Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Buku Alumni: Bersejarah, tapi Sering Dilupakan dan Jadi Sumber Bocornya Data

Laksmi Pradipta Amaranggana oleh Laksmi Pradipta Amaranggana
16 Agustus 2024
A A
Buku Alumni: Bersejarah, tapi Sering Dilupakan dan Jadi Sumber Bocornya Data

Buku Alumni: Bersejarah, tapi Sering Dilupakan dan Jadi Sumber Bocornya Data (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi anak milenial akhir sampai awal gen Z, pasti di rumah punya buku alumni yang sudah cukup usang. Awalnya, buku ini hanya dibuat murid kelas 12 (3 SMA) yang akan sulit reuni karena punya kehidupan masing-masing. Tapi karena saking terkenalnya, murid SMP bahkan SD juga ikut-ikutan bikin buku alumni.

Benda yang satu ini memang menyimpan nostalgia saat masih sekolah. Tapi jangan salah, meskipun bersejarah dan bikin nostalgia, buku ini juga bisa jadi sumber bocornya data pribadi. Kok bisa?

Buku yang bersejarah

Hampir satu dekade yang lalu, entah siapa yang memulai trennya, waktu lulus sekolah adalah saatnya membuat buku alumni. Internet yang belum masif membuat jasa percetakan dan fotografi jadi laris manis karena buku ini.

Saya masih cukup ingat, buku alumni menjadi sesuatu yang prestise di kalangan murid. Saking prestisenya, kadang antar-sekolah akan bersaing untuk membuat desain dan konsep yang unik.

Rebutan fotografer dan percetakan jadi hal yang biasa terjadi di akhir tahun ajaran. Belum lagi protes soal tema, lokasi pemotretan, properti pemotretan, dan lainnya. Saya jadi nggak heran kalau buku ini dulu menjadi sumber konflik antar-siswa.

Berakhir dilupakan

Selepas SMA, buku ini jadi salah satu barang yang terlupakan. Nggak tahu kenapa, buku alumni berakhir menjadi barang berdebu yang ada di rumah. Saat kuliah atau bekerja, saya hampir nggak ingat kalau punya buku ini.

Selain itu, desain buku alumni juga nggak relevan lagi dan terkesan jadul. Satu-satunya bahan yang bisa diandalkan cuma sampul dan tinta print. Karena terlalu jadul, saya pernah hampir membuang buku alumni milik adik saya karena dikira barang nggak terpakai dan tintanya sudah memudar.

Buku alumni jadi sumber kebocoran data

Meskipun dilupakan, buku alumni juga punya “kengeriannya” sendiri karena bisa dimanfaatkan orang yang nggak bertanggung jawab. Di buku alumni, pasti akan tertulis tempat tanggal lahir, alamat, sampai nomor yang bisa dihubungi. Untungnya nggak ada NIK, kalau ada, big data satu sekolah bisa gawat!

Baca Juga:

Cacat Pikir Solusi Pemerintah Menanggapi Kebocoran Data: Sekalipun NIK Jokowi Bocor, Tidak Akan Dipakai untuk Pinjol

3 Hal yang Jarang Orang Ketahui tentang Badan Pusat Statistik

Kengerian ini bermula saat seseorang pernah minta tolong saya untuk memotret bagian biodata teman satu sekolah. Saya yang agak curiga kemudian bertanya mengapa ia melakukan semua itu. Usut punya usut, dia ingin mengirimkan barang dari anonim kepada crush-nya secara anonim saat sekolah. Bayangkan, mendadak ada paket di depan rumah secara anonim karena alamat rumahmu ketahuan di buku alumni, agak creepy ya.

Sekarang, saya kurang tahu apakah masih ada buku alumni seperti satu dekade yang lalu atau bukan. Kalau dianggap sebagai kenang-kenangan, mending isinya kumpulan foto dan nggak perlu dikasih data pribadi. Desainnya juga lebih bebas dan suka-suka yang bikin.

Bagian biodata yang rawan bocor juga harus diubah. Misalnya cuma ditulis nama, makanan favorit, dan minuman favorit kayak biodata anak SD tahun 2000-an. Jadi nggak akan takut alamat rumahnya tersebar, kan? Terus daripada jadi barang berdebu dan dilupakan, mending dijadikan file digital yang nggak akan kedaluwarsa. Gimana, setuju, nggak?

Penulis: Laksmi Pradipta Amaranggana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cerita Alumni UGM Kenapa Mereka Memilih Kuliah di UGM: Fasilitas Lengkap, Dosennya Hebat!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2024 oleh

Tags: buku alumniDatakebocoran datasumber data
Laksmi Pradipta Amaranggana

Laksmi Pradipta Amaranggana

Penulis asal Pati yang menyukai isu-isu kedaerahan

ArtikelTerkait

kebocoran data NIK Jokowi pejabat data pejabat mojok

Cacat Pikir Solusi Pemerintah Menanggapi Kebocoran Data: Sekalipun NIK Jokowi Bocor, Tidak Akan Dipakai untuk Pinjol

5 September 2021
data bps

Pegawai BPS akan Senang Jika Datanya Laris Manis

14 Mei 2019
Membaca Kanal Hoaks di Web Kominfo Itu Hiburan, Lho! terminal mojok.co

Blokir Situs Raid Forums Adalah Bukti Nyata Penerapan Konsep Pemberdayaan Bottom-Up oleh Kominfo

25 Mei 2021
3 Hal yang Jarang Orang Ketahui tentang Badan Pusat Statistik terminal mojok

3 Hal yang Jarang Orang Ketahui tentang Badan Pusat Statistik

16 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.