Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Berkaca dari Tragedi Itaewon, Sudah Seharusnya P3K Diajarkan secara Sungguh-sungguh ke Masyarakat

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
1 November 2022
A A
Berkaca dari Tragedi Itaewon, Sudah Seharusnya P3K Diajarkan Secara Sungguh-sungguh ke Masyarakat Terminal Mojok

Berkaca dari Tragedi Itaewon, Sudah Seharusnya P3K Diajarkan secara Sungguh-sungguh ke Masyarakat (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan, Sabtu malam (29/10/2022) berubah menjadi tragedi berdarah. Setidaknya 150-an korban tewas akibat berdesak-desakan. Banyak korban mengalami kesulitan bernapas, terinjak, hingga henti jantung. Kejadian horor tersebut terabadikan dalam berbagai rekaman video dan foto yang diunggah ke media sosial oleh banyak saksi mata.

Salah satu hal yang menarik atensi publik adalah kesigapan warga sipil membantu tenaga medis memberikan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP (resusitasi jantung paru). RJP merupakan salah satu rangkaian dalam pemberian bantuan hidup dasar (BHD). Tentu saja keberanian para relawan ini menuai pujian dari masyarakat, bahkan dalam skala internasional. Tindakan pertolongan pertama semacam itu sangat berarti untuk menyambung nyawa korban henti jantung.

Berdasarkan video pemaparan Jang Hansol tentang tragedi Itaewon, ia mengatakan bahwa RJP adalah skill yang bisa dipelajari siapa pun di Korea Selatan. Apalagi wamil adalah suatu keharusan di Negeri Ginseng. Sudah pasti keterampilan P3K (pertolongan pertama pada saat kecelakaan) termasuk salah satu materi penting yang diajarkan selama pelatihan.

Sebenarnya di Indonesia pun keterampilan P3K juga bisa dipelajari masyarakat umum. Misalnya dengan mengikuti PMR atau ikut pelatihan yang diselenggarakan PMI. P3K juga dimasukkan dalam kurikulum PJOK (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan) kelas IX, namun materinya hanya sebatas pengenalan dasar. Pengenalan dasar itu meliputi pengertian, tujuan, obat dan peralatan dasar, serta penanganan luka dan pendarahan. Itu pun hanya diajarkan sepintas nggak terlalu mendalam. Keterampilan BHD nggak pernah diajarkan kepada siswa kalau nggak gabung kegiatan ekstrakurikuler PMR.

Berkaca dari tragedi Itaewon Sabtu malam kemarin, keterampilan P3K dan pemberian BHD sebaiknya diajarkan ke masyarakat luas. Sehingga saat terjadi situasi genting, akan lebih banyak sukarelawan terlatih yang bisa berpartisipasi menyelamatkan nyawa korban selagi menunggu bantuan tim medis. Pelatihannya bisa dibikin inklusif dengan menambahkan materi BHD ke kurikulum PJOK. Karenanya, materi tersebut mau tidak mau harus diajarkan ke semua siswa yang mengenyam pendidikan.

Khusus untuk pemberian materi ini, sekolah bisa bekerja sama dengan PMI setempat mengingat pemberian BHD tidak bisa dilakukan sembarangan. Upaya menyelamatkan korban akan gagal jika RJP yang dilakukan salah, malah bisa jadi memperburuk kondisi korban. Maka dari itu materi BHD harus diajarkan oleh orang yang terlatih.

Pelaksanaannya sebisa mungkin sampai ke tahap praktik, jangan hanya berhenti pada pemaparan teori. Percuma dong kalau nggak nyoba sendiri, ilmunya bisa menguap begitu saja. Setiap peserta didik harus melaksanakan praktik yang diawasi tenaga terlatih tanpa terkecuali.

Kegiatan praktikal begini juga bisa jadi wahana refreshing buat siswa, lho. Umumnya, mereka sudah jenuh dengan model belajar teoritis yang begitu-begitu saja. Alokasi waktunya bisa memotong sedikit dari materi PJOK yang lain seperti materi bola besar, bola kecil, pencak silat, dan senam. Dari SMP hingga SMA, semua materi itu selalu ada. Cuma levelnya saja yang dibedakan, dimulai dari tingkat pengenalan hingga analisis dan evaluasi. Daripada cuma direpetisi, kan mending waktunya dipakai untuk mempelajari hal baru.

Baca Juga:

Pelajar Surabaya Nggak Butuh Pramuka, Ekstrakurikuler Ini Memang Lebih Baik Nggak Diwajibkan

Menebak Ekstrakurikuler Upin Ipin dan Anak-Anak Tadika Mesra dari Kacamata Guru SMA

Kalau memasukkan BHD dalam kurikulum pendidikan dirasa terlalu sulit, masih ada alternatif yang lain. Misalnya saja dengan menyisipkan materi P3K termasuk BHD ke dalam kegiatan kaderisasi. Jauh lebih bermanfaat daripada sekedar perpeloncoan. Sebagai anak muda, tentu saja menguasai keterampilan P3K akan menjadi nilai tambah yang mulia. Mengingat anak muda sedang dalam kondisi fisik yang paling prima, jadi sangat sesuai dengan panggilan kemanusiaan menolong nyawa semacam ini.

Atau bisa juga menyisipkan materi P3K ke dalam materi diklat pegawai. Dalam dunia kerja, terutama yang ranahnya praktikal, kecelakaan kerja merupakan ancaman yang nggak bisa diprediksi kehadirannya. Bayangkan kalau para pekerja ini sudah terlatih memberikan penanganan P3K, pasti akan lebih banyak orang yang tertolong.

Sesungguhnya opsi menyampaikan pengajaran mulia ini sangat banyak caranya. Tergantung apakah pemerintah bersedia mengaturnya secara serius atau nggak. Tentu saja banyaknya jumlah warga sipil yang terlatih dengan keterampilan P3K akan tetap menguntungkan negara. Dalam kondisi genting saat terjadi bencana, kontribusi mereka akan sangat membantu kerja tenaga medis. Sehingga akan lebih banyak lagi nyawa yang diselamatkan.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Obat Mujarab dari Anggota PMR Saat Ada Murid yang Sakit.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2022 oleh

Tags: CPRekstrakurikulerpmrtragedi Itaewon
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

5 Obat Mujarab dari Anggota PMR Saat Ada Murid yang Sakit terminal mojok.co

5 Obat Mujarab dari Anggota PMR Saat Ada Murid yang Sakit

6 Desember 2021
Kalau Bukan Ekskul Wajib, Saya Nggak Akan Kenal Pramuka MOJOK.CO

Pramuka, PKS, PMR: Mana Ekskul Wajib yang Paling Worth buat Diseriusin?

21 Januari 2021
Warga Surabaya Nggak Butuh Pramuka, Kegiatan Ini Memang Lebih Baik Nggak Diwajibkan Mojok.co

Pelajar Surabaya Nggak Butuh Pramuka, Ekstrakurikuler Ini Memang Lebih Baik Nggak Diwajibkan

7 April 2024
Menebak Ekstrakurikuler yang Akan Diikuti Upin Ipin dan Anak-Anak Tadika Mesra dari Kacamata Guru SMA Mojok.co

Menebak Ekstrakurikuler Upin Ipin dan Anak-Anak Tadika Mesra dari Kacamata Guru SMA

25 Februari 2024
Deretan Lagu Hits Anak Ekskul Dance Tahun 2010-an, Pernah Nge-mix Pakai Lagu Mana, nih_

Lagu Hits Anak Ekskul Dance Tahun 2010-an, Pernah Nge-mix Lagu yang Mana?

5 Oktober 2021
Ekskul KIR Sepi Peminat padahal Jadi Modal Siswa Masuk Kuliah

Ekskul KIR Sepi Peminat padahal Jadi Modal Siswa Masuk Kuliah

4 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO
  • Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah
  • Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya
  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.