Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Biaya Kuliah Itu Mahal, Wajar dong Jika Fresh Graduate Menolak Tawaran Gaji 8 Juta

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
26 Juli 2019
A A
gaji

gaji

Share on FacebookShare on Twitter

Kata sebagian orang, jejak digital itu kejam, mudah dilacak dan sekalipun sudah dihapus akan tetap ada yang tersisa bahkan dengan mudah ditemukan kembali. Itu kenapa, berhati-hati dalam menggunakan internet apalagi ketika memposting sesuatu di media sosial itu perlu. Bahkan saat ini hukumnya wajib jika tidak ingin viral dalam hal yang negatif atau tidak diinginkan.

Seperti seorang fresh graduate dari salah satu kampus ternama di Indonesia yang baru-baru ini viral dan menjadi perbincangan di jagat dunia maya karena postingannya yang terbilang arogan, setidaknya begitu anggapan dari sebagian besar netizen media sosial. Agar tidak salah kaprah dan untuk menyamakan persepsi, dalam KBBI arogan berarti sombong, angkuh, mempunyai perasaan superioritas yang dimanifestasikan dalam sikap suka memaksa.

Bukan tanpa alasan apa yang diposting mengundang amarah netizen, sebab si fresh graduate dengan gamblang memposting bahwa dia baru saja mengikuti interview di salah satu perusahaan lokal dan ditawari gaji kisaran 8 juta. Dia melanjutkan, walau dia lulusan baru tapi tetap berasal dari universitas ternama dan jangan disamakan dengan lulusan baru dari kampus lain.

Postingan tersebut tersebar dengan tetap diblur pada nama akun Instagram juga foto si lulusan baru dari universitas ternama yang ia banggakan. Namun sepertinya dia lupa akan kekuatan netizen, jika sudah bersatu—apalagi dalam memberi komentar—apapun bisa dilakukan, termasuk julid dan mencari tahu siapa pemilik postingan tersebut. Netizen bersatu tak bisa dikalahkan. Begitu kira-kira jargonnya. Kecuali jika dihadapkan dengan UU ITE.

Kembali ke pembahasan mengenai fresh graduate yang ditawari gaji 8 doang, kenapa netizen harus marah-marah, sih? Bukannya itu realistis di zaman yang apa-apa serba mahal? Untuk beli skincare, kuota internet, outfit kece, sepatu dan tas bermerk juga original yang semuanya dipakai saat bekerja, rasanya semua itu memang masuk dinalar, kok. Apalagi sebagai fresh graduate perlu kebanggaan dan pencapaian yang nantinya wajib dipamerkan kepada saudara, teman-teman juga tetangga. Bahkan kalau perlu dunia.

Ditambah dia lulusan dari universitas ternama. Ya, wajar dong meski belum ada pengalaman kerja dan skill juga belum terasah sekaligus terbukti secara profesional. Toh, itu semua bisa dibuktikan sambil learning by doing. Sederhana, kan? Jadi, bagi si fresh graduate saran dari saya sih abaikan saja komentar netizen. Mereka semua hanya iri dengan proses negosiasi gaji pada sesi wawancaramu.

Sebagai seseorang yang bekerja di ruang lingkup HRD, sudah biasa rasanya bertemu dengan kandidat yang menanyakan berapa besaran gaji yang diterima. Menurut pengakuan mereka, selama sesuai dengan UMR terkini tidak menjadi masalah. Apalagi mereka juga berstatus sebagai fresh graduate yang masih butuh pengalaman di dunia kerja secara profesional dan harus banyak belajar.

Tapi, itu kan pilihan yang dirasa biasa saja atau jawaban cari aman agar bisa segera bekerja. Tidak ada greget dan motivasi lebih. Saya juga jadi teringat besaran gaji yang didapat saat pertama kali bekerja di tahun 2014, nominal yang didapat kisaran 2 jutaan. Kala itu jelas saya bangga sekali dan tidak memikirkan soal besaran gaji yang tidak sepadan dengan 8 juta doang. Boro-boro negosiasi terkait gaji, sebagai fresh graduate dan bisa segera bekerja juga mendapat gaji sesuai UMR saja sudah merasa bangga.

Baca Juga:

Cari Kerja Memang Susah, tapi Bertahan di Lingkungan Kerja Toxic Juga Nggak Ada Gunanya

4 Hal yang Harus Diperbaiki Program Magang Nasional Kemnaker

Mungkin memang saya dan banyak teman yang terlalu mudah dirayu oleh HRD dalam menerima besaran gaji dengan nominal lebih rendah dari 8 juta. Padahal, meski lulusan baru, saya berhak dong berekspektasi mendapat gaji setara level manajer di beberapa perusahaan. Ya, namanya juga ekspektasi. Berharap itu gratis, toh?

Soal lulusan dari kampus mana, hadeeeeh—please deh netizen yang budiman. Kalian itu harus tahu, biaya kuliah di kampus biasa dan nggak dikenal banyak khalayak saja sudah mahal dan sudah pasti tidak sedikit biaya yang dikeluarkan sampai dengan wisuda. Apalagi di universitas ternama. Tentu ada keinginan untuk mendapat gaji sesuai dengan nominal yang sudah dikeluarkan selama belajar—paling tidak mendekati.

Dan soal kenapa misuh sekaligus sambatan mengenai tawaran gaji harus di-posting di akun instagram—instastory—ya agar banyak orang semakin paham lah. Saat ini, menjadi viral itu bagian penting dalam hidup juga untuk persiapan dalam wawancara kerja setelahnya. Agar ada jawaban sewaktu ditanya HRD soal kemampuan yang dimiliki dan prestasi apa yang sudah diraih;

“Saya sudah pernah membuat geger warganet terkait saya yang masih fresh graduate dan harapan besaran gaji yang diterima, Pak. Oh iya, followers saya juga semakin bertambah banyak tanpa harus bertanya di postingan, ‘rame bener nih, nggak ada yang mau mutualan apa?’”

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: cari kerjaFresh Graduategajilulusan uilulusanuiviral
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Pelecehan Seksual pada Anak Itu Tak Pernah Sepele dan Tak Akan Pernah Sepele!

Pelecehan Seksual pada Anak Itu Tak Pernah Sepele dan Tak Akan Pernah Sepele!

1 Juli 2022
Tak Ada Lagi Tangis di Parangtritis Jogja: Tempat Indah yang Makin Hari Makin Biasa Saja

Tak Ada Lagi Tangis di Parangtritis Jogja: Tempat Indah yang Makin Hari Makin Biasa Saja

10 Juli 2023
ngamen gratis

Tulisan “Ngamen Gratis” di Beberapa Tempat Makan yang Berpotensi Menyakiti Hati Seorang Pengamen

12 Juli 2019
harga teman

Tuntutan “Harga Teman” yang Menyebalkan Dari Orang Sekitar Saat Berjualan

7 Oktober 2019
video klip

Video Klip Lagu Itu Penting Nggak Sih?

8 Juli 2019
kerja keras cara mendapatkan uang dari internet uang pulsa 50 ribu dari kampus UNS, gaji umr tabungan penghasilan milenial uang pekerja boros mojok.co

Kenapa Gaji di Atas UMR tapi Masih Merasa Miskin?

7 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

26 Maret 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.