Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Blora Dibakar Keserakahan: Julukan Kota Minyak Nggak Membuat Sejahtera, Justru Bikin Sekampung Menderita

Arrayyan Mukti Rahardian oleh Arrayyan Mukti Rahardian
21 Agustus 2025
A A
Blora Dibakar Keserakahan: Julukan Kota Minyak Nggak Membuat Sejahtera, Justru Bikin Sekampung Menderita

Blora Dibakar Keserakahan: Julukan Kota Minyak Nggak Membuat Sejahtera, Justru Bikin Sekampung Menderita

Share on FacebookShare on Twitter

Blora dengan segala dinamikanya nggak pernah cape untuk dibahas. Seolah kabupaten ini selalu punya cerita menarik diomongin. Nggak perlu susah-susah nyari apa saja masalah di kabupaten ini. One google away, udah dapat daftar masalah yang ada.

Dulu saya pikir kabupaten ini cocok untuk tinggal santai tanpa mikir apa pun. Tapi makin dewasa justru sampe bingung harus mikir yang mana dulu. Inilah yang bisa jadi asupan bahan obrolan di tongkrongan. Nggak ada topik yang menarik selain menggibahi daerah sendiri. Walaupun berakhir dengan debat kusir tanpa akhir yang jelas.

Blora secara historis punya peranan penting. Di sini banyak ditemukan jejak peninggalan kolonial yang sampe sekarang ada yang masih dipake. Misalnya dari dulu Blora terkenal karena jatinya, jadi hasil hutan diangkut ke luar daerah pake kereta. Bahkan jejak relnya masih ada sampe sekarang. Jadi wisata loco tour malah.

Selain jati, salah satu peninggalan kolonial adalah minyak. Jadi selain kota jati, juga dijuluki kota minyak. Banyak sumur minyak yang merupakan peninggalan Belanda. Ada yang sudah mati ada yang masih produktif hingga sekarang. Nah yang jadi masalah adalah apakah sumur minyak tadi dikelola dengan baik?

Sumur minyak kebakaran, bom waktu depan mata

Blora Kota Minyak, saya ulangi agar tau seberapa minyak Blora. Kalau kata bupati, sumur minyak di Blora mencapai ribuan. Kalau Anda atau rekan anda tinggal di Blora, ada kemungkinan di bawah kasur yang ditiduri terdapat sumber minyak.

Masalah datang dari hal yang terdekat. Kebetulan sumur minyak di Blora sangat dekat dengan rakyat. Aktivitas tambang banyak ditemukan di mana saja, di sawah, kebuh, bahkan di tengah pemukiman.

Kemarin, tepat pas momen kemerdekaan, 17 Agustus, Blora geger karena terjadi ledakan besar di sumur minyak di Gandu, Bogorejo. Sampai tulisan ini dibikin, api belum berhasil dipadamkan, bahkan makin gede.

Ini adalah peristiwa yang mungkin sudah bisa diprediksi akan terjadi. Sumur minyak dikelola sendiri, tanpa SOP yang jelas. Ledakan dan kebakaran adalah bagian dari risiko yang nggak bisa dihindarkan. Faried, Direktur Blora Crisis Center, dalam radarblora.com bilang K3 tempat ini nggak jelas dan jauh dari pengawasan professional.

Baca Juga:

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

3 Fakta Menarik tentang Blora yang Jarang Orang Bicarakan

Imbauan tanpa ketegasan adalah kesia-siaan

Iwan, Kades Gandu bilang sudah berulang kali mengingatkan soal bahaya keberadaan sumur minyak di area permukiman. Tapi hasilnya nihil, bahkan malah tambah banyak aktivitas sumur karena dianggap bernilai secara ekonomi.

Tapi di sinilah masalahnya. Imbauan tanpa ketegasan ya sama aja. Orientasi ke keuntungan bakal mengalahkan apa pun termasuk imbauan. Bagi mereka yang penting menghasilkan, masalah risiko pikir belakangan. Nah inilah yang nantinya bakal mengabaikan apa pun demi keuntungan semata. Termasuk lupa akan risikonya.

Kades mungkin sudah mengimbau, tapi balik lagi, orientasi warganya sudah keuntungan, bukan lagi keselamatan. Jadi nggak bakal cukup menghentikan. Kecuali ada tindakan, langsung sidak misalnya. Dijelaskan aspek legalitas dan hukumnya. Dan kalau tindakan ini nggak dijalankan, ya sumur ilegal ini tetep bakal ada. Dan artinya, kejadian-kejadian mengerikan akan terus berulang.

Ketidakmampuan Pemerintah Blora menyediakan kesejahteraan

Blora memang kaya sumber dayanya. Hutan membentang luas, minyak melimpah. Tapi pengelolaanya masih jauh dari kata benar. Pada akhirnya rakyatnya menjajal jalur paling berisiko sekalipun. Mengebor tanahnya sendiri, menemukan minyak, perekonomian jalan, hidup juga jalan.

Di Blora, lapangan kerja terbatas, industri masih jarang. Begitu dapet pemasukan dari sumur minyak ya lumayan. Bahkan dari informasi, satu sumur bisa mengerjakan sampai 10 orang. Artinya usaha ini jadi tempat bergantungnya perekonomian banyak orang.

Hal ini jadi dilema luar biasa. Di satu sisi nggak ada kerjaan di sisi lain ada kerjaan tapi risikonya gede. Dan orang yang nyari untung bakal milih opsi kedua. Dapet untung, anak istri bisa makan. Tapi sayangnya lupa risiko depan mata. Ledakan, kebakaran, dan kematian.

Saya nggak mau terlalu menghakimi pemilik usaha. Iya dia juga salah, tapi ada masalah struktural di sini. Kegagalan pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang luas. Akhirnya warga nekat dengan sumur minyak.

Saya menyoroti dua hal tentang pemerintah. Pertama kegagalan menyediakan lapangan pekerjaan. Kedua kegagalan memberi pengawasan dan ketegasan. Hingga akhirnya kejadian ini terjadi begitu saja. Jadi sebelum terjadi tragedi selanjutnya, pemerintah perlu muhasabah diri.

Siapa untung siapa buntung di Blora

Yang jadi korban sesungguhnya adalah warga yang nggak tau apa-apa, tapi kena dampaknya. Warga yang nggak tau tentang minyak, yang kerjaannya cuma ke sawah, ladang, dan hutan. Yang tiap hari harus denger suara bising mesin tapi nggak dapet cipratan ekonomi. Tapi harus menanggung risiko ngungsi karena rumahnya terdampak.

Inilah akibat kebobrokan struktural yang terus dipelihara. Dan lagi-lagi, rakyat kecil yang nggak tau apa-apa selalu jadi korban para kapitalis. Ini jadi pertanyaan besar, selama ini siapa yang paling untung, setoran ke mana, dan pada akhirnya rakyat yang berada di luar sistem ini selalu jadi tumbalnya.

Yang jelas pemilik usaha, bagaimanapun kondisinya, adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Dari orientasi keuntungan merekalah semua ini terjadi. Dan pemerintah juga harus ikut tanggung jawab. Selama ini, kurangnya pengawasan dan ketegasan jadi penyebab semua praktik ilegal ini ada dan berlipat ganda.

Dan ini adalah masalah struktural yang melibatkan banyak pihak. Artinya nggak cukup satu pihak yang jadi sorotan. Sebagai warga biasa, saya cuma berharap kasus nggak terulang lagi. Dan korban diberi kekuatan dan dijauhkan dari marabahaya serupa.

Penulis: Arrayyan Mukti Rahardian
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Blora selain Predikat Kota Tersepi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2025 oleh

Tags: blorakilang minyak ilegal di blorakota minyaksumber minyak di blora
Arrayyan Mukti Rahardian

Arrayyan Mukti Rahardian

Penjaga kewarasan yang bersahaja. Memilih jalan hidup yang tenang: mengurai pikiran lewat tulisan, memperluas dunia lewat bacaan, dan memulihkan jiwa melalui tidur yang nyenyak

ArtikelTerkait

Jangan Menir: Kuliner Blora dengan Mitos Aneh yang Bikin Orang Nggak Jadi Makan walau Sudah Matang

Jangan Menir: Kuliner Blora dengan Mitos Aneh yang Bikin Orang Nggak Jadi Makan walau Sudah Matang

4 Juli 2025
4 Keistimewaan Bojonegoro di Mata Orang Blora yang Memantik Rasa Iri

4 Keistimewaan Bojonegoro di Mata Orang Blora yang Memantik Rasa Iri

19 Oktober 2025
Blora Memang Banyak Kekurangan, tapi Jangan Diprotes Terus, dong! Mojok.co

Blora Memang Banyak Kekurangan, tapi Jangan Diprotes Terus, dong!

11 Desember 2023
3 Makanan Ekstrem Blora yang Nggak Cocok di Lidah Banyak Orang, tapi Menarik untuk Dicoba Mojok.co

3 Kuliner Ekstrem Blora yang Mungkin Nggak Cocok di Lidah Banyak Orang, tapi Menarik untuk Dicoba

12 November 2025
Jangan Ajukan Pertanyaan Ini ke Orang Blora, Mereka Sudah Malas Menjawabnya Mojok.co

Jangan Ajukan Pertanyaan Ini ke Orang Blora, Mereka Sudah Malas Menjawabnya

5 Juni 2025
3 Kuliner Blora yang Eksotis, tapi Jarang Diburu Wisatawan (Unsplash)

3 Kuliner Blora yang Eksotis, tapi Malah Jarang Masuk Daftar Kuliner Buruan Wisatawan

27 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

5 Januari 2026
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026
Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

Rujak Teplak Khas Tegal Adalah Anomali bagi Warga Blora, Rujak kok Jadi Menu Sarapan, Aneh!

9 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.