Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bioskop Permata Jogja: Berdiri Sejak Zaman Belanda, Pernah Jadi Primadona, Kini Tinggal Cerita

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
4 Januari 2024
A A
Bioskop Permata Jogja: Berdiri Sejak Zaman Belanda, Pernah Jadi Primadona, Kini Tinggal Cerita

Bioskop Permata Jogja: Berdiri Sejak Zaman Belanda, Pernah Jadi Primadona, Kini Tinggal Cerita (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bioskop Permata Jogja dulunya pernah jadi tempat nongkrong favorit muda-mudi Kota Pelajar.

Waktu itu suhu udara di Kota Jogja sedang tinggi-tingginya. Hujan belum turun selama berbulan-bulan. Setiap saat selalu ada orang yang mengeluhkan betapa gerahnya mereka saat melintasi Kota Pelajar. Menapakkan kaki di bawah sinar matahari tanpa naungan barang sebentar saja, baju akan langsung basah kuyup oleh keringat.

Di tengah kondisi gerah yang menyebalkan itu, bapak saya minta diantar ke Gunungkidul. Walaupun usia saya sebentar lagi seperempat abad, saya tetap suka jalan-jalan bersama bapak. Ini karena bapak suka sekali menceritakan tempat-tempat yang menjadi bagian dari memori masa mudanya di sepanjang perjalanan. Rasanya seperti berkelana ke masa lalu hanya dengan membayangkannya.

Pada perjalanan pulang dari Gunungkidul, kami terjebak macet karena durasi traffic light di perempatan Jalan Sultan Agung yang lama, ditambah dengan membludaknya kendaraan. Saat menunggu kemacetan terurai, bapak menunjuk sebuah gedung berwarna putih yang kala itu penuh hiruk pikuk orang-orang mengemasi barang. Gedung itu terletak tepat di seberang Superindo Sultan Agung. Kalau bukan karena bapak menceritakan kisah di balik gedung itu, mungkin sampai sekarang saya nggak akan sadar akan keberadaannya.

Bioskop Permata Jogja pernah jadi primadona anak muda

Bapak bercerita, dulu gedung berwarna putih tersebut adalah gedung bioskop dengan nama Bioskop Permata. Beberapa kali bapak nonton film bersama teman-temannya di situ. Sebelum adanya XXI, CGV, atau Cinepolis, Bioskop Permata sudah lebih dulu ada dan membawakan hiburan untuk masyarakat Jogja.

Bagian depan gedung ini ada di Jalan Sultan Agung, sementara bagian sampingnya memanjang dari titik awal Jalan Gajah Mada. Berdiri sejak tahun 1940-an dengan nama Bioskop Luxor, gedung ini pernah menjadi tempat tentara perang melepas penat dengan menonton film. Setelah Indonesia merdeka, Bioskop Luxor berubah nama menjadi Bioskop Permata.

Bioskop Permata Jogja ini sebenarnya tergolong sebagai bioskop kelas menengah. Pada masanya, belum ada AC yang menyejukkan udara selagi penonton menyaksikan film kesukaannya. Pun tempat duduknya belum sebagus bioskop sekarang. Tapi di zaman itu, nonton film sebenarnya sudah termasuk kegiatan mewah. Jadi dengan fasilitas yang “segitu”, masyarakat Jogja yang kantongnya pas-pasan sudah bersyukur bisa nonton film. Gedung itu pula yang dulu menayangkan film legendaris Si Doel Anak Betawi.

Sempat nggak digunakan

Gedung bioskop dengan arsitektur khas Negeri Kincir Angin tersebut mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1970 hingga 1990-an. Nggak mungkin ada warga Jogja yang belum pernah dengar nama Bioskop Permata pada masa itu.

Baca Juga:

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

Namun di akhir tahun 1990-an, bioskop ini mulai menuju akhir usianya. Koleksi film yang semakin sedikit dan nggak menarik, ditambah dengan munculnya bioskop-bioskop baru, disinyalir menjadi pemicu berakhirnya masa kejayaan Bioskop Permata. Lalu pada akhirnya, pada tahun 2000-an Bioskop Permata resmi ditutup. Nggak ada lagi aktivitas nonton film di gedung ini.

Setelah resmi tutup, pengelolaan salah satu bioskop tertua di Jogja itu jatuh ke tangan pemerintah Pakualaman. Nihilnya kegiatan di dalamnya membuat gedung eks-bioskop Permata sepi. Hanya ada penjaja makanan dan sekelompok pemuda yang nongkrong di sekitarnya pada malam hari. Maka, pantas jika banyak cerita horor bermunculan seiring dengan absennya aktivitas di gedung ini.

Kini kembali difungsikan

Nggak perlu sedih sama nasib Bioskop Permata Jogja sekarang. Walaupun sudah nggak lagi difungsikan secara penuh, gedung ini masih terawat. Sudah nggak ada lumut, grafiti, atau sampah berserakan di sekitarnya. Gedung ini sudah direnovasi. Tapi tetap saja, gedung ini butuh perawatan rutin karena di beberapa titiknya masih ditemukan cat yang mengelupas.

Sekarang, Gedung Permata digunakan sebagai tempat pameran dan pertunjukan. Beberapa acara dari anak-anak muda atau dinas kebudayaan diselenggarakan di sana. Contohnya saja Festival Film Dokumenter 2022 yang menghidupkan kembali detak jantung gedung ini.

Sebelum kembali dirawat oleh pemerintah setempat dan dilirik oleh komunitas perfilman untuk digunakan kembali, kondisi gedung eks-bioskop Permata Jogja memang mengenaskan. Letaknya nggak sampai 1 km dari Titik Nol, bahkan sangat dekat dari Puro Pakualaman, tapi banyak masyarakat yang melupakannya.

Untuk generasi yang nggak mengalami era kejayaannya, contohnya saya, tentu nggak tahu bahwa salah satu gedung yang sering dilirik kala menunggu lampu hijau itu berperan dalam menghidupkan denyut nadi perfilman di Jogja. But, now we know. Semoga setelah ini kegiatan yang diadakan di Gedung Permata terus dilangsungkan sehingga bangunan cagar budaya ini nggak dibiarkan mangkrak dan terlupakan.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Saya Memutuskan Hijrah ke Bioskop XXI Premiere setelah Dikecewakan Penonton Norak Bioskop Reguler.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2024 oleh

Tags: Bioskopbioskop masa laluBioskop PermataJogjanonton film bioskoppilihan redaksisejarah bioskop
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Tokopedia Jadi Brand yang Paling Direkomendasikan Warga Indonesia (Pexels.com)

Di Atas Apple dan Netflix, Tokopedia Jadi Brand yang Paling Direkomendasikan Warga Indonesia

9 September 2022
Embung Tambakboyo Sleman, Tempat Melepas Penat yang Kurang Terawat

Embung Tambakboyo Jogja Memang Nggak Cocok buat Jogging, Cocoknya buat Mancing!

6 Maret 2025
Kok Bisa Ada Orang Bahagia di Jogja, padahal Hidup Mereka Susah?  

Membongkar 10 Kebohongan Jogja yang Diyakini Banyak Orang

21 Agustus 2022
Kereta Api Ambarawa Ekspres, Transportasi Terbaik dari Semarang ke Surabaya

Kereta Api Ambarawa Ekspres, Transportasi Terbaik dari Semarang ke Surabaya

17 Januari 2025
jalan rusak tanah vertisol mojok bupati sumenep

Pajak Kendaraan Boleh Ganti, namun Jalan Rusak Tetap Abadi

27 Juni 2022
5 Kampung Bersejarah di Surabaya yang Layak Dikunjungi Terminal Mojok.co

5 Kampung Bersejarah di Surabaya yang Layak Dikunjungi

13 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Yamaha NMAX, Motor yang Tidak Ditakdirkan untuk Dimodifikasi Mojok.co

Yamaha NMAX, Motor Gagah tapi Biaya Merawatnya Sama Sekali Tak Murah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.