Banyak yang mengatakan bahwa kita selalu menganggap rumput tetangga itu terasa lebih hijau. Tapi, bagi warga Bangkalan Madura, pandangan demikian tidak relate saat melihat tetangganya sendiri yakni Kabupaten Sampang. Ya, dua kabupaten di Pulau Garam ini memang saling bertetangga, tapi kalau kita kulik kondisi wilayahnya, Bangkalan agaknya lebih sejahtera.
Oke, saya akui, secara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antara Sampang dan Bangkalan memang tidak jauh berbeda, ya sama-sama jadi yang terendah di Jawa Timur. Namun, jika melihat respon warga Sampang yang berkunjung ke Bangkalan Madura, mereka sangat kagum dengan kabupaten ini.
Saya tak mengada-ada dengan argumen saya, kebetulan dua kakak ipar saya berasal dari Sampang. Nah, apa yang tulis ini berdasarkan pernyataan mereka pun berdasarkan data.
Tanah lebih subur
Ada satu pandangan yang menurut saya terlalu generalis tentang Madura, yakni bahwa Madura itu tandus. Maka dari itu orang Madura banyak mencari penghasilan sebagai perantau. Nah, pandangan tersebut akhirnya meninggalkan wilayah Bangkalan yang kesuburannya tiada tara.
Ya, mungkin sebelas dua belas dengan kesuburan tanah di Kampung Durian Runtuh di serial Upin Ipin.
Inilah hal pertama yang tidak dimiliki kabupaten Sampang. Kalau kalian tidak percaya, mari saya jelaskan data menurut BPS Jawa Timur. Pada 2025, ada 18 komoditas buah-buahan di Sampang yang produksinya jauh lebih rendah dari Bangkalan. Bahkan, ada 7 buah-buahan di Bangkalan yang produksinya sampai ratusan kuintal, tapi di Sampang nggak ada sama sekali.
Nah, kenapa kok bisa gitu. Salah satu faktornya yakni Bangkalan itu curah hujannya lebih tinggi daripada Madura timur, makanya disini lebih subur. Nah, Sampang? Sekali hujan, malah banjir.
Sampang banjer pole, Sampang banjer pole! Hehehe
Beragam dan itu kebanggaan
Banyak yang bilang orang Madura itu kaku, apalagi kalau berurusan sama agama. Tapi, mohon maaf, saya yakin, orang yang demikian adalah mereka yang belum pernah mencoba ke Bangkalan. Kabupaten yang berada di ujung barat pulau ini lebih beragam daripada lainnya. Bangkalan adalah kabupaten yang paling banyak rumah peribadatan selain masjid, disini ada 24 gereja Kristen dan 2 gereja Katolik.
Sampang, total hanya 11 tempat peribadatan selain masjid.
Selain itu, Bangkalan juga punya daerah pecinan, yakni daerah yang banyak orang Tionghoanya, sementara di Sampang belum ada. Ya, tidak perlu jauh-jauh ke kawasan Pecinan, kalian berkunjung ke Universitas Trunojoyo Madura (UTM) saja, sudah sangat terasa keberagaman mahasiswanya, bahkan sudah mulai ada mahasiswa internasional di UTM.
Hmmm, bahagianya hidup dengan keberagaman di Bangkalan Madura!
Bangkalan dipercaya jadi penyanggah Kota Surabaya
Hal terakhir yang sudah umum kita ketahui, sudah lama Bangkalan jadi penyanggah ibu kota provinsi, yakni Surabaya. Meskipun perkembangan kabupaten ini jauh dari kabupaten/kota lain di Jawa, Bangkalan tetap dipercaya mengemban amanah ini. Tentu, hal demikian akhirnya membawa dampak baik bagi kesejahteraan warganya.
Misalnya, yang paling terasa, akhirnya kabupaten ini sangat terhubung dengan Surabaya. Untuk sampai di ibu kota provinsinya, kita nggak lagi butuh biaya puluhan ribu. Dengan uang 5 ribu, kita udah bisa nyebrang, bahkan diantar ke Stasiun Purabaya dengan Trans Jatim. Apalagi kalau kalian pelajar/mahasiswa, ongkosnya malah cuma Rp2.500.
Sementara Sampang, jauh dari mana-mana. Mau ke Surabaya, butuh uang lebih. Ke Bangkalan Madura saja ongkosnya bisa di atas Rp20.000. Apalagi kalau ke Surabaya.
Ya itulah alasan-alasan mengapa saya menyebut bahwa warga Bangkalan lebih sejahtera daripada Sampang.
Sebelum saya tutup, saya disclaimer dulu kalau tulisan ini bukan bermaksud merendahkan salah satunya. Melainkan, tulisan ini bisa menjadi bahan refleksi bagi kita semua, terutama pemerintah, untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. Sekian!
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
