkin nggak ada yang mau bertanya. Kemampuan tiap orang dalam menangkap pelajaran itu berbeda-beda, jadi nggak usah ikut-ikut yang lain kalau kita sendiri memang belum paham. Nggak perlu takut ditertawakan teman sekelas, toh yang menertawakan itu juga belum tentu mudeng, kok. Jadi, nggak usah takut lagi buat bertanya ke dosen. Asal kita ngomong dengan sopan santun dan pertanyaannya masuk akal, dosen segalak apa pun juga bakalan welcome, kok. Coba aja.

BACA JUGA Nggak Memberi Sontekan Itu Bukan Berarti Pelit, kalau Goblok Jangan Nyolot deh! dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2021 oleh

Tags: Cara Bertanyapertanyaan berbobot
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part Mojok.co

5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

8 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026
5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

10 Januari 2026
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik
  • “Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa
  • Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan
  • Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa
  • Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah
  • 5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.