Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Biaya Perguruan Tinggi Negeri yang Mahal: Katanya Pendidikan Adalah Hak untuk Setiap Warga, tapi Kenapa Biayanya Nggak Masuk Akal?

Grace Philia oleh Grace Philia
5 Juli 2023
A A
Informasi Bayar UKT yang Mepet Adalah Bukti Betapa Jeniusnya Birokrat Kampus perguruan tinggi negeri

Informasi Bayar UKT yang Mepet Adalah Bukti Betapa Jeniusnya Birokrat Kampus (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang yang berlomba-lomba buat masuk perguruan tinggi negeri dengan berbagai cara. Bahkan sampai ada yang rela membayar mahal dengan cara “membeli kursi”. Saya sebenarnya agak heran kenapa sebegitu menterengnya nilai perguruan tinggi negeri, dan saya pun mencari tahu.

Informasi yang saya dapat sama dengan yang selama ini kalian tahu. Salah satunya, katanya lulusan perguruan tinggi negeri lebih mudah cari kerja. Tentu saja itu benar, jika Anda lulusan UGM dan IPK menembus angkasa, misalnya. Variabel lain, tak tersentuh, dan mungkin sengaja tak disentuh.

Selain itu, katanya perguruan tinggi negeri lebih murah. Saya sempet percaya hal itu, sebelum saya jadi mahasiswa di salah satu PTN. Kini, saya berani bilang: nggak, PTN sama sekali nggak bisa dibilang murah.

Perguruan tinggi negeri, nyatanya, mahal!

Biaya kuliah saya amat memberatkan orang tua saya. Kenapa? Sebab, biayanya jauh di atas dari pendapatan keluarga saya. Tentu ini mengagetkan, bagaimana bisa? Sedangkan jika menilik swasta yang kerap dianggap mahal, nyatanya saya menemukan fakta bahwa ada perguruan tinggi swasta yang secara mutu 11-12 dengan tempat saya berkuliah, tapi biayanya jauh lebih rendah.

Pindah? Oh, tentu saja ngomong itu selalu lebih mudah.

Beberapa waktu belakangan, kabar tentang UKT salah satu PTN top di negara ini menjadi sorotan. UKT yang luar biasa mahal jadi pembicaraan hangat, dan tentu saja menunjukkan bahwa yang negeri, belum tentu lebih murah. Bahkan, bisa jadi jauh lebih mahal.

Metode banding yang bikin pening

Sebenarnya, ada metode banding. Metode banding ini adalah cara agar kita bisa meminta pertimbangan ulang atas UKT yang ditetapkan bisa disesuaikan pendapatan orang tua. Masalahnya, banding ini pun belum tentu berhasil, kadang malah ditolak meski realitasnya kita benar-benar tak bisa membayar.

Saya sempat mengajukan banding, tapi ditolak. Padahal, penghasilan orang tua saya menurun drastis. Pihak kampus hanya memberi saya opsi untuk mencicil dua kali. Tentu saja itu bukan solusi. Menunda pembayaran tentu saja bukan solusi untuk orang yang benar-benar tidak bisa membayar.

Baca Juga:

Nyambi Jadi Ojol Adalah Realita Kerasnya Hidup Mahasiswa yang Tertekan oleh Mahalnya UKT

5 Penderitaan Mahasiswa di Kampus Negeri Medioker yang Nggak Diketahui Orang Banyak

Diminta cuti

Tak sedikit cerita tentang mahasiswa yang “diminta secara halus” untuk cuti saat dia tidak bisa membayar uang kuliah. Orang waras tentu tahu bahwa itu bukan solusi. Yang ada, justru menambah masalah.

Pendidikan, adalah hak warga negara. Negara wajib memberikan itu, dengan cara apa pun, yang penting bisa diraih oleh seluruh elemen masyarakat. Salah satu cara yang paling masuk akal ya tentu dengan menetapkan biaya yang terjangkau, serta memberikan keringanan-keringanan pada pihak yang jelas-jelas tak mampu.

Dari sini saja, cuti jelas-jelas bukan solusi. Membiarkan mahasiswa menganggur selama satu semester karena tak bisa membayar itu sama saja menghukum mahasiswa dan orang tuanya. Kok bisa? Bayangin aja begini, gimana perasaan orang tua lihat anaknya nggak kuliah karena nggak bisa bayar? Lalu, bayangin perasaan mahasiswanya, melihat kawannya sibuk kuliah, dan pada saat bersamaan, melihat orang tuanya mengutuk dirinya sendiri?

Kampus kerap berkata, tak ada satu pun mahasiswa yang akan dikeluarkan karena tak bisa membayar. Tapi nyatanya, kebijakan peringanan biaya kerap tak berpihak.

Jangan bilang masih ada beasiswa. Kalian tahu sendiri bahwa beasiswa, nyatanya, kerap tak berpihak pada yang tak berpunya. Semua cara, nyatanya, tetap tak berpihak pada yang tak berpunya.

Saya akhirnya bertanya-tanya, jika perguruan tinggi negeri beneran terkenal murah, kenapa malah adanya cerita tentang orang susah bayar UKT? Jika memang pendidikan adalah cara agar bangsa bisa berdiri mandiri, kenapa institusi pendidikan justru menembak kaki bangsa sendiri dengan menutup kesempatan banyak mahasiswa?

Penulis: Grace Philia
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Curahan Hati Mahasiswa Jogja yang Tak Kuat Bayar UKT, Gagal Banding dan Pilih Bekerja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2023 oleh

Tags: mahalPendidikanperguruan tinggi negeriUKT
Grace Philia

Grace Philia

Seorang perempuan yang ingin hidup penuh cuan.

ArtikelTerkait

smart shaming

Smart Shaming, Perundungan terhadap Orang Pintar yang Blas Ra Mashok!

11 Oktober 2021
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Tidak Perlu Buru-buru Mengejar Status PTN-BH karena Korbannya Pasti Tetap Mahasiswa

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Tidak Perlu Buru-buru Mengejar Status PTN-BH karena Korbannya Pasti Tetap Mahasiswa

15 April 2024
Kuliah di UIN (Unsplash.com)

UIN Kampus Rakyat, Masihkah Relevan?

23 Desember 2022
Orang Tua Menggugat Pihak Sekolah ke Meja Hijau, Akibat Sistem Pendidikan yang Kompetitif, pertanyaan di kelas

Orang Tua Menggugat Pihak Sekolah ke Meja Hijau, Akibat Sistem Pendidikan yang Kompetitif

31 Oktober 2019
Memangnya Kenapa kalau Pekerjaan Saya Tidak Sesuai dengan Latar Belakang Pendidikan?

Memangnya Kenapa kalau Pekerjaan Saya Tidak Sesuai dengan Latar Belakang Pendidikan?

14 November 2023
4 Alasan Beasiswa Kurang Mampu Kerap Salah Sasaran beasiswa KIP Kuliah

Beasiswa KIP Salah Sasaran: Cerita Laila yang Putus Kuliah karena Tak Dianggap Pantas Menerima Beasiswa

2 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.