Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Betapa Susahnya Mencari Kuliner di Kota Batu yang Khas dan Autentik

Iqbal AR oleh Iqbal AR
26 Juni 2023
A A
Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kota Batu, tak bisa dipisahkan dari hidup saya. Di kota kecil ini saya sudah bisa mendapatkan segalanya. Saya sudah bisa mendapatkan kehidupan yang tenang, tempat tinggal yang nyaman, hingga pendidikan yang layak. Saya juga sudah bisa mendapatkan segala hal terkait hiburan-hiburan penunjang. Ada mall dan bioskop di sini, banyak kedai kopi yang bisa digunakan untuk nongkrong, juga ruang-ruang terbuka yang bisa digunakan untuk apa saja.

Tapi dari semua yang sudah saya dapatkan di kota kecil ini, ada satu hal yang mungkin masih alpa di kota kecil ini. Satu hal yang mungkin tidak terlalu penting bagi orang lain, tapi sangat penting bagi saya. Satu hal yang jika ada, pastinya akan menambah daya tarik sekaligus penguat identitas kota kecil ini. Hal itu adalah kuliner, dan tidak hanya kuliner, tapi kuliner yang khas dan autentik. Dan itu masih susah ditemui di kota kecil ini, Kota Batu.

Kota Batu, kota tanpa kuliner khas

Kalau disandingkan, Kota Batu pantas bersanding dengan Bali atau Jogja, apalagi untuk urusan destinasi wisata. Batu, Bali, dan Jogja sudah tenar dengan destinasi wisata yang seperti tidak ada habisnya. Bahkan Batu sendiri punya julukan, yaitu Kota Wisata. Tapi soal kuliner, Batu belum bisa bersanding dengan Bali yang punya Babi Guling dan Ayam Betutu, atau Jogja dengan Gudeg.

Iya, Batu tidak punya kuliner yang khas dan autentik. Batu tidak punya kuliner yang jika namanya disebutkan, maka kita tahu dari mana kuliner tersebut berasal. Beberapa orang menyebut bakso, tapi itu sebenarnya lebih pas untuk Kota Malang. Ada orang menyebut ketan susu, tapi sejarah mengatakan bahwa ketan susu lebih dulu populer di daerah Bandung dan Jakarta. Ada juga yang menyebut rujak cingur, tapi Surabaya lebih berhak atas klaim itu.

Situasi ini agak membuat saya merasa iri dengan orang Bali atau dengan orang Jogja. Orang Bali atau orang Jogja bisa dengan mudah merekomendasikan kuliner khas dan autentik daerahnya kepada orang lain. Sementara itu, saya akan kebingungan jika ditanya tentang kuliner khas, atau ketika ada orang yang minta diajak untuk makan kuliner khas dari Kota Batu. Saya tidak tahu apa kuliner khas di Kota Batu. Akhirnya, semuanya berakhir dengan lalapan di pinggir jalan, di mana semua daerah juga ada.

Coba cari kalau ada

Mungkin kalian ada yang tidak percaya bahwa Kota Batu tidak punya kuliner yang khas dan autentik. Sekarang, coba kalian google dengan kata kunci “kuliner/makanan khas Kota Batu”. Hasil pencarian yang keluar malah tempat/warung makan yang sudah punya nama, beberapa ada yang legendaris. Warung bakso, warung nasi, atau bahkan warung mi. Tidak ada hasil yang mengatakan bahwa ada makanan yang benar-benar khas dan autentik dari kota ini.

Sebenarnya ada kuliner yang bisa dibilang khas dari Kota Batu, yaitu minuman sari apel dan keripik apel. Mengingat apel adalah salah satu komoditas utama kota ini. Tapi, sari apel dan keripik apel itu hanya semacam oleh-oleh khas saja, yang hanya bisa kita temui di tempat wisata atau sentra oleh-oleh. Sari apel dan keripik apel itu tidak mengakar, tidak dikonsumsi sehari-hari oleh warga Kota Batu (sebagaimana gudeg di Jogja), dan tidak serta merta menjadi identitas yang kuat bagi Kota Batu.

Ada juga roti goreng suketan, roti goreng yang cukup legendaris dan menjadi favorit di kota ini. Suketan ini sudah puluhan tahun memproduksi kudapan semacam roti goreng, cakwe, dan kue moho. Suketan dengan roti gorengnya memang legendaris dan cukup khas, tapi apakah roti goreng itu sendiri autentik dengan Kota Batu? Jelas tidak. Di Bandung, roti goreng dikenal sebagai odading. Di Jakarta, mereka menyebutnya dengan roti bantal.

Baca Juga:

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Bagaimana dengan nasi empog?

Kuliner yang mungkin mendekati khas dan autentik di Kota Batu adalah nasi empog (nasi jagung). Nasi empok ini jadi salah satu kuliner yang selain populer, juga cukup mengakar. Hampir seluruh lapisan masyarakat di Kota Batu makan nasi empog. Bahkan ada satu warung makan yang cukup terkenal dengan nasi empognya, yaitu warung makan Wakini.

Tapi ya susah juga menyebut bahwa nasi empog itu khas dan autentik dari kota ini. Sebab warga Surabaya atau warga Madura bisa saja mengklaim bahwa nasi empog itu lebih autentik dan khas bagi daerah mereka. Tidak apa-apa juga, namanya juga persebaran khazanah kuliner, pasti ada beberapa daerah yang punya kuliner serupa.

Pada akhirnya, saya sebagai warga Kota Batu memang harus ditakdirkan tidak mempunyai kuliner yang khas dan autentik. Tidak apa-apa juga kalau itu memang takdirnya. Lha wong kota ini masih muda, masih belum genap berusia 23 tahun. Bahkan usia saya saja lebih tua. Jadi ya sudah, masih ada waktu bagi kota ini untuk menemukan (atau mungkin menciptakan) kuliner yang khas dan autentik.

Masih banyak waktu juga bagi saya untuk mencari kuliner apa yang khas dan autentik untuk kota yang saya cintai ini. Seperti halnya masih banyak waktu bagi saya untuk mencari orang yang mau mencintai saya. Eh, kok jadi curhat masalah pribadi, sih?

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebenarnya, Kota Batu Ini Mau Jadi Kota Seperti Apa, Sih?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2023 oleh

Tags: autentikKota Batukuliner khasnasi empog
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kecamatan Bumiaji Kota Batu

11 April 2023
5 Ciri Khas yang Melekat pada Warung Coto di Makassar Terminal Mojok

5 Ciri Khas yang Melekat pada Warung Coto di Makassar

31 Agustus 2022
4 Kuliner Khas Banjarnegara yang Menggoyang Lidah Terminal Mojok

4 Kuliner Khas Banjarnegara yang Menggoyang Lidah

1 September 2022
Sisi Gelap Jenang Apel, Oleh-oleh Khas Malang yang Bikin Pembeli Waswas

Sisi Gelap Jenang Apel, Oleh-oleh Khas Malang yang Bikin Pembeli Waswas

22 Juni 2024
5 Tempat Wisata di Kota Batu yang Patut Diwaspadai

5 Tempat Wisata di Kota Batu yang Patut Diwaspadai

18 November 2023
4 Warung Mi Kering Makassar yang Legendaris Terminal Mojok

4 Warung Mi Kering Makassar yang Legendaris

2 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.