Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya (unsplash.com)

Beberapa waktu terakhir, hari-hari menjelang sidang tesis, saya sering memesan makanan melalui layanan pesan antar ojek online (ojol). Alasannya sederhana saja, saya sedang pengin praktis dan efisien. Sebab, energi dan waktu hendak saya dedikasikan untuk persiapan sidang tesis. 

Akan tetapi, ada satu titik saya jadi kerepotan sendiri menggunakan layanan pesanan antar makanan ini. Perkaranya sederhana saja, ojol tidak punya uang tunai untuk kembalian. 

Jadi begini, supaya pengeluaran tetap terkendali, saya punya kebiasaan hanya menggunakan uang berdasarkan jatah tunai yang ada di dompet. Jadi, beli apapun pake uang itu dulu. 

Ketika kondisi seperti itu, saya harus menghadapi driver Ojol yang tidak punya uang kembalian dan menuntut pelanggan dengan kalimat, “uang pas ya, Mas”.

Persoalannya, makanan yang saya beli punya nominal yang tidak selalu genap atau ada recehannya. Ditambah lagi, saya juga tidak selalu punya uang yang pas. 

Kondisi itu membuat saya harus membongkar dompet, meraba-raba saku celana, sampai harus mencari uang pecahan ke warung terdekat. Niat hati biar lebih efisien, jatuhnya malah terjebak dalam situasi menyebalkan dan merepotkan.

Saya yang memesan, saya yang membayar, dan saya juga yang harus berkeliling mencari uang pas. Kan gatheli, waktu dan tenaga saya jadi terenggut. Selain itu, ada 3 aspek lain yang dilanggar oleh driver ojol dalam hal ini. 

Driver ojol yang memberikan jasa semestinya lebih siap

Pertama, driver ojol adalah pihak pemberi jasa. Namanya pemberi jasa, harusnya menyediakan segala kemungkinan, termasuk perkara skema pembayaran. Jadi saat menerima pesanan makanan dengan pembayaran tunai, harusnya mereka siap dengan uang kembalian ketika uang yang diberikan pelanggan nominalnya besar.

Menurut saya, menyediakan uang pecahan kecil untuk kembalian adalah prinsip paling dasar soal kesiapan melayani pelanggan.

Kedua, sering saya temui driver Ojol yang menuntut pembayaran tunai dengan uang pas ketika tiba di lokasi. Dan, mereka dengan polosnya tidak mau tahu. Sehingga saya sebagai pelanggan harus mencari keliling warung untuk nyari uang yang pas. Kalau sudah begitu, pelanggan seperti saya jadi tidak punya banyak pilihan selain menerima.

Paling-paling setelah itu saya kasih bintang 3. Bahkan, bintang 2 kalau driver ojolnya bermuka masam atau terkesan tak peduli. Padahal, seharusnya, kalau memang tidak punya kembalian, paling tidak langsung kasih tahu melalui pesan chat sesaat setelah menerima orderan. Meski tetap saja, cara ini pun tidak bisa dibenarkan.

Ketiga, kalau memang tidak memiliki uang kembalian dan tidak siap menerima pembayaran tunai. Mengapa memaksa mengambil pesanan tersebut?

Sepengetahuan saya, metode pembayaran sudah terlihat sejak awal. Sehingga driver sudah mempertimbangkan apakah siap mengambil orderan tersebut atau tidak. Kalau memang tidak punya uang pecahan sama sekali, bukankah pesanan itu ditolak dan diberikan ke driver lain yang lebih siap?

Pemberi jasa tak bisa memaksa pelanggan menyesuaikan diri

Sangat aneh, bagaimana bisa pemberi jasa justru meminta pelanggan yang menyesuaikan. Seolah kesalahan ada pada pelanggan yang meminta pembayaran tunai, padahal fitur itu memang tersedia di aplikasi dan uang yang dipakai pun uang legal yang sah secara hukum.

Jadi, pesan saya bagi driver ojol, sebaiknya lebih persiapan terutama soal uang kembalian. Itu adalah tanggung jawab pemberi jasa, jangan bebankan itu pada pelanggan. 

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Uang Kembalian Adalah Tanggung Jawab Penjual, Bukan Pembeli. Jangan Menyuruh Pembeli untuk Mencari Tukaran Uang Atau Tambah Belanjaan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version