Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bukit Sindulang, Ikon Kota Manado yang Berdiri di Atas Lahan Makam

Aisyah Rokhimah oleh Aisyah Rokhimah
6 April 2023
A A
Bukit Sindulang, Ikon Kota Manado yang Berdiri di Atas Lahan Makam

Bukit Sindulang, Ikon Kota Manado yang Berdiri di Atas Lahan Makam (Dokumentasi pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Bukit Sindulang bertransformasi, dari bukan apa-apa menjadi ikon Kota Manado

Ketika mengunjungi beberapa daerah di Indonesia, saya selalu menyempatkan diri untuk menyambangi tempat-tempat ikonik daerah tersebut. Pertama kali saya menginjakan kaki di Kota Manado, saya langsung berkeliling menikmati pemandangan dan suasana kota ini. Tak lupa saya pergi mengabadikan momen dari atas Jembatan Soekarno sembari menghirup angin yang berembus dari pantai.

Ketika memandang ke arah timur jembatan mata saya langsung tertuju pada tulisan raksasa yang bertuliskan Welcome to Manado. Tempat tersebut sangat indah dari kejauhan, terlihat sebuah perkampungan yang menonjolkan kesan warna-warni yang cerah layaknya kampung pelangi yang berada di Kampung Jodipan Kota Malang. Hal itu membuat saya semakin penasaran untuk bisa menuju lokasi tersebut.

Tulisan ikonik tersebut terletak di Bukit Sindulang. Karena keunikannya bukit ini menjadi daya tarik wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Manado. Lokasi ini juga menjadi tempat favorit wisatawan untuk mengabadikan foto terbaiknya sebagai bukti bahwa mereka telah menginjakan kakinya di Kota Manado.

Perjalanan ke Bukit Sindulang

Hanya berbekal aplikasi Google Maps saya diarahkan menuju Kecamatan Tuminting dan berhenti di Jalan Hasanuddin, tepatnya di depan kantor lurah Sindulang 1. Berhubung kendaraan yang saya gunakan tidak bisa dibawa menyusuri bukit Sindulang, saya harus meminta izin kepada warga untuk menitipkan sepeda motor di halaman rumahnya. Setelah itu saya kembali melanjutkan perjalanan melewati gang yang begitu sempit disertai beberapa anak tangga sejauh 500 meter. Gang ini cukup dipadati oleh pemukiman warga sehingga sesekali kita akan bertemu warga yang tengah asik ngobrol di halaman rumahnya.

Jangan lupa, jika kalian berkunjung ke tempat ini, jangan sungkan untuk menyapa warga sekitar serta menebarkan senyum yang ramah. Saat menyusuri beberapa pemukiman tiba-tiba ada seorang bapak paruh baya memberikan petunjuk jalan yang lebih dekat. Saya pun mengikuti saran bapak tersebut sambil menghela nafas karena merasa lelah menaiki satu per satu anak tangga.

Setibanya di lokasi saya duduk menikmati mentari yang cerah menembus permukaan kulit yang menciptakan kehangatan suasana kota Manado. Di atas ketinggian saya melihat lautan biru yang terbentang bebas ditambah lagi angin yang berembus sepoi-sepoi yang datang dari lautan. Seakan berbisik mengajak untuk berlama-lama menikmati kota ini dari Bukit Sindulang. Bukit ini sangat menenangkan anak-anak kampung Sindulang juga memanfaatkan angin dari ketinggian untuk bermain layangan, beberapa warga juga memanfaatkan lahan taman sebagai tempat bercocok tanam seperti cabai dan sayur-mayur.

Sejarah dan transformasi 

Saat sedang menikmati embusan angin bapak paruh baya tadi kembali menghampiri saya, beliau berbagi kisah mengenai awal mula terkenalnya bukit Sindulang. Beliau mengatakan bahwa bukit Sindulang dulunya merupakan kawasan yang sangat kumuh dan dipenuhi banyak sampah. Karena bangunan rumah yang tersusun-susun tak jarang sampah tersebut terbuang di atas atap rumah warga, serta membuat saluran air warga sering mampet sehingga hal ini membuat air bercucuran membasahi jalanan. Di tengah-tengah Bukit Sindulang terdapat pemakaman umum warga. Pemakaman ini yang juga sama sekali tidak terawat karena kerap dijadikan tempat pembuangan sampah.

Baca Juga:

Sisi Lain Juru Kunci Makam di Kuncen Wirobrajan Jogja yang Tak Diketahui Banyak Orang

Makam Wali Songo Terlalu Banyak Kotak Amal, Merusak Kesakralan Tempat Ziarah

Akhirnya karena masalah tersebut, Bukit Sindulang disulap menjadi sebuah taman yang sangat cantik dan menarik para pengunjung yang ada di Kota Manado. Pemakaman tadi digusur dan kerangka-kerangka tersebut dikumpulkan serta dipindah dalam satu pusara. Hal ini terlihat pada monumen kuburan bersama yang terdapat daftar tulisan nama-nama orang yang dikuburkan. Serta di taman ini masih terdapat beberapa makam warga.

Selain itu warga juga mulai berbenah membersihkan rumah, mengecat bangunan dengan warna-warni pelangi, serta menata pekarangan rumah mereka. Dari hal itu Bukit Sindulang berubah, dari yang dulunya memiliki konotasi kampung kumuh kini menjadi ikon wisata andalan Kota Manado.

Suasana damai dari atas bukit sindulang dapat menghilangkan stres dengan padatnya aktivitas pekerjaan di perkotaan. Menjelang malam saya pun memutuskan untuk meninggalkan lokasi ini. Saya kembali melanjutkan penjelajahan ke lokasi ikonik lainnya yang tersebar di Kota Manado. Semoga saja, saya menemukan hal-hal menyenangkan lagi di kota ini.

Penulis: Aisyah Rokhimah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Rahasia Orang Madura Sukses di Perantauan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2023 oleh

Tags: bukit sindulangiKonkota manadomakam
Aisyah Rokhimah

Aisyah Rokhimah

Anak penjual nasi yang dilahirkan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Fokus saat ini sedang belajar menulis

ArtikelTerkait

4 Hal yang Bikin Rawamangun Terlihat Superior ketimbang Daerah Lain di Jakarta Timur

4 Hal yang Bikin Rawamangun Terlihat Superior ketimbang Daerah Lain di Jakarta Timur

4 Agustus 2023
5 Hal yang Perlu Diwaspadai oleh Pendatang di Kota Manado

5 Hal yang Perlu Diwaspadai oleh Pendatang di Kota Manado

10 Oktober 2023
Pentingnya Tabungan Kematian agar Jenazah Anda Tidak Terlunta-Lunta makam

Pentingnya Tabungan Kematian agar Jenazah Anda Tidak Terlunta-Lunta

23 Oktober 2022
Pentingnya Tabungan Kematian agar Jenazah Anda Tidak Terlunta-Lunta makam

Lahan Makam Makin Langka dan Susah Didapat, Sudah Saatnya Kita Belajar Ilmu Meninggal Tanpa Jasad

14 Maret 2023
Makam Wali Songo Terlalu Banyak Kotak Amal, Merusak Pemandangan dan Kekhusyukan Saat Ziarah Mojok.co

Makam Wali Songo Terlalu Banyak Kotak Amal, Merusak Kesakralan Tempat Ziarah

9 Agustus 2024
Gunung Tidar: Paku Pulau Jawa sekaligus Tempat Nongkrong Nobita

Gunung Tidar: Paku Pulau Jawa sekaligus Tempat Nongkrong Nobita

8 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.