Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Bukan Jelek, tapi 5 Film Indonesia Ini Emang Layak Dicaci

Muhammad Sabilurrosyad oleh Muhammad Sabilurrosyad
13 Oktober 2021
A A
Bukan Jelek, tapi 5 Film Indonesia Ini Emang Layak Dicaci terminal mojok.co

Bukan Jelek, tapi 5 Film Indonesia Ini Emang Layak Dicaci terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Perfilman Indonesia sudah banyak mengalami masa naik dan turun. Kita pernah punya masa merasa bahwa film Indonesia sedang di masa jaya, pernah juga merasa terpuruk. Kita punya banyak film-film berkualitas yang layak dipuji, tapi kita juga punya film-film yang layak dicaci. Eits, film yang layak dicaci itu maksudnya bagaimana? Film yang jelek?

Dalam penciptaan dan pemaknaan sebuah karya, bagus atau tidak adalah hal yang wajar, termasuk soal film. Apalagi dalam masalah pemaknaan juga sulit terpisahkan dengan elemen subjektivitas. Bagi saya, film yang tidak bagus, atau kasarnya jelek, bukanlah masalah. 

ADVERTISEMENT

Dalam sebuah film yang dianggap jelek, ada para pemula yang sedang belajar bikin film, ada filmmaker yang punya niat dan usaha baik tapi terkendala kebijakan studio, hingga ada orang yang memang secara sengaja ingin bikin film yang jelek nan konyol untuk bersenang-senang.

Ada banyak hal yang bisa ditoleransi dari film jelek, bahkan beberapa orang menikmatinya. Tapi, kadang ada juga film yang tak bisa ditoleransi sampai-sampai merasa bahwa film tersebut layak dicaci. Kali ini, saya mau berbagi daftar film lokal yang menurut saya pantas dicaci.

#1 Mr Bean Kesurupan Depe

Mengalami masa ketika film Indonesia dipenuhi film horor esek-esek tidak jelas adalah sebuah penyiksaan bagi yang berharap pada film lokal. Kala itu, film horor Indonesia sedang ngetren memamerkan kemolekan tubuh wanita, menyandingkannya dengan para hantu-hantuan dan para karakter pemuda mupeng. 

Mulai dari dibintangi artis-artis bom sex, hingga mendatangkan pemain film porno, semua sudah dilakukan dengan berujung membuahkan beberapa judul yang layak dicela, mulai dari Suster Keramas, Rintihan Kuntilanak Perawan, dan banyak judul ajaib lainnya. Semua judul itu layak dicela, tapi ogah juga saya membahas judul-judul ajaib itu. Bagi saya, yang paling ajaib dan paling layak dicaci adalah Mr Bean Kesurupan Depe.

Film ini sungguh layak dicaci dari segi apa pun. Saya benar-benar tak bisa melihat sedikit pun ada maksud baik dalam pembuatan film ini. Mulai dari mencatut nama Mr Bean sembarangan yang bikin malu nama film Indonesia, judul yang tak sesuai isi, poster filmnya yang naudzubillah, gimmick marketing yang bikin geleng-geleng, dan tentu saja isi filmnya yang.. akkkhhh.

KK Dheeraj selaku produser emang doyan banget bikin film-film yang minta dicaci. Tapi film ini rasanya sudah sangat ultimate sekali hancurnya yang bukan cuma patut dipertanyakan isi dan teknis filmnya sendiri, bahkan motivasi pembuatan filmnya ini sendiri patut dipertanyakan. Mau ngejar apa, sih? Nyari duit kok segitunya.

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan

#2 Benyamin Biang Kerok

Poin utama kenapa film ini rasanya layak dicaci adalah persoalan bagaimana memperlakukan sebuah nama atau warisan seperti sosok legenda bernama Benyamin Sueb. 

Ini adalah salah satu contoh bagaimana suatu film memanfaatkan Intellectual Property yang populer dengan motivasi yang kacau (Ehem, termasuk Warkop DKI Reborn-nya Aliando dkk, nih). Memanfaatkan nama besar Benyamin Sueb, film ini gagal menjadi sebuah tribute yang jauh dari kesan hormat. Dan ini adalah suatu penyakit yang tak boleh dibiasakan oleh PH lain ke depannya: memanfaatkan nama besar entah itu tokoh atau franchise sekedar nyari duit tanpa ada niat baik di baliknya.

Kok bisa, sudah punya sutradara seperti Hanung Bramantyo dan bintang utama dengan kemampuan akting sekelas Reza Rahadian masih kacau? Produsernya ngapain aja? Pantas dicaci sih ini, biar pada nggak sembarangan lagi kalau mau bawa-bawa tokoh legendaris, minimal secara niat.

#3 Garuda Superhero

Ada yang inget film ini nggak? Sebuah film ambisius yang merasa punya niat baik membangkitkan genre superhero lokal. Sejujurnya, saya menghargai niat baiknya, dan oleh karena itu ada keinginan untuk menyukai filmnya dan berharap film ini bagus. Apalagi, saat itu butuh nyali besar untuk bikin film yang berbeda di Indonesia, khususnya superhero, yang tidak punya jaminan laku malah cenderung merugi. Sebuah tekad.

Sayangnya, niat saja tidak cukup. Ambisi yang ada tidak sejalan dengan usaha dan kewarasan para pembuat filmnya.

Garuda Superhero meramu filmnya menggunakan CGI full hingga 90%, termasuk untuk latar tempat yang seharusnya bisa tanpa CGI sekalipun. Hasilnya, kalau tidak salah sih banyak yang mengaku sakit mata saat itu. Yang paling disesalkan, kenapa nggak sekalian bikin film konyol saja, lha kok filmnya juga serius banget.

#4 Modus

Sejujurnya, saat mengetahui circle YouTuber satu ini terjun ke dunia film, saya agak berharap pada mereka. Sayangnya, kehadiran mereka sejauh ini belum memberikan kontribusi apa pun ke industri perfilman.

Dari film YouTuber hingga film Bucin, sejauh ini belum ada yang memenuhi ekspektasi. Tapi, saya agak memaklumi beberapa judul yang sudah dibuat ini, dengan alasan, para YouTuber ini memang masih awam dengan pembuatan film. Jadi, saya masih menganggap masih ada niat baik untuk mereka sedang belajar lewat film-film itu, kecuali film berjudul Modus.

Modus adalah film yang dibintangi rombongan YouTuber macam Andovi & Jovial Da Lopez, Kemal Palevi, Tommy Limmm, hingga Reza Arap Oktovian. Tapi, bukannya belajar dari kegagalan film mereka sebelumnya, yaitu YouTuber, mereka kembali mengulangi kesalahan yang sama, bahkan lebih buruk.

Toleransi saya mengenai mereka yang sedang belajar, otomatis tidak berlaku di film ini. Bukan cuma masalah para YouTuber ini yang tidak belajar (atau dimanfaatkan demi basis fans), saya jelas kecewa dengan orang-orang film berpengalaman yang ada di belakang mereka, mulai dari sutradara hingga produser. Bukannya membimbing malah terkesan menjerumuskan. Tapi, kalau ternyata ide ini memang dari para YouTuber itu sendiri, tentu mengecewakan dan layak dicela, sih.

#5 Jenglot

Film ini sebenarnya masih senada dengan kelompok film horor esek-esek yang ada di poin pertama. Saat itu, film-film macam ini juga dikenal dengan istilah vividsm yang memiliki konotasi orang-orang yang menyukai film jelek (dalam konteks film horor esek-esek saat itu).

Ada beberapa sosok yang erat kaitannya dengan film-film ini. Mulai dari KK Dheeraj, Nayato, bahkan sosok sutradara horor yang sempat dikagumi masyarakat awal milenium seperti Rizal Mantovani pun ikut-ikutan.

Ada satu film Rizal yang bikin saya kesal kenapa dikemasnya semacam ini, yaitu Jenglot. Pada 2000-an, Rizal termasuk jago mengemas film horor yang berasal dari urban legend seperti Jelangkung dan Kuntilanak. Hal itu yang saya inginkan dari Jenglot. Kan saya penasaran, bagaimana Rizal Mantovani mengemas makhluk mungil satu ini dengan segala mitologi di baliknya.

Ndilalah, hasil akhirnya kok jadi film KW-nya Piranha 3D. Masih bisa di remake nggak, nih? Tapi yang serius.

Sekian daftar film-film Indonesia yang menurut saya pantas dicaci. Kenapa? Ada yang kurang? Apa Anda mencari film Azrax Melawan Sindikat Perdagangan Wanita? Hey, sesat Anda kalau ingin mencaci film ini.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Oktober 2021 oleh

Tags: Film Indonesiajelekpilihan redaksi
Muhammad Sabilurrosyad

Muhammad Sabilurrosyad

Tukang nonton.

ArtikelTerkait

Prembun Kebumen, Kecamatan yang Nggak Istimewa, tapi Nyaman Dijadikan Tempat Tinggal Mojok.co

Prembun Kebumen, Kecamatan yang Nggak Istimewa, tapi Nyaman Dijadikan Tempat Tinggal

24 Juli 2024
Puja Gamawijaya: Robin Hood dari Urut Sewu yang Dipenggal Kasultanan Yogyakarta dan Kumpeni kraton jogja

Puja Gamawijaya: Robin Hood dari Urut Sewu yang Dipenggal Kasultanan Yogyakarta dan Kumpeni

21 Februari 2024
4 Fried Chicken Lokal yang Rasanya Nggak Kalah sama KFC Dan McD

4 Fried Chicken Lokal yang Rasanya Nggak Kalah sama KFC Dan McD

28 September 2023

Porsi Soto di Jawa Sedikit Bukan Berarti Orang Jawa Pelit, Simak 4 Alasan Ini!

12 September 2021
Pelecehan Seksual pada Anak Itu Tak Pernah Sepele dan Tak Akan Pernah Sepele!

Pelecehan Seksual pada Anak Itu Tak Pernah Sepele dan Tak Akan Pernah Sepele!

1 Juli 2022
10 Istilah Tidur dalam Bahasa Jawa dari Pelor hingga Mbangkong Terminal Mojok

10 Istilah Tidur dalam Bahasa Jawa dari Pelor hingga Mbangkong

9 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

21 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026
Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua (Mojok.co/Aly Reza)

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.