ADVERTISEMENT

Paylater nggak bikin boncos! Asal tahu siasatnya, kalian bisa untung besar

Paylater nggak bikin boncos! Asal tahu siasatnya, kalian bisa untung besar Mojok.co

Beberapa waktu lalu, kawan saya bercerita bahwa sekarang ini banyak anak muda yang BI Checking-nya merah. Gara-garanya, anak muda ini terjebak dalam lingkaran setan paylater dan pinjaman online, sampai-sampai tidak mampu bayar.

Memang, kalau ngomongin soal utang, utang zaman sekarang dan dulu itu berbeda. Dulu, mau pinjam uang saja, mikirnya berkali-kali. Terutama, ketika harus mengeluarkan kalimat sakti ini, “Tujuan saya ke sini yang pertama untuk silaturahmi, dan yang kedua adalah untuk…” Seketika, harga diri langsung melorot ke bawah kaki.

ADVERTISEMENT

Pun ketika utangnya lewat bank. Ada survei berbelit-belit, sampai mendatangi rumah pemohon. Akhirnya, tetangga kiri kanan jadi tahu kalau kita mau ngutang. Malunya sekarang karang kalau kata orang Tegal, yang berarti malunya tuh malu banget.

Ngutang semakin mudah

Bandingkan dengan proses pinjam duit hari ini. Proses ngutang sudah jauh lebih mudah. Jangankan tetangga sebelah, orang rumah sendiri pun bisa jadi tidak tahu kalau beberapa detik yang lalu, kita baru saja dapat utangan. Lha wong modalnya cuma swafoto sambil memegang KTP, trus centang sana-sini, kok. Semudah itu. Sesenyap itu.

Akan tetapi, menyalahkan teknologi tentu bukan sikap yang bijak. Bagaimanapun juga, paylater hanyalah sebuah alat. Ibarat kata, paylater ini bagaikan pisau dapur yang tajam. Di tangan orang yang asal tebas, pisau itu bisa melukai diri sendiri hingga berdarah-darah. Tetapi, jika dipegang oleh koki yang paham tekniknya, pisau tersebut justru bisa dipakai untuk meracik hidangan yang lezat.

Dengan kata lain, adanya orang kejeblos dalam palung hutang paylater itu ya karena mereka nggak paham ilmunya. Asal klak klik saja, ikut-ikutan, FOMO kalau kata generasi sekarang. Padahal, di tangan yang tepat, sistem pembayaran satu ini bisa memberikan keuntungan.

Manfaatkan promo bunga 0% dan cashback dari paylater

Siasat pertama menggunakan paylater agar untung maksimal adalah dengan mengeksploitasi promo bunga 0% dan cashback.

Jadi begini. Penyedia paylater itu sering sekali membakar uang demi menggaet pengguna dengan memberikan diskon gede-gedean, voucher cashback, atau promo Bunga 0% (Tenor 1 Bulan). Nah, yang begini inilah yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan.

Strateginya, hanya gunakan paylater jika promo yang ditawarkan lebih besar daripada biaya admin atau penanganan transaksi. Contoh, misal mau beli barang seharga Rp500.000. Jika bayar tunai, harganya ajeg, tapi jika pakai paylater, ada diskon Rp50.000 dengan biaya admin Rp2.000. Artinya, bisa untung Rp48.000. Kan lumayan.

Bayar sebelum tenggat waktu

Cara lain dapat keuntungan dari sistem pembayaran ini adalah dengan berkomitmen untuk bayar sebelum batas waktu. Selain bisa bikin kamu terhindar dari mimpi buruk karena dibayang-bayangi tagihan, bayar angsuran tepat waktu juga akan membuat angka kreditmu jadi hijau. 

ADVERTISEMENT

Keuntungannya, misal suatu saat kamu butuh dana dalam jumlah besar, seperti KPR atau modal usaha di bank, pengajuannya pasti lebih mudah disetujui. Soalnya, kamu punya rekam jejak pembayaran yang terbukti disiplin.

Strateginya begini, gunakan paylater untuk transaksi-transaksi kecil secara rutin, seperti belanja bulanan, lalu selalu bayar tepat waktu. Pastikan juga uang untuk melunasinya sudah siap di rekening. Jangan pernah mengandalkan kalimat “Gampang, urusan bayar nanti bisa dipikirkan lagi”. 

Sekali kamu terjebak dalam kalimat itu, bisa dipastikan kamu akan masuk dalam palung hutang yang tak berujung.

Manfaatkan program reward paylater

Beberapa platform e-commerce memberikan poin loyalitas jika transaksi menggunakan paylater milik mereka sendiri. Oleh karena itu, jangan segan untuk mengumpulkan poin dari transaksi rutin paylater.

Poin yang terkumpul nantinya bisa ditukarkan menjadi voucher potongan belanja, gratis ongkir, atau penukaran barang gratis di bulan berikutnya. Menguntungkan sekali, bukan?

Strateginya, daripada membongkar tabungan atau dana darurat, mending manfaatkan fasilitas paylater. Jadi, tabungan ataupun dana darurat tetap aman. Kesannya memang agak kontradiktif dan aneh. Masa punya uang tunai tapi malah milih ngutang?

Jadi begini, Gaes. Kalau ambil uang tabungan atau dana darurat, risikonya tabungan berkurang, potensi bunga hilang, dan kalau ada emergency tunai mendadak, malah kebingungan. Nah, kalau pakai paylater, apalagi yang bunga 0%, uang tabungan bisa tetap mengendap, cashflow terjaga, dan masih dapat cuan tipis-tipis dari bunga bank.

Tunggu momen yang tepat

Terakhir, biar penggunaan paylater ini makin cuan, harus banyak-banyakin sabar dalam mencari promo. Sering kali, sebuah platform e-commerce mengadakan diskon besar yang mensyaratkan metode pembayaran tertentu. Itu sebabnya, kamu harus jeli dalam memadukan promosi.

Tunggulah momen ketika paylater sedang bekerja sama secara eksklusif dengan merchant tertentu. Tujuannya, biar kita bisa mendapatkan diskon merchant + diskon paylater sekaligus dalam satu kali checkout.

Hasilnya, harga barang yang tadinya Rp300.000 bisa terpangkas drastis karena gabungan potongan harga langsung dan potongan dari penyedia paylater. Kuncinya apa? Ya. Betul. Sabar, tunggu momen yang tepat. Biasanya sih pas momen tanggal kembar atau perayaan tertentu. Pantengin aja.

Itulah tips menggunakan paylater supaya nggak bikin boncos, tapi malah untung. Kamu, punya pengalaman menarik apa saat pakai sistem pembayaran satu ini? 

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 7 ide bisnis dengan modal Rp 5 juta yang bisa jadi cuan tanpa banyak repot dan artikel menarik lainnya di TERMINAL MOJOK.

Terakhir diperbarui pada 25 Oktober 2026 oleh .

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.