Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Berkali-kali Kehabisan Bensin Setelah Isi di Pertamini, Apakah Mesin Tersebut Bisa Dipercaya?

Dian Anjar Nugroho oleh Dian Anjar Nugroho
10 Januari 2025
A A
Berkali-kali Kehabisan Bensin Setelah Isi di Pertamini, Apakah Mesin Tersebut Bisa Dipercaya?

Berkali-kali Kehabisan Bensin Setelah Isi di Pertamini, Apakah Mesin Tersebut Bisa Dipercaya?

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tidak ingin memfitnah usaha, tapi berkali-kali kehabisan bensin setelah isi di pertamini, rasa-rasanya kok wajar ya kalau saya curiga

Hampir tiap hari, saya kehabisan bensin. Bencana (dan mungkin keteledoran) ini benar-benar jadi sejoli yang tak pernah saya inginkan untuk ada dalam hidup ini. Awalnya saya bepikir mungkin memang motor saya yang menjadi boros, atau hal-hal lain seperti terserang penyakit hati.

Kecurigaan tersebut kemudian saya uji dengan ilmu titen. Sebagai orang lajon (pulang-pergi) Gunungkidul-UNY setiap hari, saya cukup ulung dalam memperkirakan jumlah BBM yang harus dikeluarkan oleh Andre, motor saya. Jika tangki Andre benar-benar kosong, saya hanya cukup mentraktirnya pertalite sejumlah Rp20.000 di SPBU Playen. Pertalite 2 Liter tersebut secara pasti mampu untuk pulang pergi, Playen-UNY-Playen, atau sejauh 69 KM. 

Tetapi dalam waktu tertentu, saya tidak punya waktu dan kesabaran mengantre di SPBU. Apalagi di jam-jam pergi dan pulang kantor. Sehingga dengan terpaksa harus mengisi BBM di warung kelontong paling hitz satu dekade ini alias di pertamini. Bukan tanpa alasan awalnya. Justru saya berpikir kalau “mesin” tersebut lebih dermawan ketimbang BBM eceran dalam botol mekdi. eh ternyata…

Kehabisan bensin di Sambipitu

Keyakinan saya perlahan berubah curiga. Kejadian pertama adalah ketika saya beli BBM di pertamini sekitaran Blok O. Harga yang tertera di “mesin” adalah Rp12.000 per liternya. Biasanya lho ya, satu liter itu kalau saya beli eceran dalam botol di sekitaran Lippo bisa untuk menempuh jarak 40 KM jauhnya, atau lebih tepatnya bisa dari sekitaran Lippo-Playen-Wonosari-Playen lagi. 

Tetapi entah kenapa pada saat itu Si Andre dehidrasi, padahal baru sampai Sambipitu. Jarak dari Blok O-Sambipitu adalah 25 KM. Padahal seharusnya 1 Liter BBM di Vega ZR bisa untuk menempuh 40 KM. Itu berarti ada 15 KM yang “dikorupsi” oleh mesin jahat itu, atau sekitar 375 mili. 

Mari kita hitung. Patokannya begini: 1 Liter=1000 mili. 1000 mili= 40 KM. Nah, jarak dari Blok O ke Sambipitu 25 KM. Hitungannya, 25/40×1000=625. 1000 mili-625 mili=375 mili. Sementara dapat saya simpulkan (dengan asumsi tersebut) kalau mesin jahat tersebut korupsi sebesar 375 mili. Nah, bayangkan. Dengan duit 12.000, kamu cuma dapat BBM 625 mili saja. 

Sekarang mari kita hitung keuntungannya. Satu liter Pertalite di SPBU seharga Rp10.000. Jika dijual eceran 12.000 per liter berarti ia sudah untung Rp2.000. karena saya menduga “mesin” pertamini tersebut telah dimanipulasi maka keuntungannya juga bertambah. Mengacu pada data di paragraf sebelumnya maka cara menghitung laba mesin nakal tersebut begini. 

Baca Juga:

3 Alasan Toilet Indomaret Jadi Pilihan Saya Pas Kebelet Saat Berkendara daripada Toilet SPBU

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu

Bolehlah otak saya yang nol ini belajar menghitung. 1000 mili sama dengan Rp10.000. Maka dari itu 625 mili sama dengan Rp6.250. Mesin itu korupsi sebesar Rp3.750. Berarti keuntungannya adalah Rp 3.750+2000=Rp5.750. Jumlah keuntungan tersebut kalau digunakan buat ngisi BBM di SPBU udah dapet setengah liter loh. Koreksi kalau saya salah.

Pembuktian atas kecurigaan terhadap pertamini

Kasus yang sama berulang hingga 6 kali. Mendorong saya memberanikan diri untuk investigasi lebih lanjut perihal kecurigaan saya tersebut. Suatu hari di sebuah sore yang yahut, saya membawa satu botol bertopi miring ukuran satu liter ke pertamini tersebut. Bukan untuk mengadunya dengan celurit, tetapi saya ingin menangkap basah oknum nakal tersebut. Kecurigaan saya musti diuji dengan transaksi yang transparan bukan?

Sepanjang jalan saya berdoa, sebab jika sampai menyinggung hati, lawan saya bisa satu paguyuban. Singkat cerita, setelah doa-doa panjang melibas jalanan basah, sampailah saya di sana, di pinggir jalan yang ramai lalu-lalang mahasiswa. Saya amati dari jauh, menunggu warung itu sepi, dan memastikan yang jaga bukan yang brewok, memakai kaos dalam, dengan peci yang setia di kepalanya. 

Setelah sekitar sepuluh menit, pengamatan saya selesai, kondisi sudah saya pastikan aman. Saya berjalan perlahan ke pertamini tersebut. Dengan sopan saya bilang “ beli bensin” cuek saja. Lelaki muda itu kemudian beranjak dari kursinya, meninggalkan hapenya. Saya masih ingat tatapan itu, tatapannya ragu, ketika ia melihat saya membawa botol ukuran satu liter. 

Seketika suara hati saya seperti orang jahat di sinetron. “Hmmm, rasakan, kamu kira aku tidak tahu apa yang kamu lakukan selama ini.”

Saya bisa merasakan kebingungan dari matanya. Mungkin rasanya seperti nyawa di ujung tanduk. Lantas lelaki itu mengambil moncong selang dengan ragu, tetapi diletakkan kembali, kemudian ia justru mencet-mencet tombol terlebih dahulu.

Kecurigaan saya semakin kesurupan. Wah, jangan-jangan dia menormalkan “mesin” pertamini itu. Ia itu cukup lama mencet-mencet tombolnya, mungkin sekitar 1 menit. Padahal beberapa kali saya mengisi di tempat itu, aman-aman saja. Setelah selesai berjibaku dengan tombol-tombol, sialnya, mesin itu benar-benar mengeluarkan 1 liter.

Jangan-jangan saya yang salah?

Percobaan kedua saya beda cerita. Yang ini lebih mengherankan. di kemudian waktu, di hari yang sama. Saya melaju menuju kanan kiri Bandara Adisucipto. Ah, buruk hati saya mengatakan “mesin” di warung ini lebih tidak masuk akal. Dua kali saya kehabisan bensin di jalan gara-gara mesin ini, saya duga. Di warung itu, jangankan terulang lagi drama mencet-mencet tombol, baru saya bilang mau beli pertalite takeaway, yang jual bilang nggak bisa. Welah?

Dari dua percobaan tersebut kecurigaan saya tidak terjawab, justru malah makin gede, malah saya yang curiga ke diri saya sendiri. Jangan-jangan ini cuma perasaan buruk saya saja. Saya mencoba mencari jawabannya di Youtube dengan keywords “cara setting mesin pertamini” dan yang muncul hanyalah cara setting dengan kode angka. Di sini ada yang tahu nggak gimana caranya nakal dengan kode-kode itu?

Dua hari kemudian rekan saya mengetahui, ia bercerita kalau di warung yang nun jauh di sana pernah mengalami kejadian serupa dengan percobaan saya yang kedua. Rekan saya juga pernah ditolak ketika hendak mengisi BBM dengan botol. Lalu rekan saya yang lain menimpali dengan sebuah tips, kalau beli BBM di warung “itu” jangan membeli dengan nominal umum. Maksudnya, jangan beli Rp12.000 atau 20.000. Tapi belilah dengan nominal 12.500, 13,999 dst.

Kata rekan saya, kode-kode angka itulah yang bisa dimanipulasi, jadi sebaiknya membeli dengan nominal yang tidak wajar,  agar pas 1 liter. Semenjak itu, saya selalu membeli dengan nominal yang ngeselin. Saya pernah beli 12.400, 13.200. bahkan pernah 11.800 rupiah, dan cara tersebut agak membantu saya menyiasati kasus ini, walau sesekali masih saja kena tipu. 

Pertamini tergolong “ilegal”

Mengutip dari beberapa sumber online, ternyata pertamini tergolong ilegal. Selain karena bukan dari bagian pertamina, itu juga karena pertamini menjual BBM subsidi dengan harga di atas harga yang ditentukan pemerintah. Namun entahlah, karena  menurut sumber yang lain usaha pertamini dilegalkan, diizinkan. 

Saya juga pernah bertanya pada salah satu penjaga warung tentang cara mengatur, mendapatkan BBM, dan apakah mesin itu bisa nakal. Kemudian penjaga itu menjawab, “Belum tau saya baru dua bulan di sini, mas. Biasanya yang ngisi sama ngatur orang pertamina langsung.”

Demikian ini ditulis, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pengusaha UMKM di Indonesia. Agar menjadi Indonesia yang makmur, maka saya berharap kecurigaan ini dapat terjawab secara gotong royong. Apabila kecurigaan saya benar, semoga menjadi renungan bersama. Jika kecurigaan saya ternyata salah, saya mohon maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan.

Penulis: Dian Anjar Nugroho
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pertashop dan Pertamini Itu Nggak Musuhan, Asal Nggak Jual Pertalite dan Ada Ketegasan dari Pertamina

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.a

Terakhir diperbarui pada 10 Januari 2025 oleh

Tags: bbmbensinkecuranganpertalitepertaminispbu
Dian Anjar Nugroho

Dian Anjar Nugroho

Lahir dan tinggal di Gunungkidul. Menjalani kehidupannya sebagai buruh, pegiat pertunjukan, dan penulis. Karya-karyanya berpusar di keretakan makna sehari-hari dan pengalaman tubuh dalam ruang kerja.

ArtikelTerkait

Pertashop Lebih Nyaman, SPBU Pertamina Malah Bikin Resah (Unsplash)

Pertashop Lebih Nyaman karena Mengisi Bensin di SPBU Bikin Resah

28 Januari 2023
Mobil Listrik untuk Keperluan Dinas, Satu Lagi Atraksi Pemerintah yang Makin Nggak Lucu

Mobil Listrik untuk Keperluan Dinas, Satu Lagi Atraksi Pemerintah yang Makin Nggak Lucu

18 September 2022
3 Hal yang Saya Takutkan Saat Isi Bensin di SPBU Self Service sebagai Introvert isi bensin

Cara Isi Bensin yang Jelas Lebih Masuk Akal Menghindari Kecurangan Oknum SPBU daripada Pakai Angka Ganjil yang Ribet dan Kocak

23 November 2024
Mio Karbu: Motor Matic Paling Bermasalah. Udah Boros Bensin, Langganan Mogok pula

Mio Karbu: Motor Matic Paling Bermasalah. Udah Boros Bensin, Langganan Mogok pula

14 Juni 2024
Suzuki Thunder, Raja Tangki Besar Penguras SPBU di Luwu Timur

Suzuki Thunder, Raja Tangki Besar Penguras SPBU di Luwu Timur

30 September 2025
Derita Tinggal di Pertashop- Sebuah Warisan yang Meresahkan (Foto milik penulis)

Derita Tinggal di Pertashop: Bisnis Warisan yang Meresahkan

24 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.