Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Bapak Saya Firaun, tapi Nggak Mengobrak-abrik Sistem agar Saya Bisa Dapet Pekerjaan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
24 Agustus 2024
A A
Bapak Saya Firaun, tapi Nggak Mengobrak-abrik Sistem agar Saya Bisa Dapet Pekerjaan

Bapak Saya Firaun, tapi Nggak Mengobrak-abrik Sistem agar Saya Bisa Dapet Pekerjaan

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian boleh percaya, boleh tidak, tapi banyak kawan bapak saya memanggil Bapak dengan sebutan Firaun.

Bapak saya memang unik, nganggo banget. Profesinya, sopir jenazah, alias baru bahagia kalau ada orang yang mati. Beliau juga pernah menginisiasi tawuran 3 desa sekaligus sekitar 16 tahun yang lalu, gara-gara sepak bola. Dan panggilan Firaun itu menambah keunikan-keunikan yang ada.

Saya tak tahu betul sejak kapan dan apa penyebab Bapak saya dipanggil dengan sebutan raja Mesir kuno tersebut. Tapi kalau boleh menduga, polah Bapak saya yang kemaki dan suka sesumbar lah penyebabnya. Unsurprisingly, sifat ini menurun pada saya. 

Tapi jujur, panggilan ini lucu-lucu nggatheli sebenarnya. Kenapa begitu, karena rasanya lucu saja melihat seseorang diberi panggilan raja, tapi ekonominya rakyat jelata.

Dipanggil Firaun, tapi miskin

Ya, ekonomi keluarga saya jauh dari kata kaya. Jauh banget dari kemewahan yang dipunya oleh Firaun. Boro-boro beli kue seharga 400 ribu, saya tiap beli pakaian ukurannya selalu oversize agar bisa dipakai bertahun-tahun. Saya beli sepatu bola saja nyicil koperasi. 

Tapi, masa kecil saya nggak ngenes-ngenes amat sebenarnya. Sebab, meski miskin, Bapak saya mengutamakan tumbuh kembang anaknya. Kakak saya semasa masih aktif latihan sepak bola, tiap hari selalu dibelikan susu sapi segar, meski harganya tidak ramah kantong keluarga kami. Saya sendiri dibelikan banyak vitamin dan asupan makanan selalu dijaga. Tak mengagetkan kalau saya jadi anggota keluarga tertinggi. Demi anak, Bapak berkorban mati-matian. Kene ki kere, tapi ndue harga diri.

Perkara pendidikan, Bapak nggak mau kompromi. Anaknya harus di sekolah yang favorit, meski biayanya bikin utang Bapak makin menggunung. Dan kebetulan, semua anak Bapak saya sekolah di sekolah favorit. Yang meleset saya sih, pake acara dikeluarkan dari sekolah.

Punk og. Ngapurane yo, Pak Firaun.

Baca Juga:

Dari Gila, Tikus Tanah, Hingga Memperkusut, Inilah Arti Nama Mulyono

Biro Jasa Pajak Kendaraan, Bukti Jika Mengurus Administrasi di Indonesia Itu Baru Lancar kalau Punya Duit dan Orang Dalam

Moral compass masih (lumayan) berfungsi

Bapak saya, meski berjuang mati-matian dan rela berbuat apa saja untuk keluarga, dia tidak mau berbuat curang. Maksudnya, dia tidak berbuat jahat seperti korupsi, memakan hak orang lain, dan sejenisnya. Nama boleh Firaun, tapi moral compass dia masih (lumayan) berfungsi.

Saya berani yakin bahwa Bapak saya selalu mengupayakan rezeki dengan cara yang halal, sekalipun dia tidak rajin salat dan beribadah. Saya bisa saja salah, sebab Bapak, sebagaimana orang tua boomer kebanyakan, sulit terbuka dan mengutarakan perasaan pada anak. Tetapi, mengingat utangnya yang menggunung dan semua gara-gara biaya pendidikan, saya yakin betul Bapak saya tidak berbuat curang.

Berkali-kali, di waktu senggangnya, Bapak selalu mengingatkan untuk jangan bohong, jangan nyolong, dan bekerja sepenuh hati. Beliau juga mewanti-wanti untuk berdikari. Sebab, orang miskin seperti kami, yang dipunya hanyalah semangat hidup. Jadi ya, kalau mau kaya, ya berusaha. Tidak menggantungkan nasib kepada orang tua, kawan, atau siapa pun. Harus berusaha sendiri.

Bayangkan, betapa aneh rasanya mendapat nasihat kehidupan dari seorang yang dipanggil Firaun.

Baca halaman selanjutnya

Lebih jahat dari raja yang jahat

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2024 oleh

Tags: firaunmulyonooligarkisistem
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

KKN Itu Momen Belajar Jadi Warga, Bukan Ajang Sok-sokan Mengubah Sistem Desa

29 Juli 2023
Takut Tambah Dewasa, Takut Nggak Dapat Kerja

Takut Tambah Dewasa, Takut Nggak Dapat Kerja

14 Agustus 2022
5 Penderitaan Karyawan Toko Sepatu dan Baju (Unsplash)

5 Penderitaan Karyawan Toko Sepatu dan Baju

29 November 2022
Belajar dari Vincenzo Cassano, Kita Harus Punya Hal-hal Ini untuk Tumbangkan Oligarki terminal mojok.co

Belajar dari Vincenzo Cassano, Kita Harus Punya Hal-hal Ini untuk Tumbangkan Oligarki

28 Mei 2021
Belajar Kepemimpinan dari Hokage Desa Konoha meski Kerap Dituding Oligarki terminal mojok.co

Belajar Kepemimpinan dari Hokage Desa Konoha meski Kerap Dituding Oligarki

19 Februari 2021
Mulyono Adalah Tikus Tanah Sukanya Bikin Kusut Dunia (Unsplahs)

Dari Gila, Tikus Tanah, Hingga Memperkusut, Inilah Arti Nama Mulyono

29 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Dipaksa Kuliah Jurusan Paling Dicari di PTN karena Ambisi PNS, Setelah Lulus Malah bikin Ortu Kecewa karena “Kerjaan Remeh”
  • Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”
  • 10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal
  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.