Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Baliho Caleg Sudah Bertebaran: Udah Nyolong Start, Isinya pun Nggak Kreatif

Nur Muhammad Ikhsanun oleh Nur Muhammad Ikhsanun
3 Mei 2023
A A
Baliho Caleg Sudah Bertebaran: Udah Nyolong Start, Isinya pun Nggak Kreatif bacaleg KKN

Baliho pokoknya, Bos (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak sebelum lebaran, sudah banyak baliho-baliho ucapan selamat Idulfitri bertebaran di persimpangan, pinggir jalan, atau bahkan reklame di sekitar ring road Jogja. Kadang, kita nggak terlalu kenal dengan siapa yang ada di baliho, tapi mereka tetap “memaksa” mengenalkan diri dengan ucapan dan foto dengan ukuran yang lumayan tidak proporsional dengan senyum khas tanda keramahan kepada rakyat. Tapi, masih efektifkah kampanye dengan baliho?

Selain merusak keindahan pandangan, kadang-kadang pemasangan baliho itu sembarangan. Tidak sesuai tempatnya. Bahkan kadang berjejer-jejer sehingga membuat kesan kumuh. Harusnya ada penertiban tentang hal spanduk, baliho, banner, yang merusak pemandangan.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 yang dimaksud Kampanye Pemilu adalah kegiatan peserta pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program, dan/atau citra diri peserta pemilu. Ya, rata-rata spanduk/baliho beliau-beliau ini memang bukan tentang visi misi mereka, paling ucapan “Selamat Idulfitri” diimbangi foto diri yang besar. Tapi, intinya kan mereka mengenalkan diri, dan terkadang ada yang jujur dengan memberi keterangan kecil di bawah nama mereka sebagai “bacaleg”. Beneran mereka cuman mengucapkan selamat tanpa ada tujuan lain?

Dilihat dari laman bawaslu.go.id, website resmi Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan masa kampanye Pemilu pada 28 November 2023-10 Februari 2024. Artinya, kalau sekarang sudah ada yang curi-curi waktu untuk kampanye ya harus diingatkan.

Nggak usah buru-buru pasang baliho

Begini ya, sebenarnya masyarakat sendiri sabar kok untuk menunggu bakal calon wakilnya kampanye dan mengenalkan diri, termasuk saya. Jadi jangan khawatir tidak dikenal. Yang buru-buru nggak sabar kan yang mau nyaleg. Persiapkan saja visi dan misi dulu, jangan buru-buru memasang baliho atau spanduk. Selain mendahului start dari KPU, khawatirnya nanti ketika masa kampanye baru dimulai masyarakat malah sudah lupa dengan wajah bakal calonnya, karena kontrak reklamenya keburu habis.

Seandainya saya lewat ring road Jalan Magelang, atau area Condongcatur paling hanya sekilas lihat baliho. Bukan terus terngiang-ngiang dengan sosok yang saya lihat di baliho. Soalnya banyak baliho dengan pose atau gaya yang mirip, atau dengan template desain yang sama. Kalau bukan tangan mengepal ke depan, ya biasanya posisi salam namaste. Jadi mudah lupa.

Cobalah bagi calon legislatif atau eksekutif yang mau bertarung di 2024 buat desain yang agak unik. Backgroundnya bisa bunga-bunga, atau pemandangan gunung dan matahari. Bisa juga mungkin dengan pose foto yang lebih atraktif dan menarik. Misal foto diatas kap Rubicon, atau ketika naik motor Harley Davidson 1.868 cc.

Saya tahu, modal yang dikeluarkan untuk kampanye juga tidak murah. Jadi berhematlah bagi bakal calon peserta pemilu ketika menggunakan peraga kampanye. Mungkin sekilas, sejak kemarin spanduk/baliho yang ada secara tersurat bukanlah kampanye, tapi secara tersirat ya demikian.

Baca Juga:

Pemeran Dirty Vote Bicara: Zainal Arifin Mochtar Buka-bukaan tentang Film Panas Pemilu 2024

Jika Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Nyaleg, Begini Gaya Kampanye Mereka

Kampanye jangan template

Saran saya, dan ini mungkin keresahan banyak orang, tolong, kurang-kurangi kata-kata yang terkesan terlalu template seperti “Mengabdi demi bangsa dan negara”, “Siap menjadi penyambung lidah rakyat!”, atau “Mengemban amanah rakyat dengan sepenuh hati”. Coba lebih jujur seperti “Pilih saya!”, atau “Coblos gambar saya!”.

Kertas suara seperti tahun kemarin sudah cukup besar, dengan pilihan calon dewan yang variatif. Banyak sekali. Dari beberapa kolega yang saya tanya, mereka bukannya bingung mau pilih siapa, tapi mereka itu siapa.

Intinya bagi balon (bakal calon), baik eksekutif atau legislatif, baik daerah atau pusat, jangan memasang banner, spanduk, baliho dengan tidak bijak. Apalagi hingga menutup rambu lantas, memaku pohon, atau menutupi penerangan jalan raya. Seperti yang saya katakan di awal, coba kampanye dengan baliho itu yang kreatif, jangan template. Masyarakat gampang lupa.

Terakhir, bangun visi misi dulu, persiapkan diri dan hati, jangan buru-buru masang foto di reklame, takutnya kontrak reklame keburu habis sebelum masuk masa kampanye dan nggak ada biaya buat perpanjang.

Penulis: Nur Muhammad Ikhsanun
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Baliho Kampanye itu Metode Usang yang Cuma Jadi Sampah Visual, Kenapa Masih Dipakai?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Mei 2023 oleh

Tags: baliho kampanyeCalegpemilu 2024
Nur Muhammad Ikhsanun

Nur Muhammad Ikhsanun

Pribadi santai yang mencoba kritis.

ArtikelTerkait

Analisis Sosio-Historis pada Logo Partai Sebelum Memilihnya 2024 Nanti

13 September 2021
Bendera Partai di Jalanan: Ide Kuno yang Nggak Relevan

Bendera Partai di Jalanan: Ide Kuno yang Nggak Relevan

18 Februari 2023
Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

Bocoran Jenis-jenis Ritual yang Dilakukan oleh Calon Pejabat Saat Musim Pemilu dari Dukun Gunungkidul

17 November 2023
Larangan Gaya Foto ASN Jelang Pemilu 2024 Bawa Berkah bagi Saya

Larangan Gaya Foto ASN Jelang Pemilu 2024 Bawa Berkah bagi Saya

9 Desember 2023
Zulkifli Hasan Adalah Sebaik-baiknya Seorang Ayah Terminal Mojok

Zulkifli Hasan Adalah Sebaik-baiknya Seorang Ayah

14 Juli 2022
survei elektabilitas 2024

Survei Elektabilitas Capres, Berita Penting di Waktu yang Salah

11 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.