Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Banuwati, Cinta Arjuna yang (Terpaksa) Bertepuk Sebelah Tangan

Bimo Suryo Kumoro oleh Bimo Suryo Kumoro
3 Agustus 2020
A A
banuwati arjuna mojok

banuwati arjuna mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Arjuna adalah kesatria yang mempunyai banyak istri. Hampir di setiap kesempatan ada saja wanita yang kepincut dengan nomor tiga Pandawa ini. Uniknya, para istri Arjuna berasal dari background sosial yang berbeda, mulai dari anak raja, anak brahmana, hingga para bidadari yang berjumlah sakethi kurang sawiji (sejuta kurang satu).

Maka dari itu lagu Dewa 19 liriknya “Akulah Arjuna, uwaaaaw” karena ini orang emang playboy kelas langit.

Namun dari semua wanita yang mencintai Arjuna, ada satu nama yang cukup tragis nasibnya. Nasibnya dibilang tragis karena harus menunggu hingga perang Baratayudha selesai ia baru bisa menikah dengan Arjuna. Pun hanya dalam waktu yang amat singkat sebelum mati terbunuh.

Wanita yang dimaksud adalah Banuwati, seorang putri dari raja besar dari Mandaraka bernama Salya. Mereka saling mencinta sejak keduanya masih remaja dan lajang. Keduanya bertemu ketika Arjuna membantu Baladewa memecahkan sebuah masalah di negara Mandaraka. Semenjak saat itu hubungan mereka bersemi indah.

Kapan ya~

Namun nasib berkata lain, Banuwati ternyata dijodohkan dengan Duryudana, si sulung Kurawa yang saat itu masih berstatus putra mahkota Hastinapura. Ingin rasanya menolak, namun tidak bisa karena ayahnya yang menjodohkan. Pernikahannya dengan Duryudana sebenarnya tak lebih dari langkah politik Salya yang ingin bersekutu dengan negara besar seperti Hastinapura.

Sebelum pernikahan itu terjadi, Banuwati meminta satu syarat yaitu ia ingin Arjuna menjadi periasnya ketika ia menjadi pengantin. Duryudana menerima syarat itu tanpa curiga. Akhirnya disetujuilah bahwa yang menjadi perias pengantin adalah Arjuna.

Ketika waktunya dirias, dia mencurahkan perasaannya kepada Arjuna bahwa ia amat sedih dengan perkawinan paksa ini. Semenjak itu dia bersumpah bahwa secara lahir ia menjadi istri Duryudana namun hatinya akan selalu untuk Arjuna. Arjuna pun juga mengatakan bahwa bagaimanapun juga Banuwati tetap mendapat tempat istimewa di hatinya.

Baca Juga:

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Waktu berlalu, suatu hari Banuwati diam-diam menemui Arjuna. Mereka bertemu di suatu tempat dan memadu kasih layaknya sepasang suami istri. Keduanya asyik bercinta seakan lupa bahwa cinta mereka harus terhenti akibat salah satunya harus rela menjadi jodoh orang lain.

Ketika mengandung, Duryudana curiga bahwa sebenarnya yang dikandung itu bukan anaknya. Duryudana percaya bahwa anaknya adalah laki-laki, sedangkan jika anak yang dikandung adalah perempuan maka jelas anak itu adalah hasil perbuatan terlarang antara Banuwati dengan Arjuna.

Ternyata setelah lahir, bayi dari Banuwati adalah perempuan. Mengetahui hal itu Banuwati panik dan takut Duryudana akan marah kepadanya dan akan mengusirnya dari istana Hastinapura.

Mengetahui hal itu akhirnya Arjuna mendapatkan jalan keluar. Bayi perempuan dari Banuwati ia bawa menuju istrinya yang bernama Endang Manuhara dan memintanya untuk diangkat sebagai anak. Kebetulan Endang Manuhara juga baru saja melahirkan putrinya. Akhirnya kedua bayi perempuan itu diberi nama Pergiwa dan Pergiwati supaya terlihat seperti anak kembar.

Sebagai ganti dari bayi Banuwati, Arjuna menemui raksasa yang memiliki anak laki-laki. Setelah cukup lama akhirnya disepakatilah bayi laki-laki tersebut dibawa Arjuna diakui sebagai anak Banuwati dan Duryudana. Bayi itu diberi nama Sarjakesuma. Namun karena ia bukan dari bangsa manusia maka Sarjakesuma memiliki kelainan mental.

Waktu berlalu, perang Baratayudha terjadi. Kurawa dan Pandawa berperang memperebutkan tahta kekuasaan Hastinapura. Perang itu merenggut banyak nyawa dan harta. Sebagian besar Kurawa mati di peperangan tersebut termasuk Duryudana. Hanya satu orang saja dari Kurawa beserta dua sekutunya yang masih hidup.

Kematian Duryudana membuat Banuwati tak lagi bersuami. Mengetahui hal itu Arjuna meminta untuk menikah dengannya, yang tentunya Banuwati setuju. Akhirnya mereka menikah walaupun keduanya berusia sudah tak lagi muda.

Namun yang namanya jodoh, maut, dan nasib tak ada yang tahu. Beberapa hari setelah menikah dengan Arjuna, Banuwati menemui ajalnya. Ia tewas ditusuk oleh Kartamarma, anggota Kurawa yang tersisa dari perang Baratayudha. Naasnya, sebelum dia dibunuh terlebih dahulu diperkosa akibat dendam Kartamarma kepadanya semasa hidup yang selalu mengkhianati Duryudana dengan membocorkan rahasia taktik perang kepada Arjuna.

Mengetahui hal itu Arjuna amat berduka. Pujaan hatinya hanya sekejap singgah di kehidupannya sebelum mati mengenaskan. Sempat ia ingin ikut mengakhiri hidup namun dicegah oleh Kresna. Dengan nasihat dari Kresna akhirnya Arjuna kembali menjalani kehidupannya dengan masih meninggalkan luka di hatinya.

Banuwati dan Arjuna adalah contoh bahwa seberapa besar cinta pasti akan terbentur dengan nasib yang terkadang tak selamanya berjalan mulus. Berapapun banyaknya istri Arjuna namun tak satupun yang mampu menggantikan Banuwati.

Terkhianati oleh orang lain tak lebih menyakitkan dari terkhianati suratan takdir, setidaknya itulah yang bisa diambil dari kisah cinta Banuwati dan Arjuna di atas. Sejuta bidadari dan ratusan wanita berlabuh di hati Arjuna. Namun tetap ada satu ruang di hatinya yang ia khususkan untuk Banuwati. Walau ia mengerti bahwa satu ruang itu mungkin akan tetap selamanya menjadi ruangan tak berpenghuni.

Kapan yha.

BACA JUGA Surat dari Korawa untuk para Pengagum Pandawa dan tulisan Bimo Suryo Kumoro lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2020 oleh

Bimo Suryo Kumoro

Bimo Suryo Kumoro

Seorang mahasiswa paruh waktu.

ArtikelTerkait

Flyover Pasar Rebo, Tempat Pacaran Favorit sekaligus Tempat Tawuran Favorit di Jakarta Timur

Flyover Pasar Rebo, Tempat Pacaran Favorit sekaligus Tempat Tawuran Favorit di Jakarta Timur

28 Februari 2024
Stasiun Kabel Telegraf Banyuwangi, Satu-satunya Stasiun Penghubung Komunikasi Jawa dan Australia di Masa Kolonial

Stasiun Kabel Telegraf Banyuwangi, Satu-satunya Stasiun Penghubung Komunikasi Jawa dan Australia di Masa Kolonial

6 Juni 2023
Menikmati Plot Twist Bertubi dalam 'The Call', Film Thriller Asal Korea yang Sungguh Meneror terminal mojok.co

Menikmati Plot Twist Bertubi dalam ‘The Call’, Film Thriller Asal Korea yang Sungguh Meneror

11 Maret 2021
The Wheel of Time: Serial Fantasi dari Amazon Prime yang Layak Dapat Panggung terminal mojok.co

The Wheel of Time: Serial Fantasi dari Amazon Prime yang Layak Dapat Panggung

1 November 2021
3 Pantai di Gunungkidul yang Baiknya Dihindari Wisatawan karena Bikin Ketakutan

3 Pantai di Gunungkidul yang Baiknya Dihindari Wisatawan karena Bikin Ketakutan

26 April 2025
Pembalut Dingin untuk Wanita: Saking Dinginnya Bukannya Nyaman Malah Bikin Kapok

Pembalut Dingin untuk Wanita: Saking Dinginnya Bukannya Nyaman Malah Bikin Kapok

20 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.