Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Berkat ATM Setor Tunai Saya Jadi Rajin Menabung

Kevin Winanda Eka Putra oleh Kevin Winanda Eka Putra
1 Maret 2021
A A
ATM Setor Tunai Bikin Saya Rajin Nabung Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Dua bulan lalu saya disuruh oleh pacar saya untuk membukakan rekening di salah satu bank. Dia minta dibuatkan rekening lantaran sedang berada di luar kota dan tidak ada waktu untuk membuatnya sendiri karena sedang sibuk-sibuknya bekerja. Rekening tersebut nantinya akan diisi oleh gaji-gajinya tiap bulan dari perusahaan tempatnya bekerja. Awalnya saya ragu karena jujur saya blas nggak mengerti cara membuka rekening secara mandiri. Buta perbankan istilahnya.

Aslinya saya juga punya dua nomor rekening, tapi pembuatan keduanya dibantu oleh pihak lain. Satu dengan bantuan ibu saya, satunya lagi dibantu mbak-mbak customer service beasiswa kuliah saya dulu. Jadi agak deg-degan juga saat harus buka rekening sendiri, apalagi ini adalah bank yang saya tahu stereotipe-nya untuk orang-orang berduit. Nggak kayak saya yang kere ini, hahaha.

Untungnya saat itu saya nggak menemui kendala berarti. Saya lagi-lagi dibantu oleh salah seorang pegawai bank untuk membukakan rekening. Pegawai ini sangat ramah dan membantu seperti yang pernah diramaikan netizen dulu. Saya yang awalnya ngah-ngoh soal perbankan, sedikit-sedikit jadi tahu hanya dengan bermodal nggah-nggih saat pegawainya menjelaskan face to face dengan saya. Sat, set, wat, wet, akhirnya resmi juga saya didaftarkan menjadi salah satu nasabah bank ini dan sudah bisa digunakan atas nama saya. Pacar saya kemudian senang kegirangan sudah dibukakan pintu rezeki rekening untuk wadah gajinya. Saya juga senang soalnya bisa terdaftar di salah satu bank yang biasa digunakan orang kaya ini, lumayan nyicil sek dadi wong sugih dengan punya nomor rekening ini, pikir saya.

Yang menarik dari bank ini adalah nggak ada buku tabungan seperti bank-bank pada umumnya. Aslinya ada sih buku tabungan, tapi biaya pembuatannya mahal, jadi saya memilih yang nggak ada buku tabungannya saja. Sebagai gantinya, saya disuruh untuk mengunduh aplikasi mobile banking.

Sebagai orang yang baru tahu soal dunia mobile banking, impresi awal saya sungguh katrok bin kampungan. Saya baru tahu kalau teknologi ini sungguh simpel. Semua bisa lewat pencetan jempol. Mau cek saldo, transfer duit, beli pulsa, beli token listrik, atau beli tiket-tiket semuanya sudah tersedia di sana. Tinggal pilih dan pencet sesuka hati. Ketiadaan buku tabungan juga cukup menyederhanakan masalah yang dulunya harus rajin-rajin ke bank untuk cetak riwayat transaksi, kini sudah nggak perlu lagi. Ini sungguh menguntungkan bagi saya yang masih kere lantaran nggak perlu minder lagi saat harus datang ke bank untuk sekadar cetak buku tabungan.

Tetapi, hal itu bukanlah satu-satunya kebahagiaan yang saya alami dari pengalaman dunia perbankan ini. Saya benar-benar beruntung memiliki nomor rekening bank ini, mengapa? Karena baru kali ini dan dari bank ini saya menemukan yang namanya ATM setor tunai. ATM setor tunai ini bak oase di tengah kekeringan ketidaktahuan, keterbelakangan, ketertinggalan saya soal dunia perbankan. Dari ATM setor tunai inilah jiwa-jiwa menabung saya tumbuh semerbak, bagai jamur yang merajalela di musim penghujan. Padahal aslinya kalau dicari benar-benar dua nomor rekening saya sebelumnya juga ada ATM setor tunainya, sih. Yowis ben ta sakarepku, lawong pengalaman pertama saya menemukan di nomor rekening baru saya, kok. Hehehe.

Begini, awalnya dua nomor rekening saya terdahulu hanya dikhususkan untuk bayar duit kuliah (UKT) dan sebagai jembatan beasiswa kuliah dari pemerintah yang pernah saya dapat. Dua nomor rekening itu nggak pernah saya pedulikan sama sekali. Jadi, saya jarang sekali memanfaatkan fasilitas keduanya untuk menabung.

Padahal kala itu, uang saku yang diberikan oleh orang tua saya sering turah-turah, ya aslinya juga nggak banyak, sisa lima puluhan atau seratusan lah. Kalau orang-orang biasa mungkin sudah menaruhnya di bank agar bisa disimpan dengan baik dan bisa digunakan sewaktu-waktu. Tapi, kala itu saya masih punya idealisme yang luar biasa tinggi. Saya berdalih menabung nanti saja tunggu uang sama berjumlah lima ratus ribuan atau agak banyak baru setor ke bank. Mosok pergi ke bank sudah capek-capek nunggu antrean teller, eh ujung-ujungnya cuma setor Rp50 ribu sementara setoran nasabah lain juta-jutaan. Sebagai mahasiswa sok berprestasi tentu malu, dong. Akhirnya saya termakan idealisme sendiri.

Baca Juga:

6 Alasan Saya Lebih Memilih Investasi Reksadana daripada Emas

5 Cara yang Bisa Diterapkan Mahasiswa yang Kesulitan Menabung, Agak Aneh tapi Berhasil

Selama empat tahun berkuliah, hanya sempat sekali dua kali saya setor ke bank dengan angka idealisme saya tersebut. Padahal kalau mau membuang idealisme saya jauh-jauh, saat ini saya mungkin bisa melihat saldo di bank saya berjuta-juta, nggak kayak sekarang yang mentok seratus ribu, itu pun kena potongan biaya admin tiap bulan. Hla peok ta akhire~

Berkaca dari pengalaman goblok itu, ketika menemukan ATM setor tunai ini saya bahagia bukan main. Gimana nggak bahagia, sekarang saya bisa menyisihkan dan setor sisa uang sangu saya dengan mudah dan simpel. Apalagi kalau ATM setor tunainya itu pecahan lima puluh ribu, wah senangnya tambah lagi karena nggak perlu malu atau minder dengan nasabah lain dan bahkan teller-nya. Hehehe. Kita hanya perlu berhadapan dengan mesin yang dalam hatinya nggak rewel sinis melihat kita setor lima puluh ribu doang dan nggak deg-degan takut dihakimi olehnya. Cukup masukan kartu, pencet-pencet manja tombol PIN, masukkan uang, lalu pencet konfirmasi. Beres deh uangnya sudah tersimpan dengan aman. Antreannya pun nggak selama kalau antre langsung di bank. Dan yang pasti saat ini saya jadi rajin menabung di bank. Banknya bank orang kaya lagi. Wohooo, kebebasan finansial I’m coming (tentu kalau duitnya nggak saya pakai jajan-jajan online, hahaha).

BACA JUGA Manfaat Menyimpan Struk ATM yang Jarang Diketahui Banyak Orang dan tulisan Kevin Winanda Eka Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Februari 2021 oleh

Tags: ATM setor tunaiMenabung
Kevin Winanda Eka Putra

Kevin Winanda Eka Putra

Bukan siapa-siapa dan tidak ingin jadi siapa-siapa.

ArtikelTerkait

Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di 'Monthly Magazine Home' terminal mojok

Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di ‘Monthly Magazine Home’

15 Juli 2021
Harus Punya Tabungan Rp20 Juta di Usia 25 Tahun, Fresh Graduate UMR Jogja Cuma Bisa Nangis Mendengarnya Mojok.co

Harus Punya Tabungan Rp20 Juta di Usia 25 Tahun, Fresh Graduate UMR Jogja Cuma Bisa Nangis Mendengarnya

21 Mei 2024
Cara-cara yang Bisa Diterapkan Mahasiswa yang Kesulitan Menabung, Agak Aneh tapi Berhasil Mojok.co

5 Cara yang Bisa Diterapkan Mahasiswa yang Kesulitan Menabung, Agak Aneh tapi Berhasil

13 Agustus 2024
Ini Tips Investasi Saham yang Saya Perhatikan sebagai Investor Awam

Ini Tips Investasi Saham yang Saya Perhatikan sebagai Investor Awam

7 Februari 2022
Kelemahan Menabung Emas di Pegadaian yang Nggak Disadari Banyak Orang Mojok.co

Kelemahan Menabung Emas di Pegadaian yang Perlu Disadari Banyak Orang

12 Agustus 2024
sambat

Sambat: Salah Satu Alasan Anak Muda Susah Nabung

22 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

12 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.