Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Culture Shock Orang Jogja Saat Mendengar Bahasa Jawa Orang Gresik

Arief Nur Hidayat oleh Arief Nur Hidayat
3 Maret 2024
A A
Culture Shock Orang Jogja Saat Mendengar Bahasa Jawa Orang Gresik

Culture Shock Orang Jogja Saat Mendengar Bahasa Jawa Orang Gresik (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Meski sama-sama menggunakan bahasa Jawa, siapa sangka kalau bahasa Jawa orang Gresik berbeda dengan bahasa Jawanya orang Jogja.

Sebagai kota industri, Gresik memang menjadi magnet bagi para job seeker. Mulai dari pabrik semen, pabrik pupuk, hingga pabrik mie instan berdiri dengan kokoh di sini. Saya pun sebagai orang Jogja akhirnya memutuskan pindah ke Gresik demi penghidupan yang lebih layak.

Sejujurnya selama tinggal di Gresik, saya lebih sering berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan menggunakan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Bukannya saya nggak menguri-nguri kebudayaan tradisi, tapi ada beberapa istilah bahasa Jawa Gresik yang kurang bisa saya pahami sebagai orang Jogja.

Konon, bahasa Jawa Gresik atau bahasa Gresikan merupakan perpaduan akulturasi bahasa Jawa Timuran dengan bahasa Kawi saat Kesunanan Gresik dipimpin oleh Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim. Letak geografis Gresik yang dekat dengan Surabaya dan aktifnya pelabuhan Gresik pada zaman dahulu diduga juga memelopori terbentuknya bahasa Gresikan ini.

Berikut beberapa kata dalam bahasa Jawa Gresik yang membuat orang Jogja seperti saya kaget.

#1 Dalam bahasa Jawa Gresik, “seru” berarti banget

Setahu saya, “seru” adalah kata untuk menunjukkan betapa menegangkannya kejadian yang telah dilalui. Misalnya, “Wah, filmnya seru sekali.” Akan tetapi betapa terkejutnya saya ketika tahu bahwa kata satu ini di Gresik berarti “banget”. Jadi, kata-kata seperti dalane macet seru, krawune pedes seru, matane ngantuk seru, dll., tentu kedengaran sangat aneh di telinga saya.

Padahal di belahan Jawa Timur lainnya, lebih lazim menggunakan “nemen” untuk kata banget ketimbang “seru”. Coba orang Gresik kalau habis nonton pertandingan Gresik United komentar, “Wah, pertandingane seru seru, ya!” Apa jadi nggak lucu?

#2 Di Jogja, “mari” artinya sembuh setelah sakit. Sementara di Gresik, artinya selesai

Kata selanjutnya yang bikin kaget saya adalah “mari”. Kalau dalam bahasa Indonesia, “mari” berarti monggo atau silakan. Sementara dalam bahasa Jawa yang saya tahu, “mari” berarti sembuh setelah sakit.

Baca Juga:

5 hal yang paling dirindukan orang Kebumen saat merantau ke kota

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Saya cukup kebingungan ketika bos saya bertanya dalam bahasa Jawa Gresik, “Garapane wes mari?” Lantaran nggak paham dengan maksud beliau, saya cuma bisa plonga-plongo. Ketika saya klarifikasi ke bos saya, kami sama-sama tertawa. Ternyata dalam bahasa Gresikan, “mari” artinya selesai. Memang masih sama-sama bahasa Jawa, tapi artinya beda jauh.

#3 “Tukaran” berarti sedang berantem atau sedang berargumen

Saat mendengar kata satu ini, saya pikir maksudnya bertukar sesuatu antara satu orang dengan orang lain. Waktu itu teman saya bercerita sedang ada yang tukaran. Dengan polosnya saya bertanya, “Tukaran barang apa?”

Alih-alih menjawab, teman saya malah tertawa terbahak-bahak. Dia lalu menjelaskan bahwa dalam bahasa Jawa Gresik, “tukaran” berarti sedang berantem atau sedang berargumen, bukan sedang bertukar suatu barang.

#4 Dalam bahasa Jawa orang Gresik, “embong” berarti jalan raya atau jalan besar

Ketika pertama kali mendengar kata “embong”, yang terlintas di pikiran saya adalah embung, sebuah cekungan yang berfungsi sebagai tempat penadah air hujan. “Kayak Embung Nglanggeran di Jogja, ya?” begitu gumam saya dalam hati.

Ternyata, eh, ternyata, “embong” yang dimaksud orang Gresik adalah jalan raya atau jalan besar. Misalnya Embong Pangsud (Jalan Panglima Sudirman), Embong A.R. Hakim, Embong Pasar Senggol, dll., masih kedengaran belum nyaman di telinga saya. Maklum, di Jogja saya biasa menggunakan kata “ratan” untuk menyebutkan jalan yang besar.

#5 Orang Gresik menyebut dirinya “eson”, bukan “kulo” seperti di Jogja

Kata terakhir yang membuat saya bingung saat berada di Gresik adalah “eson”. Ini bukan merek printer ya meskipun nyerempet dikit. Hehehe. Dalam bahasa Jawa Gresik, “eson” berarti saya. Padahal di Jogja, saya biasa menggunakan “kulo”, “dalem”, atau “aku”.

Begitulah lima kata dalam bahasa Gresikan yang membuat orang Jogja terkaget-kaget. Meski awalnya kaget, mau nggak mau saya harus beradaptasi dengan berbagai kosakata bahasa Jawa Gresik. Maklum, di mana bumi dipijak, bolehlah kita menumpang mandi. Eh, maksudnya, di situ langit dijunjung! Intinya, jangan lupa belajar bahasa perantauan, ya!

Penulis: Arief Nur Hidayat
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Nggak Enaknya Menjalani Hidup sebagai Orang Gresik Pinggiran Bagian Selatan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2024 oleh

Tags: Bahasa JawaGresikJogjakabupaten gresikperantauan
Arief Nur Hidayat

Arief Nur Hidayat

Seorang buruh pabrik yang menemukan kemerdekaannya di balik mata pena. Di sela deru mesin dan rutinitas yang presisi, ia merawat jiwanya dengan kecanduan menulis, sembari sesekali merayakan kegembiraan kecil melalui barisan jersey

ArtikelTerkait

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
3 Daerah Tidak Ramah Perantau di Jogja yang Perlu Dihindari

Di Jogja, Cintamu Bisa Kandas karena Rekayasa Lalu Lintas

17 September 2024
Kidzooona Pakuwon Mall, Playground Terbaik di Jogja

Kidzooona Pakuwon Mall, Playground Terbaik di Jogja

22 Juni 2023
IVAA, Hidden Gem Perpustakaan dan Arsip Seni di Jogja

IVAA, Hidden Gem Perpustakaan dan Arsip Seni di Jogja

10 Desember 2022
Taman Kyai Langgeng Magelang yang Pernah Sepi dan Merana (Unsplash)

Taman Kyai Langgeng Magelang: Dulu Menjadi Primadona Tamasya, lalu Sempat Sepi dan Merana

19 November 2023
Sunset di Tanah Monarki: Rakyat Jogja diusir oleh Investasi

Sunset di Tanah Monarki: Rakyat Jogja diusir oleh Investasi

16 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.