Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Bukalapak Mulai Lapuk: Sebagai Pengguna Saya Sedih, tapi Nggak Kaget

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
19 Januari 2025
A A
Bukalapak Mulai Lapuk: Sebagai Pengguna Saya Sedih, tapi Nggak Kaget Mojok.co

Bukalapak Mulai Lapuk: Sebagai Pengguna Saya Sedih, tapi Nggak Kaget (https://about.bukalapak.com/)

Share on FacebookShare on Twitter

Kurang memberikan hiburan

Harus diakui, sebagian orang Indonesia menyukai aplikasi yang serba bisa. Bukan hanya untuk belanja, mereka juga butuh aplikasi e-commerce untuk menghibur diri.

Lihat saja Shopee. Berapa banyak games yang ada di dalam aplikasinya. Games ini selain mendatangkan lebih banyak user baru, pun membuat user lama betah. Soalnya hasil dari main game di Shopee terkadang bisa dipakai untuk berbelanja atau mendapatkan hadiah. Selain itu, di aplikasi-aplikasi e-commerce lainnya pun ada fitur live dan video yang menciptakan pengalaman belanja online jadi hampir serupa dengan belanja offline.

Dulu Bukalapak sempat menghadirkan games untuk para penggunanya, namanya Goyang Bukalapak. Saya ingat sekali Bukalapak menggunakan instrumen lagu Goyang Dumang. Dengan menggoyangkan HP, kita bisa mendapatkan koin yang nanti bisa dipakai buat belanja. Tapi ada masa kadaluarsanya.

Saya pernah ikut dan dapat 21.000 koin sekali main Goyang Bukalapak. Saya pakai buat beli hijab. Koin-koin yang nominalnya kecil biasanya cuma saya pakai untuk check out benda recehan yang harganya di bawah Rp5 ribu. Kakak saya pun pernah juga main game yang sama dan menukarkan koin yang didapatkan dengan kaos. Lumayan.

Branding-nya kurang kuat agar bisa diingat publik

Mengingat Bukalapak “mainnya” di internet, saya rasa seharusnya mereka juga memanfaatkan internet sebaik-baiknya. Sayangnya, bahkan dari akun resmi mereka pun nggak begitu nampak effort untuk bisa menyaingi dua e-commerce lainnya.

Kalau dibandingkan dengan Shopee dan Tokopedia, tim sosmed Bukalapak cenderung kurang supel dan gercep. Kalau ada reply dari user setia, mereka nggak SKSD maupun membangun interaksi. Jika ada keluhan, akun customer service atau bantuan juga nggak sat-set menjawab keresahan user-nya.

Akun Bukalapak juga kurang update. Akun sosmed Shopee dan Tokopedia bisa update sehari lebih dari satu konten, sementara Bukalapak seminggu sekali saja sudah alhamdulillah.

Bukalapak memang sering bikin giveaway, entah itu di akun sosmednya sendiri maupun berkolaborasi dengan fandom tertentu. Contohnya fandom badminton, anime, dan drama Korea. Tim sosmed Bukalapak cuma sekadar ngasih giveaway, ngilang, ngumumin pemenang, lalu ngilang lagi. Alhasil nggak ada branding dari akun maupun pusat bantuannya Bukalapak. Sudah aplikasinya nggak ada suatu hal yang menonjol atau spesial banget, akun sosmednya pun senasib.

Baca Juga:

Sistem COD: Menguntungkan Buyer, Merugikan Seller

4 Barang dan Jasa “Gelap” yang Tidak Pernah Saya Sangka Dijual di Facebook Marketplace

Mengutip pendapat user X @hlmydty bahwa bakar uang startup akan berakhir ketika sudah muncul pemenangnya, pada akhirnya akan ada banyak startup yang terseleksi. Akan ada e-commerce yang memonopoli pasar karena baik seller dan buyer menganggapnya sebagai aplikasi yang paling reliable.

Akan tetapi, bagaimanapun, terima kasih Bukalapak sudah menjadi bagian dari kenangan warga Indonesia dalam memenuhi kebutuhannya masing-masing.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Zendo, Ojol Muhammadiyah yang Seharusnya Bisa Lebih Manusiawi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2025 oleh

Tags: bukalapakecommercemarketplaceperusahaan rintisanstartup
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

kapan merger tokopedia gojek nilai valuasi keuntungan IPO saham mojok.co

Kalau Tokopedia dan Gojek Merger, Kira-kira Bakal Gimana ya?

6 April 2021
Perbandingan Biaya Admin 5 Marketplace, Siapa yang Paling Murah? (Shutterstock)

Perbandingan Biaya Admin 5 Marketplace, Siapa yang Paling Murah?

6 Juni 2022
5 Keunggulan e-Katalog, Marketplace Khusus Para PNS terminal mojok

5 Keunggulan e-Katalog, Marketplace Khusus Para PNS

21 November 2021
Menguak Alasan Kenapa Bukalapak Bisa Kalah dari Tokopedia, Shopee, dan Lazada Terminal Mojok

Menguak Alasan Kenapa Bukalapak Bisa Kalah dari Tokopedia, Shopee, dan Lazada

19 Januari 2023
Trend Startup Coffee Shop dan Permainan Berbahaya yang Mereka Lakukan: Bakar Duit Terus sampai Mampus! kediri

Trend Startup Coffee Shop dan Permainan Berbahaya yang Mereka Lakukan: Bakar Duit Terus sampai Mampus!

17 November 2023
penipuan

Kena Penipuan dan Sudah Lapor ke Kominfo: Kok Nggak Ada Tindak Lanjutnya?

13 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

11 Maret 2026
Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026
ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal Mojok.co

ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal

10 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.