Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Berhenti Membandingkan Batman Versi Ben Affleck dengan Christian Bale, Kalian Nggak Punya Kerjaan ya?!

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
24 Maret 2021
A A
Panduan Memahami Director's Cut buat Kamu yang Bingung dengan ‘Justice League Snyder's Cut’ terminal mojok.co

Panduan Memahami Director's Cut buat Kamu yang Bingung dengan ‘Justice League Snyder's Cut’ terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya cenderung sebel dan sering mangkel dengan fanboy Batman. Saya suka Batman sejak kecil, tapi nggak berani lebay kayak para fans fanatik itu. Sebab, belakangan ini, Batfleck (lagi-lagi) menjadi obrolan panas, setelah sempat anyep selama dua tahun lebih. Lagi, lagi, dan lagi, mereka tak suka dan menghujat Ben Affleck dan ada yang membela Batfleck. Dan seperti yang sudah-sudah, trilogi Nolan mereka jadikan sebagai pembanding.

Yang bikin risih adalah perdebatan di kalangan fans itu adalah ada yang sampai mau adu jotos hanya karena beda pandangan soal Batman dan kehidupan imajinasi itu. Bayangkan, ada orang yang siap-siap babak belur hanya karena Ben Affleck dan Christian Bale.

Bayangkan.

Saya masih memegang prinsip, Superman versi Reeve, Spider-Man versi Tobey, Iron Man, dan The Dark Knight Trilogy adalah film superhero yang menciptakan standar baru dalam film bergenre cowok dan cewek berpakaian ketat yang kerjaannya berantem dan muntab terus (ini seleraku, ini pendapatku, peace). Kita lagi bahas Batman, marilah kita menuju ke trilogi Batman versi Nolan.

Kenapa saya bilang bahwa membandingkan Christian Bale dengan Ben Affleck adalah perbuatan biasa dan tak perlu bersikap berlebihan? Kita tahu, Batman Bale adalah film Batman dengan pengerjaan paling gila dan penuh dengan suasana yang gelap, tapi masuk akal dan nggak lebay. Sementara Batfleck lebih ke mengejar pasar kekinian, dan memang jauh berbeda, baik konsep maupun alur dramanya dari pendahulunya. Lagipula, sejak muncul trailernya saja, kita sudah tahu jika Batfleck sudah pasti berbeda jauh dari versi Bale. Ya karena memang sudah berbeda era dan beda yang bikin juga. Ini kan cuma masalah selera, kenapa harus panas?

Memang, trilogi Batman versi Nolan sangatlah baik. Mendiang Heath Ledger membawakan peran Joker dengan begitu apik, sangat natural, dan “Joker banget”. Senjata dan alat-alatnya, sangat berbeda dengan para pendahulunya, bahkan beberapa jauh berbeda dari komik. Pengambilan gambar, pencahayaan, sangat baik, seperti kehidupan nyata. Di zaman itu, para superhero suka berantem pas siang-siang. Nolan menghadirkan kehidupan malam dengan pencahayaan natural dari lampu jalan, lampu mobil, pokoknya natural. Isitilahnya minim CGI.

Sementara Batfleck, lebih banyak CGI dan monmaap, seperti mengekor Marvel. Tapi, sekali lagi, itu selera dan tiap orang bebas punya selera. Saya tetap lebih suka versi Nolan, tak suka versi Ben Affleck, tapi nggak ribut dan ikut perang yang nggak perlu.

Tiap era punya Batman versi mereka sendiri. Val Kilmer, sempat dianggap sebagai Batman yang paling sensitif dan mellow, tentu karena dibandingkan dengan Keaton. Lalu muncul Batman dengan puting, versi Clooney, sehingga disebut BatLooney. Konsep dari tiap film memang berbeda, percuma juga membandingkan dengan Keaton dan Bale, apalagi dengan Batfleck. Tiap orang punya eranya masing-masing. Mau suka sama Batman berputing ya, silahkan. Mau nggak suka Batman pun boleh.

Baca Juga:

Oppenheimer, Karya Christopher Nolan yang Paling Meledak

Review Zack Snyder’s Justice League dan Perbedaannya dengan Versi Teatrikal

Pada dasarnya, menjadi seorang fans itu boleh. Yang nggak boleh itu, terlalu meributkan perbedaan pandangan soal selera. Lagipula, ribut cuma masalah Batman itu perbuatan sia-sia, besok bakalan keluar Batman baru lagi. Mari kita sambut dengan santai, tak suka ya silahkan protes dan beri masukan, nggak usah berantem. Itu semua perbuatan sia-sia!

Trilogi Nolan memang masih jadi yang terbaik, saya tahu. Tapi, percuma membandingkan dengan versi Bale yang jauh banget bedanya. Mereka ada di universe yang berbeda. Sudah, yang suka Bale santai, yang suka Ben Affleck juga woles. Anggaplah mereka dari dunia yang berbeda, anggaplah punya selera sendiri bukanlah kejahatan dan kesalahan. Anggaplah seperti pemilu, tonton, suka, pilih, diem-diem aja jangan sampai ada yang tahu. Nggak usah saling nyolot dan beradu pilihan siapa yang terbaik. Eh lupa, pemilu juga sering banget saling serang (cie, pesan moral). Silahkan marah sama saya, pokoknya Batman itu nggak nyata!

Sumber Gambar: YouTube Jon Arryn Garza

BACA JUGA Review Zack Snyder’s Justice League dan Perbedaannya dengan Versi Teatrikal atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2022 oleh

Tags: batman christopher nolanben affleckchristian balechristopher nolanjustice league
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Oppenheimer, Karya Christopher Nolan yang Paling “Meledak”

Oppenheimer, Karya Christopher Nolan yang Paling Meledak

21 Juli 2023
Review Zack Snyder's Justice League dan Perbedaannya dengan Versi Teatrikal mojok.co/terminal

Prediksi Hal-hal Baru yang Akan Muncul lewat Trailer Terbaru Justice League Snyder’s Cut

17 Februari 2021
Review Zack Snyder's Justice League dan Perbedaannya dengan Versi Teatrikal mojok.co/terminal

Review Zack Snyder’s Justice League dan Perbedaannya dengan Versi Teatrikal

19 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.