Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Antara Jengkel dan Salut Menghadapi Penjenguk Orang Sakit yang Datang Beramai-ramai

Reno Ismadi oleh Reno Ismadi
31 Juli 2020
A A
BPJS Adalah Masa Depan, Abaikan Nakes TikTok yang Menghina BPJS

BPJS Adalah Masa Depan, Abaikan Nakes TikTok yang Menghina BPJS (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Seumur hidup saya sendiri belum pernah menginap di rumah sakit sebagai pasien. Tapi menginap sebagai teman si pasien, sudah sering. Rasanya semua sepakat tidak ada yang suka berlama-lama di rumah sakit. Ibaratnya, rumah sakit adalah tempat yang paling dihindari nomor dua setelah kantor polisi. Tapi, namanya kondisi, kadang mau nggak mau harus menetap di hotel bergaya medis ini.

Di antara hal yang bikin tidak betah adalah kedatangan penjenguk. Perihal ini, perasaan yang timbul antara jengkel dan salut.

Ini tentang rombongan/kompi/peleton penjenguk yang datang semena-mena. Semena-mena dari segi jumlah, semena-mena pula dari segi waktu.

Biasanya model-model penjenguk ini datang dengan menyewa kendaraan besar, mulai dari mobil pick-up, truk, hingga bus tua yang suka batuk-batuk. Pemandangan semacam ini akan dengan mudah ditemui di beberapa rumah sakit umum daerah. Di RSUD, biasanya jam kunjung sangat longgar sampai-sampai saya suuzan memang disengaja untuk memfasilitasi animo besuk-membesuk yang tinggi ini.

Saya merasakannya ketika suatu kali menemani saudara sepupu menjalani operasi mata karena kecelakaan. Selama dua minggu opname, seperti yang diduga, keluarga dan tetangga bergiliran mengunjungi tak henti-henti. Bahkan saya yang sehat saja rasanya mau sakit berada di tengah keriuhan tanpa henti begini.

Kadang kelakuan penjenguk sampai tidak masuk akal. Suatu hari seorang penjenguk datang tepat di waktu subuh. Padahal di waktu itu kan biasa dipakai untuk buang air, mengumpulkan nyawa, cuci muka, dan salat. Entah bagaimana bisa penjenguk itu lolos (atau memang sengaja diloloskan) dari pengawasan satpam. Dan entah bagaimana pula sang penjenguk terpikir untuk menjenguk di waktu yang matahari pun masih tidur.

Di pengalaman menjaga pasien opname lain, saya bahkan sampai melongo tapi cuma bisa mengeluh dalam diam. Waktu itu, paman saya dirawat di rumah sakit karena stroke. Kamar yang ditempatinya adalah kamar kelas 3 yang dalam satu ruangan ada 6-8 bilik. Saya tidak berharap ruangan itu menjadi ruangan yang tenang karena memang itu kelas paling ekonomis.

Tapi apa yang saya lihat waktu itu melebihi ekspektasi terburuk saya mengenai hal-hal mengganggu di rumah sakit.

Baca Juga:

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Pengalaman Rawat Inap BPJS Kelas 3, Kenalan dengan Pasien Sekamar Berakhir Jadi Kawan

Baru kurang lebih 5 menit saya di ruangan itu, mendadak ada massa penjenguk yang jumlahnya saya lebih dari 25 orang datang membesuk pasien di ranjang sebelah. Tidak main-main, mereka datang bukan hanya menengok keadaan pasien, tapi juga mengajak ustaz untuk memimpin doa berjamaah mendoakan kesembuhan si pasien.

Alhasil, ruangan itu penuh dengan suara “amin” yang menyahuti doa sang ustaz. Meski tidak sering, saya sendiri pernah ikut beberapa pengajian. Tak disangka bahwa euforia pengajian bisa sampai masuk ke bilik rumah sakit.

Terlepas dari perilaku yang unik tersebut, saya yakini bahwa niat penjenguk pasti baik, atau malah terlalu baik. Bagaimana tidak, ketika saudara saya opname, hampir tiap hari orang tuanya pulang membawa tumpukan makanan dan minuman buah tangan dari penjenguk. Tidak tanggung-tanggung, saking banyaknya barang yang diberi, orang tuanya harus membawa mobil pick-up. Jumlah barang itu kalau diuangkan lagi, cukup untuk modal membuka warung kecil. Itu belum termasuk yang berbentuk uang.

Padahal, jika melihat kehidupan para penjenguk sehari-hari, saya yakin bahwa barang atau uang yang mereka beri itu sebenarnya bernilai sangat besar bagi mereka. Tapi betapa pun begitu, rasanya karakter mereka sudah dibentuk dari dulu agar tidak bisa untuk tidak memberi uluran tangan bagi kerabat dan tetangga dekat yang sedang susah. Dan betapa pun kita terusik dengan kebiasaan nyeleneh mereka, jika mengingat kembali rasa empati mereka kepada pasien, secara otomatis rasa rikuh dan jengkel itu mendadak luntur juga.

BACA JUGA Mempertanyakan Prinsip Syariah RSUD: Memangnya Nungguin Orang Sakit Bikin Kamu Horny? dan tulisan Reno Ismadi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 31 Juli 2020 oleh

Tags: orang sakitpembesukpenjengukrumah sakit
Reno Ismadi

Reno Ismadi

Bachelor of International Relations, Master of Doing Nothing.

ArtikelTerkait

Berlomba Mengutuk BPJS, Padahal yang Buruk Pelayanan Rumah Sakitnya

Berlomba Mengutuk BPJS, padahal yang Buruk Pelayanan Rumah Sakitnya

25 Oktober 2022
Cleaning Service Rumah Sakit, Profesi yang Jelas Tak Bisa Diremehkan

Cleaning Service Rumah Sakit, Profesi yang Jelas Tak Bisa Diremehkan

6 Januari 2024
Perawat IGD, Profesi yang Butuh Kesabaran dan Kekuatan Super, Jelas Nggak Sepele!

Perawat IGD, Profesi yang Butuh Kesabaran dan Kekuatan Super, Jelas Nggak Sepele!

10 Agustus 2024
Nasib Perekam Medis: Dianaktirikan dan Tak Dianggap padahal Jantungnya Rumah Sakit

Nasib Perekam Medis: Dianaktirikan dan Tak Dianggap padahal Jantungnya Rumah Sakit

31 Mei 2024
Nunggu Pasien Operasi Ternyata Nggak Sedramatis Adegan di Hospital Playlist terminal mojok.co

Nunggu Pasien Operasi Ternyata Nggak Sedramatis Adegan di Hospital Playlist

30 September 2021
Kecamatan Randublatung Blora: Dulu Dicap Ndeso, Sekarang Sudah Maju dan Layak Bersaing dengan Daerah Lain

Kecamatan Randublatung Blora: Dulu Dicap Ndeso, Sekarang Layak Bersaing dengan Daerah Lain

1 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026
ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal Mojok.co

ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal

10 Maret 2026
Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

Yamaha Vega Force: Takhta Tertinggi Motor Entry Level yang Tak Boleh Dilewatkan

9 Maret 2026
4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap Mojok.co

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

9 Maret 2026
Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.